<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hyundai Resmi Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Cikarang, Beroperasi pada 2024</title><description>Hyundai Energy Indonesia (HEI) memulai pembangunan pabrik battery system Hyundai pertama di Cikarang</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/31/52/2823372/hyundai-resmi-bangun-pabrik-baterai-mobil-listrik-di-cikarang-beroperasi-pada-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/31/52/2823372/hyundai-resmi-bangun-pabrik-baterai-mobil-listrik-di-cikarang-beroperasi-pada-2024"/><item><title>Hyundai Resmi Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Cikarang, Beroperasi pada 2024</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/31/52/2823372/hyundai-resmi-bangun-pabrik-baterai-mobil-listrik-di-cikarang-beroperasi-pada-2024</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/31/52/2823372/hyundai-resmi-bangun-pabrik-baterai-mobil-listrik-di-cikarang-beroperasi-pada-2024</guid><pubDate>Rabu 31 Mei 2023 19:34 WIB</pubDate><dc:creator>Citra Dara Vresti Trisna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/31/52/2823372/hyundai-resmi-bangun-pabrik-baterai-mobil-listrik-di-cikarang-beroperasi-pada-2024-PiFolswNGP.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Peresmian pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Cikarang. (Foto: Hyundai)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/31/52/2823372/hyundai-resmi-bangun-pabrik-baterai-mobil-listrik-di-cikarang-beroperasi-pada-2024-PiFolswNGP.jpeg</image><title>Peresmian pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Cikarang. (Foto: Hyundai)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Hyundai Energy Indonesia (HEI) memulai pembangunan pabrik battery system Hyundai pertama di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (31/5/2023).
Anak perusahaan Hyundai Motor Group ini akan menjalankan perakitan baterai pertama di ASEAN dengan total investasi sebesar 60 juta dolar AS atau sebesar Rp900 miliar.
Fasilitas yang akan beroperasi pada tahun 2024 ini akan memastikan pasokan baterai kendaraan listrik dapat memperkuat rantai pasok untuk memastikan kegiatan produksi secara berkelanjutan.
Melalui kehadiran fasilitas ini, Hyundai dapat mendorong industrik dan ekosistem mobil listrik di Indonesia dalam rangka mengembangkan kapabilitas industri komponen otomotif dalam negeri.

BACA JUGA:
Niat Ford Beli Lithium untuk Pabrik Baterai EV di AS, Ini Faktanya

President Director Hyundai Energy Indonesia mengatakan Chang Oug Hong mengatakan, pembangunan pabrik baterai menegaskan komitmen Hyundai memimpin elektrifikasi di Industri otomotif Indonesia.
&amp;ldquo;Investasi yang diputuskan sudah melalui pertimbangan matang dan terukur dari principle global Hyundai untuk memastikan kapabilitas fasilitas tersebut dalam mendukung rantai pasok kendaraan listrik secara maksimal,&amp;rdquo; kata Chang Oug Hong dalam keterangan tertulis, Rabu (31/5/2023).
Pabrik yang dibangun di lahan seluas 32.188 meter persegi tersebut diharapkan dapat memasok baterai listrik untuk pasar Asia Tenggara pada 2024.

BACA JUGA:
Pabrik Baterai Rp19,9 Triliun di Arizona Rencana Bakal Dibangun, Ini Faktanya

Pabrik sel baterai yang bekerja sama dengan LG Energy Solution ini akan memproduksi dua jenis sel baterai, yakni kapasitas standar dan kapasitas besar.
Sementara itu, President Hyundai Motor ASEAN Headquarters Young Tack Lee mengatakan, pembangunan fasilitas ini mempertegas komitmen Hyundai dalam mendukung pemerintah memajukan ekosistem kendaraan listrik untuk jadi yang terdepan di Asia Tenggara.
&amp;ldquo;Upaya ini juga membantu kami untuk memberi nilai tambah dalam menanggapi tren dan kebutuhan di pasar serta mendorong keberlangsungan industri dengan meningkatkan fokus pada elektrifikasi,&amp;rdquo; kata Young Tack Lee.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Hyundai Energy Indonesia (HEI) memulai pembangunan pabrik battery system Hyundai pertama di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (31/5/2023).
Anak perusahaan Hyundai Motor Group ini akan menjalankan perakitan baterai pertama di ASEAN dengan total investasi sebesar 60 juta dolar AS atau sebesar Rp900 miliar.
Fasilitas yang akan beroperasi pada tahun 2024 ini akan memastikan pasokan baterai kendaraan listrik dapat memperkuat rantai pasok untuk memastikan kegiatan produksi secara berkelanjutan.
Melalui kehadiran fasilitas ini, Hyundai dapat mendorong industrik dan ekosistem mobil listrik di Indonesia dalam rangka mengembangkan kapabilitas industri komponen otomotif dalam negeri.

BACA JUGA:
Niat Ford Beli Lithium untuk Pabrik Baterai EV di AS, Ini Faktanya

President Director Hyundai Energy Indonesia mengatakan Chang Oug Hong mengatakan, pembangunan pabrik baterai menegaskan komitmen Hyundai memimpin elektrifikasi di Industri otomotif Indonesia.
&amp;ldquo;Investasi yang diputuskan sudah melalui pertimbangan matang dan terukur dari principle global Hyundai untuk memastikan kapabilitas fasilitas tersebut dalam mendukung rantai pasok kendaraan listrik secara maksimal,&amp;rdquo; kata Chang Oug Hong dalam keterangan tertulis, Rabu (31/5/2023).
Pabrik yang dibangun di lahan seluas 32.188 meter persegi tersebut diharapkan dapat memasok baterai listrik untuk pasar Asia Tenggara pada 2024.

BACA JUGA:
Pabrik Baterai Rp19,9 Triliun di Arizona Rencana Bakal Dibangun, Ini Faktanya

Pabrik sel baterai yang bekerja sama dengan LG Energy Solution ini akan memproduksi dua jenis sel baterai, yakni kapasitas standar dan kapasitas besar.
Sementara itu, President Hyundai Motor ASEAN Headquarters Young Tack Lee mengatakan, pembangunan fasilitas ini mempertegas komitmen Hyundai dalam mendukung pemerintah memajukan ekosistem kendaraan listrik untuk jadi yang terdepan di Asia Tenggara.
&amp;ldquo;Upaya ini juga membantu kami untuk memberi nilai tambah dalam menanggapi tren dan kebutuhan di pasar serta mendorong keberlangsungan industri dengan meningkatkan fokus pada elektrifikasi,&amp;rdquo; kata Young Tack Lee.</content:encoded></item></channel></rss>
