<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Butuh Minyak Panas, Bisakah Kita Menggoreng Kentang di Luar Angkasa?</title><description>Pasalnya, minyak yang digunakan tentu akan mengambang dan pastinya sangat sulit untuk menggoreng.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/07/56/2826596/butuh-minyak-panas-bisakah-kita-menggoreng-kentang-di-luar-angkasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/07/56/2826596/butuh-minyak-panas-bisakah-kita-menggoreng-kentang-di-luar-angkasa"/><item><title>Butuh Minyak Panas, Bisakah Kita Menggoreng Kentang di Luar Angkasa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/07/56/2826596/butuh-minyak-panas-bisakah-kita-menggoreng-kentang-di-luar-angkasa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/07/56/2826596/butuh-minyak-panas-bisakah-kita-menggoreng-kentang-di-luar-angkasa</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2023 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/56/2826596/butuh-minyak-panas-bisakah-kita-menggoreng-kentang-di-luar-angkasa-sC4LiiG6FH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Astronot. (Foto: iStock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/56/2826596/butuh-minyak-panas-bisakah-kita-menggoreng-kentang-di-luar-angkasa-sC4LiiG6FH.jpg</image><title>Astronot. (Foto: iStock)</title></images><description>DI luar angkasa, beban gravitasi kita memang tidak akan seberat di bumi. Oleh karena itu, kita sering melihat para astronot bisa mengambang di angkasa lantaran gaya gravitasi yang sangat kecil.

Tidak hanya para astronot, barang-barang yang dibawa juga kebanyakan mengambang di angkasa termasuk air. Nah, lantas timbul satu pertanyaan yang mungkin banyak diajukan adalah: &quot;Bisakah kita menggoreng makanan di luar angkasa?&quot;

Para ilmuwan pun tertarik dengan fisika yang terlibat dalam memasak dengan minyak di luar angkasa. Pasalnya, minyak yang digunakan tentu akan mengambang dan pastinya sangat sulit untuk menggoreng.

BACA JUGA:
NASA Berhasil Rekam Detik-Detik UFO Muncul di Timur Tengah


Tapi penelitian terbaru oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) mengungkapkan bahwa menggoreng makanan di luar angkasa sangat dimungkinkan. Meskipun dalam kondisi yang tanpa gravitasi tersebut.

Memang, menggoreng telah menjadi metode memasak yang populer di seluruh dunia selama berabad-abad. Dengan teknik ini, maka panas mampu ditransfer dengan cepat, mencapai 375 derajat Celcius, dan menciptakan bagian luar yang renyah sekaligus menjaga bagian dalam tetap lembap.

Namun, menggoreng melibatkan lebih dari sekedar minyak, panas, dan makanan. Di Bumi ini, saat menggoreng produk makanan seperti kentang untuk kentang goreng, gelembung terbentuk di permukaan dan naik karena daya apung yang diciptakan oleh gravitasi.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Berhasil Dikloning, Ada Domba hingga Serigala


Laporan IFLScience mencatat bahwa di lingkungan khusus yaitu ruang angkasa, tidak pasti apakah ketiadaan gravitasi akan mempengaruhi pembentukan gelembung dan menghambat proses penggorengan. Para peneliti pun menyelidiki skenario mimpi buruk potensial dan menjelaskan fisika dan kimia makanan yang kompleks.

Tentunya, para ilmuwan tidak dapat melakukan eksperimen yang melibatkan minyak goreng dan suhu yang sangat tinggi di laboratorium luar angkasa. Jika ada kesalahan, maka bukan tidak mungkin para astronot tersebut akan menderita.

Karenannya, dibuatlah penggorengan otomatis yang khusus digunakan untuk melakukan percobaan dengan aman. Penggorengan tersebut dilengkapi dengan kamera berkecepatan tinggi untuk melacak pergerakan gelembung, dan dapat beroperasi tanpa bantuan manusia.Eksperimen dilakukan selama penerbangan parabola ESA, yang mampu  menciptakan lingkungan tanpa bobot mirip dengan gayaberat mikro. Studi  tersebut mengukur suhu minyak dan kentang dan mengamati bagaimana  gelembung berperilaku. Yang menggembirakan, hasil menunjukkan bahwa  gelembung terlepas dengan mudah dari permukaan kentang, bahkan dalam  kondisi gayaberat mikro.

Singkatnya, ini berarti bahwa astronot yang memulai misi jangka  panjang, seperti ke Mars, berpotensi menikmati makan kentang goreng di  luar angkasa. Namun, sebenarnya implikasi dari penelitian ini jauh hanya  sebatas kuliner semataa.

&amp;ldquo;Selain nutrisi dan kenyamanan, mempelajari proses menggoreng di luar  angkasa juga dapat mengarah pada kemajuan di berbagai bidang, mulai  dari perebusan tradisional hingga produksi hidrogen dari energi matahari  di luar angkasa,&amp;rdquo; kata John Lioumbas, penulis utama studi tersebut  seperti dilansir dari techtimes.

Temuan percobaan ini pun telah diterbitkan dalam jurnal Food Research  International, memberikan wawasan berharga tentang ilmu dasar memasak  di luar angkasa.

