<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?</title><description>Biasanya hewan mungil ini mendekati target dan berdengung di dekat telinga manusia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/02/56/2824252/tahukah-kamu-kenapa-nyamuk-sering-terbang-di-dekat-telinga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/02/56/2824252/tahukah-kamu-kenapa-nyamuk-sering-terbang-di-dekat-telinga"/><item><title>Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/02/56/2824252/tahukah-kamu-kenapa-nyamuk-sering-terbang-di-dekat-telinga</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/02/56/2824252/tahukah-kamu-kenapa-nyamuk-sering-terbang-di-dekat-telinga</guid><pubDate>Sabtu 03 Juni 2023 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/02/56/2824252/tahukah-kamu-kenapa-nyamuk-sering-terbang-di-dekat-telinga-9bIwDXvuHV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nyamuk. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/02/56/2824252/tahukah-kamu-kenapa-nyamuk-sering-terbang-di-dekat-telinga-9bIwDXvuHV.jpg</image><title>Nyamuk. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>NYAMUK terkenal karena seringkali menggigit dan menghisap darah manusia. Dia juga dianggap sebagai penyebar penyakit seperti malaria dan demam berdarah.

Bekas gigitan nyamuk biasanya menimbulkan bentolan di kulit yang terkadang disertai rasa gatal. Sebelum menggigit, biasanya hewan mungil ini mendekati target dan berdengung di dekat telinga manusia.

Dengungan nyamuk di sekiat telinga ini cukup menjengkelkan dan mengganggu aktivitas manusia. Lantas apa yang menyebabkan nyamuk sering terbang di dekat telinga?

BACA JUGA:
Nyamuk Dinobatkan Jadi Hewan yang Paling Banyak Bunuh Manusia


Dikutip dari ScienceABC, bunyi dengungan nyamuk ini dihasilkan dari gerakan kepakan sayap nyamuk karena kecenderungannya alaminya. Baik nyamuk jantan dan betina, keduanya tetap terbang dan berdengung saat ingin berpindah tempat.

Perbedaannya, nyamuk betina lebih membutuhkan darah manusia untuk dapat menghasilkan telur. Tercatat, dari 3.000 spesies nyamuk yang telah ditemukan, tidak ada satu pun nyamuk jantan yang menghisap darah manusia.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


Ada beberapa alasan mengapa nyamuk senang mengganggu telinga manusia. Salah satu penyebabnya karena tubuh yang berkeringat sehingga lebih banyak mengeluarkan panas dan karbon dioksida.

Hal ini selaras dengan penjelasan Profesor Entomologi University of Arizona Michael Riehle yang mengatakan bahwa nyamuk mengincar suhu panas tubuh dan karbon dioksida yang keluar di sekitar kepala manusia.Nyamuk akan menggunakan sensor rasa di kakinya untuk menentukan  apakah manusia atau hewan lain yang menjadi targetnya cukup sebagaib  sumber makanan.

&quot;Karbon dioksida merangsang nyamuk betina untuk mulai mencari inang,  terbang bolak-balik untuk memgikuti gradien konsemtrasi kembali ke  sumbernya,&quot; kata Riehle seperti dikutip dari Live Science.

Dia juga mengatakan bahwa alasan lain mengapa nyamuk suka mendekat  karena bau dari manusia itu sendiri. Kulit manusia punya aroma unik yang  akan lebih menarik dari beberapa nyamuk.

Saat terbang di sekitar telinga, nyamuk mengepakkan sayapnya sekitar  500 kali per detik dengan frekuensi 450 sampai 500 Hz. Suara ini cukup  mengganggu bagi manusia. Meskipun mereka mondar-mandir di sekitar  telinga, nyamuk sama sekali tidak tertarik dengan kepala.

Riehle menyebut bahwa mereka cenderung mengincar kaki manusia karena adanya bakteri yang mengeluarkan aroma kesukaan nyamuk.
</description><content:encoded>NYAMUK terkenal karena seringkali menggigit dan menghisap darah manusia. Dia juga dianggap sebagai penyebar penyakit seperti malaria dan demam berdarah.

Bekas gigitan nyamuk biasanya menimbulkan bentolan di kulit yang terkadang disertai rasa gatal. Sebelum menggigit, biasanya hewan mungil ini mendekati target dan berdengung di dekat telinga manusia.

Dengungan nyamuk di sekiat telinga ini cukup menjengkelkan dan mengganggu aktivitas manusia. Lantas apa yang menyebabkan nyamuk sering terbang di dekat telinga?

BACA JUGA:
Nyamuk Dinobatkan Jadi Hewan yang Paling Banyak Bunuh Manusia


Dikutip dari ScienceABC, bunyi dengungan nyamuk ini dihasilkan dari gerakan kepakan sayap nyamuk karena kecenderungannya alaminya. Baik nyamuk jantan dan betina, keduanya tetap terbang dan berdengung saat ingin berpindah tempat.

Perbedaannya, nyamuk betina lebih membutuhkan darah manusia untuk dapat menghasilkan telur. Tercatat, dari 3.000 spesies nyamuk yang telah ditemukan, tidak ada satu pun nyamuk jantan yang menghisap darah manusia.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


Ada beberapa alasan mengapa nyamuk senang mengganggu telinga manusia. Salah satu penyebabnya karena tubuh yang berkeringat sehingga lebih banyak mengeluarkan panas dan karbon dioksida.

Hal ini selaras dengan penjelasan Profesor Entomologi University of Arizona Michael Riehle yang mengatakan bahwa nyamuk mengincar suhu panas tubuh dan karbon dioksida yang keluar di sekitar kepala manusia.Nyamuk akan menggunakan sensor rasa di kakinya untuk menentukan  apakah manusia atau hewan lain yang menjadi targetnya cukup sebagaib  sumber makanan.

&quot;Karbon dioksida merangsang nyamuk betina untuk mulai mencari inang,  terbang bolak-balik untuk memgikuti gradien konsemtrasi kembali ke  sumbernya,&quot; kata Riehle seperti dikutip dari Live Science.

Dia juga mengatakan bahwa alasan lain mengapa nyamuk suka mendekat  karena bau dari manusia itu sendiri. Kulit manusia punya aroma unik yang  akan lebih menarik dari beberapa nyamuk.

Saat terbang di sekitar telinga, nyamuk mengepakkan sayapnya sekitar  500 kali per detik dengan frekuensi 450 sampai 500 Hz. Suara ini cukup  mengganggu bagi manusia. Meskipun mereka mondar-mandir di sekitar  telinga, nyamuk sama sekali tidak tertarik dengan kepala.

Riehle menyebut bahwa mereka cenderung mengincar kaki manusia karena adanya bakteri yang mengeluarkan aroma kesukaan nyamuk.
</content:encoded></item></channel></rss>
