<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Joki Seleksi Masuk PNS Ini Ketahuan Pakai ChatGPT untuk Jawab soal Ujian</title><description>Penggunaan ChatGPT pun sangat bervariasi, dari untuk memantu pekerjaan hingga untuk berbuat curang.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/31/54/2823044/joki-seleksi-masuk-pns-ini-ketahuan-pakai-chatgpt-untuk-jawab-soal-ujian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/31/54/2823044/joki-seleksi-masuk-pns-ini-ketahuan-pakai-chatgpt-untuk-jawab-soal-ujian"/><item><title>Joki Seleksi Masuk PNS Ini Ketahuan Pakai ChatGPT untuk Jawab soal Ujian</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/31/54/2823044/joki-seleksi-masuk-pns-ini-ketahuan-pakai-chatgpt-untuk-jawab-soal-ujian</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/31/54/2823044/joki-seleksi-masuk-pns-ini-ketahuan-pakai-chatgpt-untuk-jawab-soal-ujian</guid><pubDate>Rabu 31 Mei 2023 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/31/54/2823044/joki-seleksi-masuk-pns-ini-ketahuan-pakai-chatgpt-untuk-jawab-soal-ujian-AoZ7I4veJk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ChatGPT. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/31/54/2823044/joki-seleksi-masuk-pns-ini-ketahuan-pakai-chatgpt-untuk-jawab-soal-ujian-AoZ7I4veJk.jpg</image><title>ChatGPT. (Foto: Reuters)</title></images><description>KECERDASAN buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dimiliki oleh ChatGPT memang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluaan. Penggunaan ChatGPT pun sangat bervariasi, dari untuk memantu pekerjaan hingga untuk berbuat curang.
Seperti yang terjadi di India baru-baru ini. Pasalnya, ada beberapa orang yang memanfaatkan ChatGPT agar bisa lolos ujian masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Baru-baru ini Tim Investigasi Khusus  atau Special Investigation Team (SIT) dari India membongkar skandal ujian masuk pegawai negeri yang dicurangi dengan aplikasi ChatGPT.

BACA JUGA:
Kena Prank ChatGPT, Pengacara Ini Bawa Bukti Palsu ke Pengadilan

Tindakan curang itu disebutkan Times of India terjadi dalam seleksi pegawai negeri baru di Telangana State Public Service Comission (TSPC). Saat itu TSPC tengah membuka lowongan untuk posisi Aisstan Executive Engineer (AEE) dan Divisional Accounts Officer (DAO).
Pelanggaran tersebut terungkap setelah SIT menahan seorang joki ujian bernama Poola Ramesh yang sehari-hari bekerja sebagai Divisional Engineer di Telangana State Northern Power Distribution Company Limited di Peddapali, India. Ternyata Poola Ramesh berhasil mendapatkan bocoran ujian di TSPC.

BACA JUGA:
Berapa Umur TV LED dan OLED TV?

Poola Ramesh kemudian menyiapkan rencana untuk membantu tujuh orang kandidat yang akan mengikuti seleksi. Dia kemudian menyiapkan Bluetooth Earbuds ke tujuh orang tersebut.
Dari situ dia kemudian terpikir untuk memanfaatkan ChatGPT untuk menjawab seluruh soal ujian. Soal ujian sendiri berhasil dipegang oleh Poola Ramesh sepuluh menit sebelum ujian dimulai.Times of India menyebutkan ada orang dalam dari TSPC yang membocorkan  soal-soal ujian tersebut ke Poola Ramesh. Begitu soal diterima, Poola  Ramesh kemudian menjalankan aplikasi ChatGPT untuk menjawab seluruh soal  ujian.
Diketahui untuk jasa curang tersebut, ketujuh peserta ujian membayar sebesar 4 juta Rupee atau setara Rp722,4 juta.
Ternyata setelah diperiksa lebih lanjut lagi, Poola Ramesh tidak  hanya melakukan aksi joki ke tujuh peserta saja. Pada ujian kedua dia  juga melakukan aksi curang tersebut ke peserta lainnya.
Hanya saja di hari kedua dia sudah lebih dulu mendapatkan soal ujian.  Jadi dia tidak perlu lagi menggunakan ChatGPT untuk ujian hari kedua.
&quot;Untuk ujian hari kedua Poola Ramesh menjual jawaban soal ujian ke  lebih dari 30 oran pelamar,&quot; ungkap pihak kepolisian yang dikutip Times  of India.</description><content:encoded>KECERDASAN buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dimiliki oleh ChatGPT memang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluaan. Penggunaan ChatGPT pun sangat bervariasi, dari untuk memantu pekerjaan hingga untuk berbuat curang.
Seperti yang terjadi di India baru-baru ini. Pasalnya, ada beberapa orang yang memanfaatkan ChatGPT agar bisa lolos ujian masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Baru-baru ini Tim Investigasi Khusus  atau Special Investigation Team (SIT) dari India membongkar skandal ujian masuk pegawai negeri yang dicurangi dengan aplikasi ChatGPT.

BACA JUGA:
Kena Prank ChatGPT, Pengacara Ini Bawa Bukti Palsu ke Pengadilan

Tindakan curang itu disebutkan Times of India terjadi dalam seleksi pegawai negeri baru di Telangana State Public Service Comission (TSPC). Saat itu TSPC tengah membuka lowongan untuk posisi Aisstan Executive Engineer (AEE) dan Divisional Accounts Officer (DAO).
Pelanggaran tersebut terungkap setelah SIT menahan seorang joki ujian bernama Poola Ramesh yang sehari-hari bekerja sebagai Divisional Engineer di Telangana State Northern Power Distribution Company Limited di Peddapali, India. Ternyata Poola Ramesh berhasil mendapatkan bocoran ujian di TSPC.

BACA JUGA:
Berapa Umur TV LED dan OLED TV?

Poola Ramesh kemudian menyiapkan rencana untuk membantu tujuh orang kandidat yang akan mengikuti seleksi. Dia kemudian menyiapkan Bluetooth Earbuds ke tujuh orang tersebut.
Dari situ dia kemudian terpikir untuk memanfaatkan ChatGPT untuk menjawab seluruh soal ujian. Soal ujian sendiri berhasil dipegang oleh Poola Ramesh sepuluh menit sebelum ujian dimulai.Times of India menyebutkan ada orang dalam dari TSPC yang membocorkan  soal-soal ujian tersebut ke Poola Ramesh. Begitu soal diterima, Poola  Ramesh kemudian menjalankan aplikasi ChatGPT untuk menjawab seluruh soal  ujian.
Diketahui untuk jasa curang tersebut, ketujuh peserta ujian membayar sebesar 4 juta Rupee atau setara Rp722,4 juta.
Ternyata setelah diperiksa lebih lanjut lagi, Poola Ramesh tidak  hanya melakukan aksi joki ke tujuh peserta saja. Pada ujian kedua dia  juga melakukan aksi curang tersebut ke peserta lainnya.
Hanya saja di hari kedua dia sudah lebih dulu mendapatkan soal ujian.  Jadi dia tidak perlu lagi menggunakan ChatGPT untuk ujian hari kedua.
&quot;Untuk ujian hari kedua Poola Ramesh menjual jawaban soal ujian ke  lebih dari 30 oran pelamar,&quot; ungkap pihak kepolisian yang dikutip Times  of India.</content:encoded></item></channel></rss>
