<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gara-Gara Status WhatsApp 3 Orang Remaja, Internet di Kota Ini Dimatikan</title><description>Penghentian layanan internet ini pun terjadi lantaran status WhatsApp tiga remaja.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/07/54/2826858/gara-gara-status-whatsapp-3-orang-remaja-internet-di-kota-ini-dimatikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/07/54/2826858/gara-gara-status-whatsapp-3-orang-remaja-internet-di-kota-ini-dimatikan"/><item><title>Gara-Gara Status WhatsApp 3 Orang Remaja, Internet di Kota Ini Dimatikan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/07/54/2826858/gara-gara-status-whatsapp-3-orang-remaja-internet-di-kota-ini-dimatikan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/07/54/2826858/gara-gara-status-whatsapp-3-orang-remaja-internet-di-kota-ini-dimatikan</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2023 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/54/2826858/gara-gara-status-whatsapp-3-orang-remaja-internet-di-kota-ini-dimatikan-uNzZdWkiMc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WhatsApp. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/54/2826858/gara-gara-status-whatsapp-3-orang-remaja-internet-di-kota-ini-dimatikan-uNzZdWkiMc.jpg</image><title>WhatsApp. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>PEMERINTAH India menghentikan layanan internet di seluruh kota Kolhapur, Kota utama dari Kolhapurin Maharashtra. Penghentian layanan internet ini pun terjadi lantaran status WhatsApp tiga remaja.

Dalam status WhatsApp tiga orang remaja tersebut, mereka memuji Kaisar Mughal Aurangzeb dan Raja Mysore Tipu Sultan. Status WhatsApp ketiga orang ini pun menjadi viral dan menyebabkan tawuran antara dua kelompok.

Mughal Aurangzeb atau Abul Muzaffar Muhiu 'd-Din Muhammad Aurangzeb Alamgir sendiri adalah nama seorang Raja besar Islam di daratan India pada abad ke-17. Sementara Raja Mysore Tipu Sultan adalah penguasa de facto dari Kesultanan Mysore di India dari tahun 1782.

BACA JUGA:
12 Game dan Aplikasi Terbaik Pilihan Apple di WWDC 2023


Chief Minister Menteri Maharashtra Eknath Shinde dan Vice Chief Minister Devendra Fadnavis pun meminta masyarakat untuk menjaga ketenangan.

&quot;Kami mengimbau orang-orang untuk menjaga perdamaian. Kami tidak akan mentolerir segala yang mengagumkan Aurangzeb. Ini adalah negara bagian Chhatrapati Shivaji Maharaj,&quot; kata Fadnavis seperti dilansir dari times of news.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Berhasil Dikloning, Ada Domba hingga Serigala


Status WhatsApp tersebut memang membuat banyak orang protes dan menjadi bentrokan yang pecah antara dua kelompok. Bentrokan pun pecah sebagai akibat dari status WhatsApp yang dipasang oleh tiga anak remaja.

&quot;Merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menjaga hukum dan ketertiban di negara bagian. Saya juga mengimbau masyarakat untuk damai dan tenang. Penyelidikan polisi sedang berlangsung dan tindakan akan diambil terhadap mereka terbukti bersalah,&quot; kata Maharashtra CM Eknath Shinde.Sumber kepolisian mengatakan kepada News18 bahwa para remaja telah  ditahan, menambahkan bahwa mereka yang ditahan karena terlibat  pelemparan batu FIR. Lebih dari lima penangkapan telah dilakukan dan 20  orang telah ditahan sejauh ini.

&amp;ldquo;Beberapa organisasi telah menyerukan bandh Kolhapur dan anggota  organisasi ini berkumpul di Shivaji Chowk hari ini. Setelah demonstrasi  mereka berakhir, massa mulai membubarkan diri,&quot; kata kantor berita PTI  mengutip Inspektur Polisi Kolhapur Mahendra Pandit.

&quot;Tetapi beberapa provokator mulai melempari batu, memaksa polisi  untuk menggunakan kekerasan terhadap orang-orang ini untuk membubarkan  mereka,&amp;rdquo; tambahnya.
</description><content:encoded>PEMERINTAH India menghentikan layanan internet di seluruh kota Kolhapur, Kota utama dari Kolhapurin Maharashtra. Penghentian layanan internet ini pun terjadi lantaran status WhatsApp tiga remaja.

Dalam status WhatsApp tiga orang remaja tersebut, mereka memuji Kaisar Mughal Aurangzeb dan Raja Mysore Tipu Sultan. Status WhatsApp ketiga orang ini pun menjadi viral dan menyebabkan tawuran antara dua kelompok.

Mughal Aurangzeb atau Abul Muzaffar Muhiu 'd-Din Muhammad Aurangzeb Alamgir sendiri adalah nama seorang Raja besar Islam di daratan India pada abad ke-17. Sementara Raja Mysore Tipu Sultan adalah penguasa de facto dari Kesultanan Mysore di India dari tahun 1782.

BACA JUGA:
12 Game dan Aplikasi Terbaik Pilihan Apple di WWDC 2023


Chief Minister Menteri Maharashtra Eknath Shinde dan Vice Chief Minister Devendra Fadnavis pun meminta masyarakat untuk menjaga ketenangan.

&quot;Kami mengimbau orang-orang untuk menjaga perdamaian. Kami tidak akan mentolerir segala yang mengagumkan Aurangzeb. Ini adalah negara bagian Chhatrapati Shivaji Maharaj,&quot; kata Fadnavis seperti dilansir dari times of news.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Berhasil Dikloning, Ada Domba hingga Serigala


Status WhatsApp tersebut memang membuat banyak orang protes dan menjadi bentrokan yang pecah antara dua kelompok. Bentrokan pun pecah sebagai akibat dari status WhatsApp yang dipasang oleh tiga anak remaja.

&quot;Merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menjaga hukum dan ketertiban di negara bagian. Saya juga mengimbau masyarakat untuk damai dan tenang. Penyelidikan polisi sedang berlangsung dan tindakan akan diambil terhadap mereka terbukti bersalah,&quot; kata Maharashtra CM Eknath Shinde.Sumber kepolisian mengatakan kepada News18 bahwa para remaja telah  ditahan, menambahkan bahwa mereka yang ditahan karena terlibat  pelemparan batu FIR. Lebih dari lima penangkapan telah dilakukan dan 20  orang telah ditahan sejauh ini.

&amp;ldquo;Beberapa organisasi telah menyerukan bandh Kolhapur dan anggota  organisasi ini berkumpul di Shivaji Chowk hari ini. Setelah demonstrasi  mereka berakhir, massa mulai membubarkan diri,&quot; kata kantor berita PTI  mengutip Inspektur Polisi Kolhapur Mahendra Pandit.

&quot;Tetapi beberapa provokator mulai melempari batu, memaksa polisi  untuk menggunakan kekerasan terhadap orang-orang ini untuk membubarkan  mereka,&amp;rdquo; tambahnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
