<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anti-Mainstream, Jepang Ingin Luncurkan Satelit dari Kayu</title><description>Kayu magnolia terbukti punya daya kerja yang relatif tinggi, stabilitas dimensi, dan kekuatan lebih besar.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/03/54/2824516/anti-mainstream-jepang-ingin-luncurkan-satelit-dari-kayu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/03/54/2824516/anti-mainstream-jepang-ingin-luncurkan-satelit-dari-kayu"/><item><title>Anti-Mainstream, Jepang Ingin Luncurkan Satelit dari Kayu</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/03/54/2824516/anti-mainstream-jepang-ingin-luncurkan-satelit-dari-kayu</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/03/54/2824516/anti-mainstream-jepang-ingin-luncurkan-satelit-dari-kayu</guid><pubDate>Sabtu 03 Juni 2023 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/03/54/2824516/anti-mainstream-jepang-ingin-luncurkan-satelit-dari-kayu-aZORkpdCpG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satelit Kayu. (Foto: KyotoU Global Comms/Jake Tobiyama)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/03/54/2824516/anti-mainstream-jepang-ingin-luncurkan-satelit-dari-kayu-aZORkpdCpG.jpg</image><title>Satelit Kayu. (Foto: KyotoU Global Comms/Jake Tobiyama)</title></images><description>JEPANG ingin membuat sebuah gebrakan baru untuk dunia antariksa. Mereka berencana untuk meluncurkan satelit yang terbuat dari kayu ke orbit pada tahun 2024 mendatang.

Rencana ini semakin mantap setelah hasil uji coba baru-baru ini menunjukkan tiga spesimen kayu dapat bertahan di luar angkasa dalam waktu yang cukup lama. Menariknya lagi, kayu tersebut tidak bengkok atau pun rusak.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


Adapun rencana ini diinisasi oleh Universitas Kyoto bekerja sama dengan Sumitomo Foresty memulai proyek LignoSat Space Wood pada tahun 2020. Mereka pun kemudian mencoba meluncurkan tiga sampel kayu berbeda ke International Space Station (ISS).

Sampel itu disimpan ke modul Japanese Experimental Kibo Module yang mana penel tersebut terpapar ke luar angkasa selama 10 bulan tahun 2022 lalu.

BACA JUGA:
10 Pekerjaan yang Bakal Kalah Saing oleh Kemampuan AI


Panel itu kemudian dibawa pulang ke Bumi oleh astronaut Japanese Aerospace Exploration Agency (JAXA) pada Januari 2023. Berdasarkan hasil uji coba, tim LignoSat memutuskan untuk terus melanjutkan proyek menggunakan kayu magnolia, seperti dilansir dari Space, Sabtu (3/6/2023).

Kayu magnolia terbukti punya daya kerja yang relatif tinggi, stabilitas dimensi, dan kekuatan lebih besar secara keseluruhan. Para peneliti Universitas Kyoto mengonfirmasi bahwa kayu nyatanya sangat tangguh berada di luar angkasa meskipun dalam suhu dan keadaan yang ekstrem.Adapun alasan Jepang memilih bahan kayu ketimbang logam karena lebih  ramah lingkungan. Selain itu kayu juga lebih mudah diperoleh, murah,  lebih bersih untuk diproduksi, dan gampang dibuang saat mendekati akhir  masa pakai satelit.

Saat keluar dari orbit, satelit beserta komponen penyusunnya terbakar  sebagian besar di atmosfer Bumi. Bagian yang tidak terbakar bisa bisa  diceburkan ke laut terpencil.

Satelit kayu dipastikan akan terbakar di atmosfer ketika memasuki  Bumi. Meskipun ada bagian yang kemungkinan menembus atmosfer, serpihan  satelit kayu diperkirakan membusuk di mana pun ia mendarat di permukaan  Bumi.

Rencananya satelit ini akan diluncurkan bersama dengan badan  antariksa Jepang JAXA dan NASA tahun depan. Namun belum diketahui secara  pasti kapan waktu peluncurannya akan dilakukan.
</description><content:encoded>JEPANG ingin membuat sebuah gebrakan baru untuk dunia antariksa. Mereka berencana untuk meluncurkan satelit yang terbuat dari kayu ke orbit pada tahun 2024 mendatang.

Rencana ini semakin mantap setelah hasil uji coba baru-baru ini menunjukkan tiga spesimen kayu dapat bertahan di luar angkasa dalam waktu yang cukup lama. Menariknya lagi, kayu tersebut tidak bengkok atau pun rusak.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


Adapun rencana ini diinisasi oleh Universitas Kyoto bekerja sama dengan Sumitomo Foresty memulai proyek LignoSat Space Wood pada tahun 2020. Mereka pun kemudian mencoba meluncurkan tiga sampel kayu berbeda ke International Space Station (ISS).

Sampel itu disimpan ke modul Japanese Experimental Kibo Module yang mana penel tersebut terpapar ke luar angkasa selama 10 bulan tahun 2022 lalu.

BACA JUGA:
10 Pekerjaan yang Bakal Kalah Saing oleh Kemampuan AI


Panel itu kemudian dibawa pulang ke Bumi oleh astronaut Japanese Aerospace Exploration Agency (JAXA) pada Januari 2023. Berdasarkan hasil uji coba, tim LignoSat memutuskan untuk terus melanjutkan proyek menggunakan kayu magnolia, seperti dilansir dari Space, Sabtu (3/6/2023).

Kayu magnolia terbukti punya daya kerja yang relatif tinggi, stabilitas dimensi, dan kekuatan lebih besar secara keseluruhan. Para peneliti Universitas Kyoto mengonfirmasi bahwa kayu nyatanya sangat tangguh berada di luar angkasa meskipun dalam suhu dan keadaan yang ekstrem.Adapun alasan Jepang memilih bahan kayu ketimbang logam karena lebih  ramah lingkungan. Selain itu kayu juga lebih mudah diperoleh, murah,  lebih bersih untuk diproduksi, dan gampang dibuang saat mendekati akhir  masa pakai satelit.

Saat keluar dari orbit, satelit beserta komponen penyusunnya terbakar  sebagian besar di atmosfer Bumi. Bagian yang tidak terbakar bisa bisa  diceburkan ke laut terpencil.

Satelit kayu dipastikan akan terbakar di atmosfer ketika memasuki  Bumi. Meskipun ada bagian yang kemungkinan menembus atmosfer, serpihan  satelit kayu diperkirakan membusuk di mana pun ia mendarat di permukaan  Bumi.

Rencananya satelit ini akan diluncurkan bersama dengan badan  antariksa Jepang JAXA dan NASA tahun depan. Namun belum diketahui secara  pasti kapan waktu peluncurannya akan dilakukan.
</content:encoded></item></channel></rss>
