<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Berhasil Ekstrak Senyawa Rahasia dari Ubur-Ubur yang Bisa Revolusi Pasar</title><description>Tim peneliti dari Universitas Teknologi Nanjing dianugerahi hadiah nasional tertinggi untuk inovasi atas pekerjaan mereka.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/05/56/2825447/peneliti-berhasil-ekstrak-senyawa-rahasia-dari-ubur-ubur-yang-bisa-revolusi-pasar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/05/56/2825447/peneliti-berhasil-ekstrak-senyawa-rahasia-dari-ubur-ubur-yang-bisa-revolusi-pasar"/><item><title>Peneliti Berhasil Ekstrak Senyawa Rahasia dari Ubur-Ubur yang Bisa Revolusi Pasar</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/05/56/2825447/peneliti-berhasil-ekstrak-senyawa-rahasia-dari-ubur-ubur-yang-bisa-revolusi-pasar</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/05/56/2825447/peneliti-berhasil-ekstrak-senyawa-rahasia-dari-ubur-ubur-yang-bisa-revolusi-pasar</guid><pubDate>Senin 05 Juni 2023 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/05/56/2825447/peneliti-berhasil-ekstrak-senyawa-rahasia-dari-ubur-ubur-yang-bisa-revolusi-pasar-GPBkCLwxJd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ubur-Ubur. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/05/56/2825447/peneliti-berhasil-ekstrak-senyawa-rahasia-dari-ubur-ubur-yang-bisa-revolusi-pasar-GPBkCLwxJd.jpg</image><title>Ubur-Ubur. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>PENELITI di China akhirnya mengungkap senyawa rahasia yang ditemukan dalam ubur-ubur yang dapat merevolusi pasar senilai 100 miliar yuan atau USD14 miliar (Rp208 triliun). Senyawa ini pun bisa digunakan untuk obat-obatan dan kosmetik hingga pupuk.

Penemuan ini mengarah pada produksi senyawa dalam skala besar yang dikenal sebagai asam poliglutamat (PGA). Senyawa ini pun memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menahan air. Karena kontribusi ini, Tim peneliti dari Universitas Teknologi Nanjing dianugerahi hadiah nasional tertinggi untuk inovasi atas pekerjaan mereka.

Ubur-ubur dapat berkembang di lingkungan laut bertekanan tinggi dan bersalinitas tinggi tanpa mengalami dehidrasi. Kemampuannya ini dimungkinkan oleh polimer biologis di dalam tubuhnya yang disebut asam poliglutamat, atau PGA.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


PGA memiliki kelarutan air yang sangat baik, kapasitas penyerapan yang kuat, dan dapat terurai secara hayati. Kualitas tersebut membuatnya menjadi bahan potensial yang diinginkan dalam kosmetik dan makanan, yang dapat membantu mengunci kelembapan.

Dan di saat meningkatnya kekhawatiran global tentang kerawanan pangan, PGA dapat bertindak sebagai pupuk hayati, meningkatkan hasil panen sambil membantu pelepasan pupuk dan air secara perlahan, menurut para peneliti. Selain ubur-ubur, senyawa tersebut hanya bisa ditemukan di natto, makanan fermentasi tradisional Jepang.

BACA JUGA:
10 Hewan yang Punya Wujud Mengerikan, Tapi Aslinya Jinak


&amp;ldquo;Kami membutuhkan satu dekade penuh untuk memproduksi dan mengekstraksi asam poliglutamat di laboratorium menggunakan fermentasi mikroba,&amp;rdquo; kata profesor Xu Hong, ilmuwan utama tim tersebut, seperti dilansir dari SCMP.

Perjalanan tersebut pun menemui banyak kendala, eksperimen dengan strain bakteri tradisional menghasilkan hasil yang rendah dan para ilmuwan hanya mampu mengumpulkan produk akhir dalam jumlah minimal. Komponen kompleks dalam fermentasi ini pun sulit dipisahkan dan dimurnikan, menyebabkan produksi yang sangat lambat.Setelah mengungkap mekanisme yang menggerakkan metabolisme mikroba,  tim Xu memelopori proses untuk mengurutkan genom dari bakteri yang  digunakan untuk produksi. Hasilnya adalah teknologi pemuliaan baru untuk  menyaring strain yang paling cocok. Mereka juga mengadopsi teknik unik  untuk mengekstraksi PGA dengan kemurnian tinggi dari produk fermentasi.

Tim Xu sejak itu berkolaborasi dengan Nanjing Shineking Biotech untuk  membangun lini produksi PGA pertama di dunia, dengan kapasitas tahunan  sebesar 100.000 ton. Produk ini pun dapat memberikan aplikasi yang luas  di berbagai bidang termasuk pertanian, kosmetik dan makanan, dan  diekspor ke Eropa dan Asia Tenggara.

