<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berkat AI Nvidia Berhasil Masuk ke Klub Valuasi USD1 Triliun</title><description>Nvidia, sempat mencapai nilai valuasi sebesar USD1 triliun berkat bisnis chip untuk menopang AI.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/01/54/2823597/berkat-ai-nvidia-berhasil-masuk-ke-klub-valuasi-usd1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/01/54/2823597/berkat-ai-nvidia-berhasil-masuk-ke-klub-valuasi-usd1-triliun"/><item><title>Berkat AI Nvidia Berhasil Masuk ke Klub Valuasi USD1 Triliun</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/01/54/2823597/berkat-ai-nvidia-berhasil-masuk-ke-klub-valuasi-usd1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/01/54/2823597/berkat-ai-nvidia-berhasil-masuk-ke-klub-valuasi-usd1-triliun</guid><pubDate>Kamis 01 Juni 2023 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/01/54/2823597/berkat-ai-nvidia-berhasil-masuk-ke-klub-valuasi-usd1-triliun-QDoyDECs3W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nvidia. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/01/54/2823597/berkat-ai-nvidia-berhasil-masuk-ke-klub-valuasi-usd1-triliun-QDoyDECs3W.jpg</image><title>Nvidia. (Foto: Reuters)</title></images><description>KECERDASAN buatan alias Artificial Intelligence (AI) tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu teknologi yang tengah dicari oleh masyarakat. Tidak heran jika banyak perusahaan berlomba untuk mengembangkan AI mereka agar bisa memenuhi keinginan pasar.

Pasalnya, cuan yang dihasilka dari pemanfaatan teknologi AI ini memang tidak kecil. Buktinya, perusahaan teknologi, Nvidia, sempat mencapai nilai valuasi sebesar USD1 triliun berkat bisnis chip untuk menopang operasi teknologi kecerdasan buatan.

BACA JUGA:
Ngajak Perang, Hacker India Ancam Bocorkan Data 7 Juta Penduduk Indonesia


Meskipun, ketika sesi perdagangan saham ditutup nilai valuasi Nvidia turun menjadi USD992 miliar atau sekira Rp 14,8 triliun, sehingga perusahaan tersebut tersingkir dari jajaran perusahaan besar yang mencapai nilai valuasi USD1 triliun seperti Apple dan Microsoft.

Dilaporkan oleh India Times waktu setempat, Nvidia saat ini menjadi produsen terbesar yang menyediakan produk chip yang dibutuhkan untuk menopang operasi teknologi yang dilengkapi AI.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


Seperti dilansir dari Antara, CEO Nvidia Jensen Huang pun percaya diri bahwa bisnis AI akan terus bertumbuh dalam beberapa bulan mendatang.

Saat ini beberapa raksasa perusahaan teknologi global termasuk Nvidia mulai bergerak menuju bisnis AI dengan harapan teknologi tersebut dapat menarik permintaan.Untuk mengoperasikan komputer yang dilengkapi AI diperlukan chip kuat  yang disebut graphic processing units (GPU) di mana menurut para analis  sekitar 80 persen diproduksi oleh Nvidia.

Kesuksesan chatbot ChatGPT dari OpenAI mendorong beberapa perusahaan  teknologi seperti Alphabet dan Microsoft ikut mengembangkan teknologi  AI.

Bisnis Nvidia berkembang pesat selama pandemi COVID-19 karena  permintaan GPU yang tinggi untuk menopang operasi komputer game serta  perangkat untuk menambang mata uang kripto.
</description><content:encoded>KECERDASAN buatan alias Artificial Intelligence (AI) tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu teknologi yang tengah dicari oleh masyarakat. Tidak heran jika banyak perusahaan berlomba untuk mengembangkan AI mereka agar bisa memenuhi keinginan pasar.

Pasalnya, cuan yang dihasilka dari pemanfaatan teknologi AI ini memang tidak kecil. Buktinya, perusahaan teknologi, Nvidia, sempat mencapai nilai valuasi sebesar USD1 triliun berkat bisnis chip untuk menopang operasi teknologi kecerdasan buatan.

BACA JUGA:
Ngajak Perang, Hacker India Ancam Bocorkan Data 7 Juta Penduduk Indonesia


Meskipun, ketika sesi perdagangan saham ditutup nilai valuasi Nvidia turun menjadi USD992 miliar atau sekira Rp 14,8 triliun, sehingga perusahaan tersebut tersingkir dari jajaran perusahaan besar yang mencapai nilai valuasi USD1 triliun seperti Apple dan Microsoft.

Dilaporkan oleh India Times waktu setempat, Nvidia saat ini menjadi produsen terbesar yang menyediakan produk chip yang dibutuhkan untuk menopang operasi teknologi yang dilengkapi AI.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


Seperti dilansir dari Antara, CEO Nvidia Jensen Huang pun percaya diri bahwa bisnis AI akan terus bertumbuh dalam beberapa bulan mendatang.

Saat ini beberapa raksasa perusahaan teknologi global termasuk Nvidia mulai bergerak menuju bisnis AI dengan harapan teknologi tersebut dapat menarik permintaan.Untuk mengoperasikan komputer yang dilengkapi AI diperlukan chip kuat  yang disebut graphic processing units (GPU) di mana menurut para analis  sekitar 80 persen diproduksi oleh Nvidia.

Kesuksesan chatbot ChatGPT dari OpenAI mendorong beberapa perusahaan  teknologi seperti Alphabet dan Microsoft ikut mengembangkan teknologi  AI.

Bisnis Nvidia berkembang pesat selama pandemi COVID-19 karena  permintaan GPU yang tinggi untuk menopang operasi komputer game serta  perangkat untuk menambang mata uang kripto.
</content:encoded></item></channel></rss>
