<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA Temukan Fakta Baru, Jalan-Jalan ke Luar Angkasa Bisa Sebabkan Kerusakan Otak Loh</title><description>Penelitian dilakukan terhadap bagian otak para astronot yang ternyata mengalami perubahan yang cukup mengkhawatirkan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/09/56/2828176/nasa-temukan-fakta-baru-jalan-jalan-ke-luar-angkasa-bisa-sebabkan-kerusakan-otak-loh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/09/56/2828176/nasa-temukan-fakta-baru-jalan-jalan-ke-luar-angkasa-bisa-sebabkan-kerusakan-otak-loh"/><item><title>NASA Temukan Fakta Baru, Jalan-Jalan ke Luar Angkasa Bisa Sebabkan Kerusakan Otak Loh</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/09/56/2828176/nasa-temukan-fakta-baru-jalan-jalan-ke-luar-angkasa-bisa-sebabkan-kerusakan-otak-loh</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/09/56/2828176/nasa-temukan-fakta-baru-jalan-jalan-ke-luar-angkasa-bisa-sebabkan-kerusakan-otak-loh</guid><pubDate>Jum'at 09 Juni 2023 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/09/56/2828176/nasa-temukan-fakta-baru-jalan-jalan-ke-luar-angkasa-bisa-sebabkan-kerusakan-otak-loh-Q75lDTEX4l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan-Jalan ke Luar Angkasa. (Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/09/56/2828176/nasa-temukan-fakta-baru-jalan-jalan-ke-luar-angkasa-bisa-sebabkan-kerusakan-otak-loh-Q75lDTEX4l.jpg</image><title>Jalan-Jalan ke Luar Angkasa. (Foto: NASA)</title></images><description>MENJELAJAH luar angkasa memang bukan lagi impian, memang sudah ada beberapa perusahaan yang mengizinkan orang umum untuk pergi ke luar angkasa. Meskipun, untuk bepergian ke luar angkasa membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Meski terdengar menyenangkan, tapi sebenarnya berwisata ke luar angkasa ternyata tidak selamanya aman loh.  Badan Pernebangan dan Antariksa Amerika Serikat atau  National Aeronautics and Space Administration (NASA) menemukan fakta bahwa beraktivitas di luar angkasa justru bikin kerusakan otak yang mengkhawatirkan.

BACA JUGA:
NASA Berhasil Rekam Detik-Detik UFO Muncul di Timur Tengah


Kesimpulan itu didapatkan berdasarkan penelitian terhadap 30 astronot NASA yang telah bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) selama enam bulan. Penelitian dilakukan terhadap bagian otak para astronot yang ternyata mengalami perubahan yang cukup mengkhawatirkan.

Dalam penelitian itu ditemukan adanya pembengkakan du bagian  ventrikel serebral atau ruang tengah di otak yang berisi cairan serebrospinal. Diketahui cairan tidak berwarna dan berair itu mengalir di dalam dan sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

Cairan itu berfungsi untuk  melindungi otak untuk membantu melindungi dari benturan mendadak dan menghilangkan produk limbah di bagian otak. Pembengkakan di bagian ventrikel serebral justru akan mengganggu kinerja cairan serebrospinal.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


Saat ini pembengkakan tersebut tidak bisa disembuhkan dengan cara khusus. Para astronot hanya bisa berharap otak mereka bisa berangsur normal seiring waktu. Masalahnya adalah waktu penyembuhan justru sangat lama karena bisa mencapai tiga tahun. Jadi sangat diharapkan agar para astronot yang baru saja bekerja di luar angkasa tidak buru-buru kembali bertugas.

&quot;Jika ventrikel tidak memiliki waktu yang cukup untuk kembali pulih hal itu dapat mempengaruhi kemampuan otak,&quot; ujar ahli saraf University of Florida,  Heather McGregor, sekaligus penulis utama studi tersebut yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports.Sebenarnya penurunan kemampuan otak adalah hal yang biasa dialami  oleh orang dengan usia yang terus bertambah. Pasalnya seiring bertambah  usia maka ventrikel juga akan membesar. Hal itu membuat terjadinya  penurunan kognitif.

Masalahnya adalah pembesaran ventrikel dalam waktu cepat akibat  adanya aktivitas di luar angkasa justru merupakan anomali. Hal itu yang  membuat para peneliti merasa perlu melakukan penyelidikan lebih dalam  akan kondisi tersebut.

