<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ilmuwan Berhasil Buat Robot Koki, Bisa Menang MasterChef Gak Nih?</title><description>Robot juga digadang-gadang mampu menentukan 83% tindakan yang diperlukan untuk menyiapkannya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/08/54/2827514/ilmuwan-berhasil-buat-robot-koki-bisa-menang-masterchef-gak-nih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/08/54/2827514/ilmuwan-berhasil-buat-robot-koki-bisa-menang-masterchef-gak-nih"/><item><title>Ilmuwan Berhasil Buat Robot Koki, Bisa Menang MasterChef Gak Nih?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/08/54/2827514/ilmuwan-berhasil-buat-robot-koki-bisa-menang-masterchef-gak-nih</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/08/54/2827514/ilmuwan-berhasil-buat-robot-koki-bisa-menang-masterchef-gak-nih</guid><pubDate>Kamis 08 Juni 2023 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/08/54/2827514/ilmuwan-berhasil-buat-robot-koki-bisa-menang-masterchef-gak-nih-yTbGRIb6He.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Robot Koki. (Foto: Techspot)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/08/54/2827514/ilmuwan-berhasil-buat-robot-koki-bisa-menang-masterchef-gak-nih-yTbGRIb6He.jpg</image><title>Robot Koki. (Foto: Techspot)</title></images><description>KECERDASAN Buatan (Artificial Intelligence/AI) memang dikahwatirkan membuat banyak manusia kehilangan pekerjaannya. Pasalnya, saat ini AI sudah digunakan untuk pemrograman yang menggunakan robot dapat dengan mudah menggantikan pekerjaan.

Dengan semakin canggihnya AI, bahkan peneliti di Universitas Cambridge bisa menciptakan robot yang dapat membuat makanan alias koki. Robot ini diklaim mampu mempelajari resep hanya dengan menonton sebuah video makanan.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


Robot koki ini pun disebut mampu menganalisis video secara cermat. Bahkan saat robot disuguhkan 8 resep salad berbeda dalam format video, ia mampu mengidentifikasi dengan benar resep dengan tingkat alurasi 93%.

Sebagaimana dihimpun dari TechSpot, selain dapat mempelajari resep hanya dengan menonton sebuah video makanan, robot juga digadang-gadang mampu menentukan 83% tindakan yang diperlukan untuk menyiapkannya.

BACA JUGA:
Sederet Alasan Pengguna Andorid Mulai Pindah ke iPhone, Harga Bukan Faktor Utama


Para peneliti memberi sistem total 16 demonstrasi video dengan sedikit variasi dalam resep dan menggunakan beberapa jaringan saraf yang tersedia untuk umum untuk mengubahnya menjadi serangkaian tugas yang dapat dilakukan robot.

Setiap bingkai video dianalisis dengan jaringan OpenPose dan YOLOv5m untuk mendeteksi tangan juru masak, bahan, dan perkakas yang terlibat.Para peneliti kemudian menggunakan pendekatan statistik yang disebut model Markov tersembunyi (HMM) untuk membedakan urutan tindakan beserta panjangnya serta proporsi bahannya.Menariknya, robot mampu mendeteksi ketika resep melibatkan ukuran  porsi yang lebih tinggi atau mengklasifikasikan variasi kecil sebagai  kesalahan manusia. Ketika para peneliti memberi sistem video demonstrasi  untuk resep kesembilan yang benar-benar berbeda dari yang lain, robot  dapat mengidentifikasinya dengan benar sebagai resep baru.

Grzegorz Sochaki, yang merupakan salah satu insinyur yang terlibat  dalam proyek tersebut, menjelaskan bahwa memprogram robot untuk membuat  berbagai hidangan adalah tugas dengan tantangan yang sangat besar.

Namun ia membuktikan hal itu bisa dilakukan seiring berjalannya  waktu, Sochaki dan timnya pun berharap koki robot akan dapat mempelajari  resep dengan cepat dan mudah dari video yang diposting di media sosial.  Meskipun hal ini menimbulkan kekhawatiran robot dapat menggantikan  tugas koki, para ahli menegaskan bahwa itu tidak akan terjadi dalam  waktu dekat.

Mereka percaya robot hanya akan bertugas sebagai penerima pesanan,  dan koki manusia hampir tidak mungkin tergantikan. Jadi, akan sulit  untuk robot yang hanya menerima resep untuk bersaing dengan koki manusia  yang dapat mengubah makanan sesuai dengan selera.
</description><content:encoded>KECERDASAN Buatan (Artificial Intelligence/AI) memang dikahwatirkan membuat banyak manusia kehilangan pekerjaannya. Pasalnya, saat ini AI sudah digunakan untuk pemrograman yang menggunakan robot dapat dengan mudah menggantikan pekerjaan.

Dengan semakin canggihnya AI, bahkan peneliti di Universitas Cambridge bisa menciptakan robot yang dapat membuat makanan alias koki. Robot ini diklaim mampu mempelajari resep hanya dengan menonton sebuah video makanan.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


Robot koki ini pun disebut mampu menganalisis video secara cermat. Bahkan saat robot disuguhkan 8 resep salad berbeda dalam format video, ia mampu mengidentifikasi dengan benar resep dengan tingkat alurasi 93%.

Sebagaimana dihimpun dari TechSpot, selain dapat mempelajari resep hanya dengan menonton sebuah video makanan, robot juga digadang-gadang mampu menentukan 83% tindakan yang diperlukan untuk menyiapkannya.

BACA JUGA:
Sederet Alasan Pengguna Andorid Mulai Pindah ke iPhone, Harga Bukan Faktor Utama


Para peneliti memberi sistem total 16 demonstrasi video dengan sedikit variasi dalam resep dan menggunakan beberapa jaringan saraf yang tersedia untuk umum untuk mengubahnya menjadi serangkaian tugas yang dapat dilakukan robot.

Setiap bingkai video dianalisis dengan jaringan OpenPose dan YOLOv5m untuk mendeteksi tangan juru masak, bahan, dan perkakas yang terlibat.Para peneliti kemudian menggunakan pendekatan statistik yang disebut model Markov tersembunyi (HMM) untuk membedakan urutan tindakan beserta panjangnya serta proporsi bahannya.Menariknya, robot mampu mendeteksi ketika resep melibatkan ukuran  porsi yang lebih tinggi atau mengklasifikasikan variasi kecil sebagai  kesalahan manusia. Ketika para peneliti memberi sistem video demonstrasi  untuk resep kesembilan yang benar-benar berbeda dari yang lain, robot  dapat mengidentifikasinya dengan benar sebagai resep baru.

Grzegorz Sochaki, yang merupakan salah satu insinyur yang terlibat  dalam proyek tersebut, menjelaskan bahwa memprogram robot untuk membuat  berbagai hidangan adalah tugas dengan tantangan yang sangat besar.

Namun ia membuktikan hal itu bisa dilakukan seiring berjalannya  waktu, Sochaki dan timnya pun berharap koki robot akan dapat mempelajari  resep dengan cepat dan mudah dari video yang diposting di media sosial.  Meskipun hal ini menimbulkan kekhawatiran robot dapat menggantikan  tugas koki, para ahli menegaskan bahwa itu tidak akan terjadi dalam  waktu dekat.

Mereka percaya robot hanya akan bertugas sebagai penerima pesanan,  dan koki manusia hampir tidak mungkin tergantikan. Jadi, akan sulit  untuk robot yang hanya menerima resep untuk bersaing dengan koki manusia  yang dapat mengubah makanan sesuai dengan selera.
</content:encoded></item></channel></rss>
