<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa Rusa Suka Mematahkan Tanduknya?</title><description>Rusa memang suka mematahkan randuknya sendiri selama akhir musim gugur hingga awal musim dingin.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/08/56/2827562/mengapa-rusa-suka-mematahkan-tanduknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/08/56/2827562/mengapa-rusa-suka-mematahkan-tanduknya"/><item><title>Mengapa Rusa Suka Mematahkan Tanduknya?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/08/56/2827562/mengapa-rusa-suka-mematahkan-tanduknya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/08/56/2827562/mengapa-rusa-suka-mematahkan-tanduknya</guid><pubDate>Jum'at 09 Juni 2023 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/08/56/2827562/mengapa-rusa-suka-mematahkan-tanduknya-wHswQgDPek.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Rusa Mematahkan Tanduknya. (Foto: Wildlifeinformer)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/08/56/2827562/mengapa-rusa-suka-mematahkan-tanduknya-wHswQgDPek.jpg</image><title>Alasan Rusa Mematahkan Tanduknya. (Foto: Wildlifeinformer)</title></images><description>RUSA memang suka mematahkan randuknya sendiri selama akhir musim gugur hingga awal musim dingin. Fenomena ini pun lantas menimbulkan tanda tanya besar di benal banyak orang kenapa ini terjadi?

Sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, rusa merupakan hewan atau tepatnya mamalia berkuku. Seperti halnya hewan berkuku kebanyakan, ia akan mematahkan tanduk untuk melengkapi siklus hidupnya.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


Pelepasan tanduk rusa ini juga sangat berpengaruh pada kadar testosteron di yubuh rusa. Biasanya ketika kadar testosteron turun, sel-sel tulang baru berkembang untuk menghilangkan jaringan tulang yang ada, menyebabkan tanduk rontok.

Rusa secara alami memiliki testosteron lebih rendah selama musim dingin atau awal musim semi. Namun, ada juga alasan lain mengapa kadar testosteron dapat menurun, menyebabkan tanduk rusa patah di luar musimnya.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Berhasil Dikloning, Ada Domba hingga Serigala


Di sebagian besar spesies, hanya rusa jantan yang menumbuhkan tanduk saat dewasa. Ini disebabkan oleh pertumbuhan tanduk yang membutuhkan testosteron sehingga hanya rusa jantan yang memilikinya.

Jika testosteron pada manusia memiliki peran untuk mengembangkan jaringan reproduksi dan mempromosikan karakteristik seperti tulang dan massa otot. Pada rusa, testosteron juga memainkan peran penting dalam mencari pasangan.
Ketika tanduk tumbuh selama musim kawin, rusa jantan akan memamerkan  tanduknya dan berusaha menjadi jantan yang dominan. Biasanya, rusa  jantan menggunakan tanduk mereka untuk sparring sebagai senjata sehingga  dapat membangun dominasi mereka dan bersaing untuk mendapatkan  pasangan.

Rusa sendiri tidak akan mengalami rasa sakit ketika tanduknya patah  selama siklusnya. Para ahli menyebut rusa hanya akan mengalami  gatal-gatal di tanduknya dan tubuh rusa juga akan melindungi dirinya  dari infeksi dan kerusakan.

Meski mengalami pendarahan, ini hanya berlangsung kurang dari 24 jam.  Dan jumlah pendarahannya tidak ekstensif, rusa akan mengalami keropeng  dan akan muncul tanduk baru yang membuatnya lebih kuat dan tampil  mempesona.
</description><content:encoded>RUSA memang suka mematahkan randuknya sendiri selama akhir musim gugur hingga awal musim dingin. Fenomena ini pun lantas menimbulkan tanda tanya besar di benal banyak orang kenapa ini terjadi?

Sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, rusa merupakan hewan atau tepatnya mamalia berkuku. Seperti halnya hewan berkuku kebanyakan, ia akan mematahkan tanduk untuk melengkapi siklus hidupnya.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


Pelepasan tanduk rusa ini juga sangat berpengaruh pada kadar testosteron di yubuh rusa. Biasanya ketika kadar testosteron turun, sel-sel tulang baru berkembang untuk menghilangkan jaringan tulang yang ada, menyebabkan tanduk rontok.

Rusa secara alami memiliki testosteron lebih rendah selama musim dingin atau awal musim semi. Namun, ada juga alasan lain mengapa kadar testosteron dapat menurun, menyebabkan tanduk rusa patah di luar musimnya.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Berhasil Dikloning, Ada Domba hingga Serigala


Di sebagian besar spesies, hanya rusa jantan yang menumbuhkan tanduk saat dewasa. Ini disebabkan oleh pertumbuhan tanduk yang membutuhkan testosteron sehingga hanya rusa jantan yang memilikinya.

Jika testosteron pada manusia memiliki peran untuk mengembangkan jaringan reproduksi dan mempromosikan karakteristik seperti tulang dan massa otot. Pada rusa, testosteron juga memainkan peran penting dalam mencari pasangan.
Ketika tanduk tumbuh selama musim kawin, rusa jantan akan memamerkan  tanduknya dan berusaha menjadi jantan yang dominan. Biasanya, rusa  jantan menggunakan tanduk mereka untuk sparring sebagai senjata sehingga  dapat membangun dominasi mereka dan bersaing untuk mendapatkan  pasangan.

Rusa sendiri tidak akan mengalami rasa sakit ketika tanduknya patah  selama siklusnya. Para ahli menyebut rusa hanya akan mengalami  gatal-gatal di tanduknya dan tubuh rusa juga akan melindungi dirinya  dari infeksi dan kerusakan.

Meski mengalami pendarahan, ini hanya berlangsung kurang dari 24 jam.  Dan jumlah pendarahannya tidak ekstensif, rusa akan mengalami keropeng  dan akan muncul tanduk baru yang membuatnya lebih kuat dan tampil  mempesona.
</content:encoded></item></channel></rss>