Profesor Thodoris Karapantsios dari Aristotle University of  Thessaloniki, anggota tim peneliti, menekankan kompleksitas dan daya  tarik fisika dan kimia di balik makanan. Studi ini menunjukkan bagaimana  pengetahuan ini dapat melampaui memasak dan berdampak pada disiplin  ilmu lainnya.

Sementara lebih banyak penelitian diperlukan untuk menyempurnakan  parameter tertentu, terobosan ini membuka jalan bagi para astronot untuk  menikmati menu yang lebih beragam selama misi luar angkasa mereka.
</description><content:encoded>DI luar angkasa, beban gravitasi kita memang tidak akan seberat di bumi. Oleh karena itu, kita sering melihat para astronot bisa mengambang di angkasa lantaran gaya gravitasi yang sangat kecil.

Tidak hanya para astronot, barang-barang yang dibawa juga kebanyakan mengambang di angkasa termasuk air. Nah, lantas timbul satu pertanyaan yang mungkin banyak diajukan adalah: &quot;Bisakah kita menggoreng makanan di luar angkasa?&quot;

Para ilmuwan pun tertarik dengan fisika yang terlibat dalam memasak dengan minyak di luar angkasa. Pasalnya, minyak yang digunakan tentu akan mengambang dan pastinya sangat sulit untuk menggoreng.

BACA JUGA:
NASA Berhasil Rekam Detik-Detik UFO Muncul di Timur Tengah


Tapi penelitian terbaru oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) mengungkapkan bahwa menggoreng makanan di luar angkasa sangat dimungkinkan. Meskipun dalam kondisi yang tanpa gravitasi tersebut.

Memang, menggoreng telah menjadi metode memasak yang populer di seluruh dunia selama berabad-abad. Dengan teknik ini, maka panas mampu ditransfer dengan cepat, mencapai 375 derajat Celcius, dan menciptakan bagian luar yang renyah sekaligus menjaga bagian dalam tetap lembap.

Namun, menggoreng melibatkan lebih dari sekedar minyak, panas, dan makanan. Di Bumi ini, saat menggoreng produk makanan seperti kentang untuk kentang goreng, gelembung terbentuk di permukaan dan naik karena daya apung yang diciptakan oleh gravitasi.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Berhasil Dikloning, Ada Domba hingga Serigala


Laporan IFLScience mencatat bahwa di lingkungan khusus yaitu ruang angkasa, tidak pasti apakah ketiadaan gravitasi akan mempengaruhi pembentukan gelembung dan menghambat proses penggorengan. Para peneliti pun menyelidiki skenario mimpi buruk potensial dan menjelaskan fisika dan kimia makanan yang kompleks.

Tentunya, para ilmuwan tidak dapat melakukan eksperimen yang melibatkan minyak goreng dan suhu yang sangat tinggi di laboratorium luar angkasa. Jika ada kesalahan, maka bukan tidak mungkin para astronot tersebut akan menderita.

Karenannya, dibuatlah penggorengan otomatis yang khusus digunakan untuk melakukan percobaan dengan aman. Penggorengan tersebut dilengkapi dengan kamera berkecepatan tinggi untuk melacak pergerakan gelembung, dan dapat beroperasi tanpa bantuan manusia.Eksperimen dilakukan selama penerbangan parabola ESA, yang mampu  menciptakan lingkungan tanpa bobot mirip dengan gayaberat mikro. Studi  tersebut mengukur suhu minyak dan kentang dan mengamati bagaimana  gelembung berperilaku. Yang menggembirakan, hasil menunjukkan bahwa  gelembung terlepas dengan mudah dari permukaan kentang, bahkan dalam  kondisi gayaberat mikro.

Singkatnya, ini berarti bahwa astronot yang memulai misi jangka  panjang, seperti ke Mars, berpotensi menikmati makan kentang goreng di  luar angkasa. Namun, sebenarnya implikasi dari penelitian ini jauh hanya  sebatas kuliner semataa.

&amp;ldquo;Selain nutrisi dan kenyamanan, mempelajari proses menggoreng di luar  angkasa juga dapat mengarah pada kemajuan di berbagai bidang, mulai  dari perebusan tradisional hingga produksi hidrogen dari energi matahari  di luar angkasa,&amp;rdquo; kata John Lioumbas, penulis utama studi tersebut  seperti dilansir dari techtimes.

Temuan percobaan ini pun telah diterbitkan dalam jurnal Food Research  International, memberikan wawasan berharga tentang ilmu dasar memasak  di luar angkasa.

Profesor Thodoris Karapantsios dari Aristotle University of  Thessaloniki, anggota tim peneliti, menekankan kompleksitas dan daya  tarik fisika dan kimia di balik makanan. Studi ini menunjukkan bagaimana  pengetahuan ini dapat melampaui memasak dan berdampak pada disiplin  ilmu lainnya.

Sementara lebih banyak penelitian diperlukan untuk menyempurnakan  parameter tertentu, terobosan ini membuka jalan bagi para astronot untuk  menikmati menu yang lebih beragam selama misi luar angkasa mereka.
</content:encoded></item></channel></rss>