&amp;ldquo;Produk asam poliglutamat kami 30 persen lebih terkonsentrasi  daripada produk lanjutan internasional. Tingkat konversi substrat  reaktan meningkat lebih dari dua kali lipat, dan jumlah etanol yang  digunakan dalam produksi telah berkurang secara signifikan,&amp;rdquo; kata salah  satu pendiri Nanjing Shineking Biotech, Feng Xiaohai.

Atas kontribusi ilmiahnya, Xu Hong dianugerahi Penghargaan Inovasi  Nasional pada 30 Mei oleh Asosiasi Sains dan Teknologi China bekerja  sama dengan Kementerian Sains dan Teknologi.
</description><content:encoded>PENELITI di China akhirnya mengungkap senyawa rahasia yang ditemukan dalam ubur-ubur yang dapat merevolusi pasar senilai 100 miliar yuan atau USD14 miliar (Rp208 triliun). Senyawa ini pun bisa digunakan untuk obat-obatan dan kosmetik hingga pupuk.

Penemuan ini mengarah pada produksi senyawa dalam skala besar yang dikenal sebagai asam poliglutamat (PGA). Senyawa ini pun memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menahan air. Karena kontribusi ini, Tim peneliti dari Universitas Teknologi Nanjing dianugerahi hadiah nasional tertinggi untuk inovasi atas pekerjaan mereka.

Ubur-ubur dapat berkembang di lingkungan laut bertekanan tinggi dan bersalinitas tinggi tanpa mengalami dehidrasi. Kemampuannya ini dimungkinkan oleh polimer biologis di dalam tubuhnya yang disebut asam poliglutamat, atau PGA.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


PGA memiliki kelarutan air yang sangat baik, kapasitas penyerapan yang kuat, dan dapat terurai secara hayati. Kualitas tersebut membuatnya menjadi bahan potensial yang diinginkan dalam kosmetik dan makanan, yang dapat membantu mengunci kelembapan.

Dan di saat meningkatnya kekhawatiran global tentang kerawanan pangan, PGA dapat bertindak sebagai pupuk hayati, meningkatkan hasil panen sambil membantu pelepasan pupuk dan air secara perlahan, menurut para peneliti. Selain ubur-ubur, senyawa tersebut hanya bisa ditemukan di natto, makanan fermentasi tradisional Jepang.

BACA JUGA:
10 Hewan yang Punya Wujud Mengerikan, Tapi Aslinya Jinak


&amp;ldquo;Kami membutuhkan satu dekade penuh untuk memproduksi dan mengekstraksi asam poliglutamat di laboratorium menggunakan fermentasi mikroba,&amp;rdquo; kata profesor Xu Hong, ilmuwan utama tim tersebut, seperti dilansir dari SCMP.

Perjalanan tersebut pun menemui banyak kendala, eksperimen dengan strain bakteri tradisional menghasilkan hasil yang rendah dan para ilmuwan hanya mampu mengumpulkan produk akhir dalam jumlah minimal. Komponen kompleks dalam fermentasi ini pun sulit dipisahkan dan dimurnikan, menyebabkan produksi yang sangat lambat.Setelah mengungkap mekanisme yang menggerakkan metabolisme mikroba,  tim Xu memelopori proses untuk mengurutkan genom dari bakteri yang  digunakan untuk produksi. Hasilnya adalah teknologi pemuliaan baru untuk  menyaring strain yang paling cocok. Mereka juga mengadopsi teknik unik  untuk mengekstraksi PGA dengan kemurnian tinggi dari produk fermentasi.

Tim Xu sejak itu berkolaborasi dengan Nanjing Shineking Biotech untuk  membangun lini produksi PGA pertama di dunia, dengan kapasitas tahunan  sebesar 100.000 ton. Produk ini pun dapat memberikan aplikasi yang luas  di berbagai bidang termasuk pertanian, kosmetik dan makanan, dan  diekspor ke Eropa dan Asia Tenggara.

&amp;ldquo;Produk asam poliglutamat kami 30 persen lebih terkonsentrasi  daripada produk lanjutan internasional. Tingkat konversi substrat  reaktan meningkat lebih dari dua kali lipat, dan jumlah etanol yang  digunakan dalam produksi telah berkurang secara signifikan,&amp;rdquo; kata salah  satu pendiri Nanjing Shineking Biotech, Feng Xiaohai.

Atas kontribusi ilmiahnya, Xu Hong dianugerahi Penghargaan Inovasi  Nasional pada 30 Mei oleh Asosiasi Sains dan Teknologi China bekerja  sama dengan Kementerian Sains dan Teknologi.
</content:encoded></item></channel></rss>
