<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Api Misterius Berusia 6.000 Tahun Ditemukan di Bawah Tanah, Panasnya Bisa Capai 1.000 Derajat Celcius</title><description>Ketika para penjelajah menemukan api tersebut, pada awalnya mereka mengira itu adalah gunung berapi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/06/326/2826262/api-misterius-berusia-6-000-tahun-ditemukan-di-bawah-tanah-panasnya-bisa-capai-1-000-derajat-celcius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/06/326/2826262/api-misterius-berusia-6-000-tahun-ditemukan-di-bawah-tanah-panasnya-bisa-capai-1-000-derajat-celcius"/><item><title>Api Misterius Berusia 6.000 Tahun Ditemukan di Bawah Tanah, Panasnya Bisa Capai 1.000 Derajat Celcius</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/06/326/2826262/api-misterius-berusia-6-000-tahun-ditemukan-di-bawah-tanah-panasnya-bisa-capai-1-000-derajat-celcius</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/06/326/2826262/api-misterius-berusia-6-000-tahun-ditemukan-di-bawah-tanah-panasnya-bisa-capai-1-000-derajat-celcius</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2023 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/06/326/2826262/api-misterius-berusia-6-000-tahun-ditemukan-di-bawah-tanah-panasnya-bisa-capai-1-000-derajat-celcius-qA6gBCRksL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Burning Mountain. (Foto: Pexel)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/06/326/2826262/api-misterius-berusia-6-000-tahun-ditemukan-di-bawah-tanah-panasnya-bisa-capai-1-000-derajat-celcius-qA6gBCRksL.jpg</image><title>Burning Mountain. (Foto: Pexel)</title></images><description>API abadi bisa terjadi ketika ada gas alam dari dalam tanah yang kemudian tersulut api, sehingga tercipta api yang tidak pernah padam. Api tersebut bisa menyala bahkan sampai ribuan tahun.
Nah, baru-baru ini ditemukan api abadi misterius di bawah tanah, yang diperkirakan telah menyala lebih dari 6.000 tahun. Api yang berkobar itu disebut Burning Mountain yang dapat ditemukan di New South Wales. Ketika para penjelajah menemukan api tersebut, pada awalnya mereka mengira itu adalah gunung berapi.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Berhasil Dikloning, Ada Domba hingga Serigala

Namun belakangan diketahui bahwa situs tersebut merupakan api tertua di dunia yang belum padam sama sekali selama ribuan tahun. Bahkan sebagian ilmuwan percaya usianya melebihi 6.000 tahun.
Seperti dilansir dari IFL Science, api misterius itu berada 30 meter di bawah tanah di Gunung Wingen. Kata Wingen ini berarti &quot;api&quot; dalam bahasa masyarakat setempat. Letak api yang berada di bawah tanah membuatnya sulit untuk dilihat dan diukur, namun keberadaannya sangat mudah ditemukan lantaran kepulan asap yang terus keluar dari gunung.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?

