<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Facebook hingga TikTok Digugat karena Dianggap Sumber Krisis Kesehatan Mental Anak</title><description>Pasalnya, banyak komentar-komentar negatif yang ada di internet malah membuat orang depresi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/04/54/2824949/facebook-hingga-tiktok-digugat-karena-dianggap-sumber-krisis-kesehatan-mental-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/04/54/2824949/facebook-hingga-tiktok-digugat-karena-dianggap-sumber-krisis-kesehatan-mental-anak"/><item><title>Facebook hingga TikTok Digugat karena Dianggap Sumber Krisis Kesehatan Mental Anak</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/04/54/2824949/facebook-hingga-tiktok-digugat-karena-dianggap-sumber-krisis-kesehatan-mental-anak</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/04/54/2824949/facebook-hingga-tiktok-digugat-karena-dianggap-sumber-krisis-kesehatan-mental-anak</guid><pubDate>Senin 05 Juni 2023 08:09 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/04/54/2824949/facebook-hingga-tiktok-digugat-karena-dianggap-sumber-krisis-kesehatan-mental-anak-eMHHdGzsgm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Media Sosial. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/04/54/2824949/facebook-hingga-tiktok-digugat-karena-dianggap-sumber-krisis-kesehatan-mental-anak-eMHHdGzsgm.jpg</image><title>Ilustrasi Media Sosial. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>ANAK-ANAK jaman sekarang memang lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial. Tapi, media sosial sebenarnya bukan tempat yang baik untuk bersosialisasi dan menghabiskan waktu.

Pasalnya, banyak komentar-komentar negatif yang ada di internet malah membuat orang depresi. Apalagi, jika komentar-komentar tersebut diarahkan pada anak-anak yang mentalnya masih labil.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


Tidak heran jika sebuah distrik sekolah di Maryland, Amerika Serikat (AS) menggugat perusahaan Meta, Google, Snap, dan ByteDance (perusahaan yang menaungi Tiktok) karena platform media sosial dari perusahaan tersebut dianggap menjadi penyebab krisis kesehatan mental para murid di sana.

Dilaporkan oleh The Verge, seperti dikutip dari Antara, gugatan tersebut diajukan oleh Howard County Public School System (HCPSS). Badan distrik sekolah tersebut mengklaim media sosial adalah produk adiktif dan berbahaya yang mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku anak-anak.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


Gugatan HCPSS mengutip daftar fitur dari sejumlah media sosial seperti Instagram, Facebook, YouTube, Snapchat, dan Tiktok yang dianggap membahayakan anak-anak seperti fitur for your page (FYP) pada Tiktok dan algoritma rekomendasi konten di Facebook dan Instagram.

Beberapa tuduhan lain yang dilayangkan HCPSS adalah efek perbandingan sosial negatif dan tidak sehat dari konten pada sejumlah media sosial yang menyebabkan permasalahan pada mental dan fisik anak.Selain itu, setiap aplikasi media sosial juga dianggap memiliki fitur  kontrol orang tua dan keamanan konten yang buruk sehingga dituduh  mempromosikan eksploitasi seksual anak.

Meta, Google, dan Snap menyangkal tuduhan tersebut di mana  masing-masing perusahaan mengklaim mereka terus memblokir konten  berbahaya dan melakukan penyaringan agar konten yang akan ditampilkan  aman dilihat anak-anak.

Tidak hanya di Maryland, distrik sekolah di Florida, California,  Pennsylvania, New Jersey, Alabama, Tennessee, negara bagian Washington,  dan wilayah lain juga melayangkan gugatan serupa terkait dengan efek  negatif media sosial terhadap kesehatan mental anak.
</description><content:encoded>ANAK-ANAK jaman sekarang memang lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial. Tapi, media sosial sebenarnya bukan tempat yang baik untuk bersosialisasi dan menghabiskan waktu.

Pasalnya, banyak komentar-komentar negatif yang ada di internet malah membuat orang depresi. Apalagi, jika komentar-komentar tersebut diarahkan pada anak-anak yang mentalnya masih labil.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


Tidak heran jika sebuah distrik sekolah di Maryland, Amerika Serikat (AS) menggugat perusahaan Meta, Google, Snap, dan ByteDance (perusahaan yang menaungi Tiktok) karena platform media sosial dari perusahaan tersebut dianggap menjadi penyebab krisis kesehatan mental para murid di sana.

Dilaporkan oleh The Verge, seperti dikutip dari Antara, gugatan tersebut diajukan oleh Howard County Public School System (HCPSS). Badan distrik sekolah tersebut mengklaim media sosial adalah produk adiktif dan berbahaya yang mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku anak-anak.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


Gugatan HCPSS mengutip daftar fitur dari sejumlah media sosial seperti Instagram, Facebook, YouTube, Snapchat, dan Tiktok yang dianggap membahayakan anak-anak seperti fitur for your page (FYP) pada Tiktok dan algoritma rekomendasi konten di Facebook dan Instagram.

Beberapa tuduhan lain yang dilayangkan HCPSS adalah efek perbandingan sosial negatif dan tidak sehat dari konten pada sejumlah media sosial yang menyebabkan permasalahan pada mental dan fisik anak.Selain itu, setiap aplikasi media sosial juga dianggap memiliki fitur  kontrol orang tua dan keamanan konten yang buruk sehingga dituduh  mempromosikan eksploitasi seksual anak.

Meta, Google, dan Snap menyangkal tuduhan tersebut di mana  masing-masing perusahaan mengklaim mereka terus memblokir konten  berbahaya dan melakukan penyaringan agar konten yang akan ditampilkan  aman dilihat anak-anak.

Tidak hanya di Maryland, distrik sekolah di Florida, California,  Pennsylvania, New Jersey, Alabama, Tennessee, negara bagian Washington,  dan wilayah lain juga melayangkan gugatan serupa terkait dengan efek  negatif media sosial terhadap kesehatan mental anak.
</content:encoded></item></channel></rss>