&quot;Dampak ekspansi ventrikel pada penjelajah ruang angkasa saat ini  tidak diketahui. Yang pasti kemungkinan ekspansi ventrikel ini akan  menekan jaringan otak di sekitarnya,&quot; jelas Rachael Seidler, analis dari  University of Florida.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


Dia menduga pembengkakan ventrikel di otak terjadi karena ketiadaan  gravitasi. Hal itu membuat cairan yang ada di ventrikel tidak berfungsi  secara normal.

Alih-alih mengalir di dalam serta sekitar otak dan sumsum tulang  belakang, cairan itu justru menekan ke arah kepala. &quot;Hal itu kemungkinan  besar yang menyebabkan terjadinya ekspansi ventrikel,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>MENJELAJAH luar angkasa memang bukan lagi impian, memang sudah ada beberapa perusahaan yang mengizinkan orang umum untuk pergi ke luar angkasa. Meskipun, untuk bepergian ke luar angkasa membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Meski terdengar menyenangkan, tapi sebenarnya berwisata ke luar angkasa ternyata tidak selamanya aman loh.  Badan Pernebangan dan Antariksa Amerika Serikat atau  National Aeronautics and Space Administration (NASA) menemukan fakta bahwa beraktivitas di luar angkasa justru bikin kerusakan otak yang mengkhawatirkan.

BACA JUGA:
NASA Berhasil Rekam Detik-Detik UFO Muncul di Timur Tengah


Kesimpulan itu didapatkan berdasarkan penelitian terhadap 30 astronot NASA yang telah bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) selama enam bulan. Penelitian dilakukan terhadap bagian otak para astronot yang ternyata mengalami perubahan yang cukup mengkhawatirkan.

Dalam penelitian itu ditemukan adanya pembengkakan du bagian  ventrikel serebral atau ruang tengah di otak yang berisi cairan serebrospinal. Diketahui cairan tidak berwarna dan berair itu mengalir di dalam dan sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

Cairan itu berfungsi untuk  melindungi otak untuk membantu melindungi dari benturan mendadak dan menghilangkan produk limbah di bagian otak. Pembengkakan di bagian ventrikel serebral justru akan mengganggu kinerja cairan serebrospinal.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


Saat ini pembengkakan tersebut tidak bisa disembuhkan dengan cara khusus. Para astronot hanya bisa berharap otak mereka bisa berangsur normal seiring waktu. Masalahnya adalah waktu penyembuhan justru sangat lama karena bisa mencapai tiga tahun. Jadi sangat diharapkan agar para astronot yang baru saja bekerja di luar angkasa tidak buru-buru kembali bertugas.

&quot;Jika ventrikel tidak memiliki waktu yang cukup untuk kembali pulih hal itu dapat mempengaruhi kemampuan otak,&quot; ujar ahli saraf University of Florida,  Heather McGregor, sekaligus penulis utama studi tersebut yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports.Sebenarnya penurunan kemampuan otak adalah hal yang biasa dialami  oleh orang dengan usia yang terus bertambah. Pasalnya seiring bertambah  usia maka ventrikel juga akan membesar. Hal itu membuat terjadinya  penurunan kognitif.

Masalahnya adalah pembesaran ventrikel dalam waktu cepat akibat  adanya aktivitas di luar angkasa justru merupakan anomali. Hal itu yang  membuat para peneliti merasa perlu melakukan penyelidikan lebih dalam  akan kondisi tersebut.

&quot;Dampak ekspansi ventrikel pada penjelajah ruang angkasa saat ini  tidak diketahui. Yang pasti kemungkinan ekspansi ventrikel ini akan  menekan jaringan otak di sekitarnya,&quot; jelas Rachael Seidler, analis dari  University of Florida.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


Dia menduga pembengkakan ventrikel di otak terjadi karena ketiadaan  gravitasi. Hal itu membuat cairan yang ada di ventrikel tidak berfungsi  secara normal.

Alih-alih mengalir di dalam serta sekitar otak dan sumsum tulang  belakang, cairan itu justru menekan ke arah kepala. &quot;Hal itu kemungkinan  besar yang menyebabkan terjadinya ekspansi ventrikel,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
