<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dicetuskan oleh Nikola Tesla, Home Automation Sebenarnya Sudah Ada Sejak 1869</title><description>Pada 1984, konsep &amp;ldquo;Smart Home&amp;rdquo; mulai muncul.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/06/54/2826100/dicetuskan-oleh-nikola-tesla-home-automation-sebenarnya-sudah-ada-sejak-1869</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/06/54/2826100/dicetuskan-oleh-nikola-tesla-home-automation-sebenarnya-sudah-ada-sejak-1869"/><item><title>Dicetuskan oleh Nikola Tesla, Home Automation Sebenarnya Sudah Ada Sejak 1869</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/06/54/2826100/dicetuskan-oleh-nikola-tesla-home-automation-sebenarnya-sudah-ada-sejak-1869</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/06/54/2826100/dicetuskan-oleh-nikola-tesla-home-automation-sebenarnya-sudah-ada-sejak-1869</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2023 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/06/54/2826100/dicetuskan-oleh-nikola-tesla-home-automation-sebenarnya-sudah-ada-sejak-1869-pSpEi050FD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Smart Home. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/06/54/2826100/dicetuskan-oleh-nikola-tesla-home-automation-sebenarnya-sudah-ada-sejak-1869-pSpEi050FD.jpg</image><title>Ilustrasi Smart Home. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>TEKNOLOGI rumah pintar atau smart home memang semakin digemari oleh masyarakat. Dengan adanya home automation maka kita bisa menjadwalkan segala sesuatunya dan tentu saja memantaunya dari mana saja.

Home automation merupakan teknologi yang tersambung ke sejumlah perangkat yang berada di rumah dan memungkinkan pengguna dapat memantau dan/atau mengontrol perangkat tersebut dari berbagai tempat.

BACA JUGA:
WWDC 2023, Ini Sederet Kejutan yang Dihadirkan Apple di Hari Pertama


Menariknya, teknologi ini telah lahir sejak abad ke-19, yaitu pada 1869 dengan penemuan remote control oleh Nikola Tesla. Remote control ini digunakan untuk mengoperasikan kapal mainan. Berlanjut ke abad 20 di masa 1900 hingga 1920 dengan adanya revolusi perangkat pada peralatan rumah tangga seperti pemanggang roti, mesin pencuci, kulkas, dan lain-lain.

Pada 1960, untuk kali pertama Komputer ECHO IV diciptakan untuk memenuhi beberapa fungsi peralatan rumah tangga. Pada 1984, konsep &amp;ldquo;Smart Home&amp;rdquo; mulai muncul. Berlanjut ke 1990-an, masyarakat mulai marak menggunakan Clapper, adapun penggunaan teknologi ini dianggap sebagai langkah awal menuju home automation. Home automation terus berkembang hingga awal abad ke-21 saat ini, perkembangan ini membuat home automation dapat dinikmati oleh banyak orang.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Berhasil Dikloning, Ada Domba hingga Serigala


Home automation memberikan keuntungan kepada masyarakat, yaitu perangkat dapat dikontrol secara jauh (remote access), meningkatkan kenyamanan kepada pengguna, meningkatkan rasa aman, hingga memberikan efisiensi energi.

Terdapat tiga elemen penting dalam menerapkan home automation, yaitu controller yang mengacu kepada perangkat yang dapat mengatur home automation, actuator yang mengacu pada saklar atau penggerak mekanisme atau sistem, dan sensor untuk memonitor perubahan.
&amp;ldquo;Home automation dari perangkat Smart Home yang dapat dikontrol  melalui aplikasi sedang populer di masyarakat,&quot; kata Marketing Manager  TP-Link Indonesia, Defrie D Gunawan dalam keterangan tertulisnya.

Salah satu perangkat automation adalah smart motion sensor seperti  TAPO T100, sehingga pengguna dapat menikmati hands-free motion control  dimana saat sensor mendeteksi pergerakan, perangkat pintar di rumah  dapat diaktifkan maupun dimatikan tanpa perlu disentuh ataupun buka  aplikasinya. Hal ini tentunya bisa memberikan efisiensi dari segi waktu  dan energi listrik.

Smart motion sensor biasanya bisa mendeteksi dengan jarak beberapa  meter dengan sudut pandang derajat yang dapat diatur sensitivitasnya  dengan mudah. Biasanya perangkat pintar ini pun ada yang menggunakan  baterai eksternal ataupun baterai tanam yang bisa dicharge.
</description><content:encoded>TEKNOLOGI rumah pintar atau smart home memang semakin digemari oleh masyarakat. Dengan adanya home automation maka kita bisa menjadwalkan segala sesuatunya dan tentu saja memantaunya dari mana saja.

Home automation merupakan teknologi yang tersambung ke sejumlah perangkat yang berada di rumah dan memungkinkan pengguna dapat memantau dan/atau mengontrol perangkat tersebut dari berbagai tempat.

BACA JUGA:
WWDC 2023, Ini Sederet Kejutan yang Dihadirkan Apple di Hari Pertama


Menariknya, teknologi ini telah lahir sejak abad ke-19, yaitu pada 1869 dengan penemuan remote control oleh Nikola Tesla. Remote control ini digunakan untuk mengoperasikan kapal mainan. Berlanjut ke abad 20 di masa 1900 hingga 1920 dengan adanya revolusi perangkat pada peralatan rumah tangga seperti pemanggang roti, mesin pencuci, kulkas, dan lain-lain.

Pada 1960, untuk kali pertama Komputer ECHO IV diciptakan untuk memenuhi beberapa fungsi peralatan rumah tangga. Pada 1984, konsep &amp;ldquo;Smart Home&amp;rdquo; mulai muncul. Berlanjut ke 1990-an, masyarakat mulai marak menggunakan Clapper, adapun penggunaan teknologi ini dianggap sebagai langkah awal menuju home automation. Home automation terus berkembang hingga awal abad ke-21 saat ini, perkembangan ini membuat home automation dapat dinikmati oleh banyak orang.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Berhasil Dikloning, Ada Domba hingga Serigala


Home automation memberikan keuntungan kepada masyarakat, yaitu perangkat dapat dikontrol secara jauh (remote access), meningkatkan kenyamanan kepada pengguna, meningkatkan rasa aman, hingga memberikan efisiensi energi.

Terdapat tiga elemen penting dalam menerapkan home automation, yaitu controller yang mengacu kepada perangkat yang dapat mengatur home automation, actuator yang mengacu pada saklar atau penggerak mekanisme atau sistem, dan sensor untuk memonitor perubahan.
&amp;ldquo;Home automation dari perangkat Smart Home yang dapat dikontrol  melalui aplikasi sedang populer di masyarakat,&quot; kata Marketing Manager  TP-Link Indonesia, Defrie D Gunawan dalam keterangan tertulisnya.

Salah satu perangkat automation adalah smart motion sensor seperti  TAPO T100, sehingga pengguna dapat menikmati hands-free motion control  dimana saat sensor mendeteksi pergerakan, perangkat pintar di rumah  dapat diaktifkan maupun dimatikan tanpa perlu disentuh ataupun buka  aplikasinya. Hal ini tentunya bisa memberikan efisiensi dari segi waktu  dan energi listrik.

Smart motion sensor biasanya bisa mendeteksi dengan jarak beberapa  meter dengan sudut pandang derajat yang dapat diatur sensitivitasnya  dengan mudah. Biasanya perangkat pintar ini pun ada yang menggunakan  baterai eksternal ataupun baterai tanam yang bisa dicharge.
</content:encoded></item></channel></rss>