Meskipun begitu, ilmuwan tetap mencoba untuk memperkirakan ukurannya. Tak hanya itu, suhu api tersebut juga sangat tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Profesor Ilmu Api Imperial College London, Guillermo Rein.
&quot;Tidak ada yang tahu ukuran api di bawah Burning Mountain, Anda hanya bisa menyimpulkannya. Itu kemungkinan seperti bola berdiameter sekitar 5 hingga 10 meter, mencapai suhu 1.000 derajat Celcius,&quot; kata Rein kepada Science Alert tahun lalu.Adapun kemunculan api tersebut dipicu karena tumpukan batu bara di  bawah gunung. Api tersebut kemudian merayap melalui batu bara dengan  kecepatan 1 meter per tahun.
Perkiraan usianya diperoleh dengan cara mengukur jalur api yang  membentang sekitar 6,5 kilometer dan laju kebakarannya. Sampai saat ini  sebenarnya tidak ada yang mengetahui pasti kapan fenomena ini dumulai.
Selain itu tidak diketahui juga bagaimana proses awal terbentuknya  api ini. Beberapa dugaan terkuat menyebutkan bahwa sambaran petir atau  api semak yang besar merupakan hal yang memulai fenomena ini. Jadi  kemungkinan besar asalnya bukan dari perbuatan manusia.
Proresor Rein yang mengunjungi Burning Mountain mengatakan bahwa  panas yang keluar dari api itu membuat area seluas 50 meter di sekitar  puncaknya tidak ada tumbuhan apapun.
Fenomena serupa juga telah ditemukan di beberapa negara lain.  Misalnya, kebakaran tambang Centralia di Pennsylvania yang terbentuk  secara tidak sengaja tahun 1962. Apinya masih menyala hingga hari ini  dan diperkirakan bertahan hingga ratusan tahun lagi.</description><content:encoded>API abadi bisa terjadi ketika ada gas alam dari dalam tanah yang kemudian tersulut api, sehingga tercipta api yang tidak pernah padam. Api tersebut bisa menyala bahkan sampai ribuan tahun.
Nah, baru-baru ini ditemukan api abadi misterius di bawah tanah, yang diperkirakan telah menyala lebih dari 6.000 tahun. Api yang berkobar itu disebut Burning Mountain yang dapat ditemukan di New South Wales. Ketika para penjelajah menemukan api tersebut, pada awalnya mereka mengira itu adalah gunung berapi.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Berhasil Dikloning, Ada Domba hingga Serigala

Namun belakangan diketahui bahwa situs tersebut merupakan api tertua di dunia yang belum padam sama sekali selama ribuan tahun. Bahkan sebagian ilmuwan percaya usianya melebihi 6.000 tahun.
Seperti dilansir dari IFL Science, api misterius itu berada 30 meter di bawah tanah di Gunung Wingen. Kata Wingen ini berarti &quot;api&quot; dalam bahasa masyarakat setempat. Letak api yang berada di bawah tanah membuatnya sulit untuk dilihat dan diukur, namun keberadaannya sangat mudah ditemukan lantaran kepulan asap yang terus keluar dari gunung.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?

Meskipun begitu, ilmuwan tetap mencoba untuk memperkirakan ukurannya. Tak hanya itu, suhu api tersebut juga sangat tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Profesor Ilmu Api Imperial College London, Guillermo Rein.
&quot;Tidak ada yang tahu ukuran api di bawah Burning Mountain, Anda hanya bisa menyimpulkannya. Itu kemungkinan seperti bola berdiameter sekitar 5 hingga 10 meter, mencapai suhu 1.000 derajat Celcius,&quot; kata Rein kepada Science Alert tahun lalu.Adapun kemunculan api tersebut dipicu karena tumpukan batu bara di  bawah gunung. Api tersebut kemudian merayap melalui batu bara dengan  kecepatan 1 meter per tahun.
Perkiraan usianya diperoleh dengan cara mengukur jalur api yang  membentang sekitar 6,5 kilometer dan laju kebakarannya. Sampai saat ini  sebenarnya tidak ada yang mengetahui pasti kapan fenomena ini dumulai.
Selain itu tidak diketahui juga bagaimana proses awal terbentuknya  api ini. Beberapa dugaan terkuat menyebutkan bahwa sambaran petir atau  api semak yang besar merupakan hal yang memulai fenomena ini. Jadi  kemungkinan besar asalnya bukan dari perbuatan manusia.
Proresor Rein yang mengunjungi Burning Mountain mengatakan bahwa  panas yang keluar dari api itu membuat area seluas 50 meter di sekitar  puncaknya tidak ada tumbuhan apapun.
Fenomena serupa juga telah ditemukan di beberapa negara lain.  Misalnya, kebakaran tambang Centralia di Pennsylvania yang terbentuk  secara tidak sengaja tahun 1962. Apinya masih menyala hingga hari ini  dan diperkirakan bertahan hingga ratusan tahun lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
