<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aplikasi Populer Android Ini Diam-Diam Curi Data Pakai Mikrofon Handphone</title><description>Dia akan mengekstraksi dokumen, halaman web, dan file media dari ponsel pengguna.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/30/54/2822649/aplikasi-populer-android-ini-diam-diam-curi-data-pakai-mikrofon-handphone</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/30/54/2822649/aplikasi-populer-android-ini-diam-diam-curi-data-pakai-mikrofon-handphone"/><item><title>Aplikasi Populer Android Ini Diam-Diam Curi Data Pakai Mikrofon Handphone</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/30/54/2822649/aplikasi-populer-android-ini-diam-diam-curi-data-pakai-mikrofon-handphone</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/30/54/2822649/aplikasi-populer-android-ini-diam-diam-curi-data-pakai-mikrofon-handphone</guid><pubDate>Selasa 30 Mei 2023 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/30/54/2822649/aplikasi-populer-android-ini-diam-diam-curi-data-pakai-mikrofon-handphone-QGGuUZtZT2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Aplikasi Android. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/30/54/2822649/aplikasi-populer-android-ini-diam-diam-curi-data-pakai-mikrofon-handphone-QGGuUZtZT2.jpg</image><title>Ilustrasi Aplikasi Android. (Foto: Freepik)</title></images><description>ANDROID memang memiliki sistem operasi bebas atau terbuka, oleh karena aplikasi yang beredar di market android pun sangat bebas dan sulit dikendalikan. Akibatnya, banyak aplikasi yang beredar di Android playstore masuk dalam kategori berbahaya.
Nah, hasil penelitian ESET menyebut ada aplikasi Android &quot;iRecorder - Screen Recorder&quot; yang memiliki kode berbahaya dalam pembaruan aplikasi. Padahal, aplikasi ini sudah setahun terdaftar di Google Play Store.

BACA JUGA:
O.MG Cable, Alat Hack Canggih yang Bentuknya Seperti Kabel USB

Kode itu memungkinkan aplikasi secara diam-diam mengunggah 1 menit audio sekitar dari mikrofon perangkat setiap 15 menit. Dia akan mengekstraksi dokumen, halaman web, dan file media dari ponsel pengguna.
Namun tak perlu khawatir. Aplikasi ini sudah tidak tersedia di Play Store. Segera hapus apabila masih terinstal di ponsel untuk menghindari pencurian data.

BACA JUGA:
Berapa Umur TV LED dan OLED TV?

Dihimpun dari TechCrunch, ESET menyebut kode jahat AhRat itu versi khusus dari trojan akses jarak jauh sumber terbuka yang disebut AhMyth. Remote access trojan atau RAT memanfaatkan akses luas ke perangkat korban dan sering mencakup kendali jarak jauh.Virus ini juga berfungsi mirip dengan spyware dan stalkerware yang  memata-matai penggunanya. Peneliti Keamanan ESET, Lukas Stefanko  mengatakan, sebenarnya aplikasi iRecorder aman-aman saja saat  diluncurkan pada September 2021.
Namun setelah AhRat dimasukkan ke pembaruan aplikasi, iRecorder  diam-diam mengakses mikrofon pengguna dan menggunggah data ke server  yang dikendalikan malware. Tidak diketahui secara pasti siapa yang  menanam kode jahat itu. Bisa saja pengembang itu sendiri atau orang lain  di luar developer.
Ini bukan pertama kalinya AhMyth ditemukan di aplikasi Google Play  Store. Baik Google maupun Apple telah menyaring setiap aplikasi yang  mengandung malware sebelum menyediakannya untuk diunduh.</description><content:encoded>ANDROID memang memiliki sistem operasi bebas atau terbuka, oleh karena aplikasi yang beredar di market android pun sangat bebas dan sulit dikendalikan. Akibatnya, banyak aplikasi yang beredar di Android playstore masuk dalam kategori berbahaya.
Nah, hasil penelitian ESET menyebut ada aplikasi Android &quot;iRecorder - Screen Recorder&quot; yang memiliki kode berbahaya dalam pembaruan aplikasi. Padahal, aplikasi ini sudah setahun terdaftar di Google Play Store.

BACA JUGA:
O.MG Cable, Alat Hack Canggih yang Bentuknya Seperti Kabel USB

Kode itu memungkinkan aplikasi secara diam-diam mengunggah 1 menit audio sekitar dari mikrofon perangkat setiap 15 menit. Dia akan mengekstraksi dokumen, halaman web, dan file media dari ponsel pengguna.
Namun tak perlu khawatir. Aplikasi ini sudah tidak tersedia di Play Store. Segera hapus apabila masih terinstal di ponsel untuk menghindari pencurian data.

BACA JUGA:
Berapa Umur TV LED dan OLED TV?

Dihimpun dari TechCrunch, ESET menyebut kode jahat AhRat itu versi khusus dari trojan akses jarak jauh sumber terbuka yang disebut AhMyth. Remote access trojan atau RAT memanfaatkan akses luas ke perangkat korban dan sering mencakup kendali jarak jauh.Virus ini juga berfungsi mirip dengan spyware dan stalkerware yang  memata-matai penggunanya. Peneliti Keamanan ESET, Lukas Stefanko  mengatakan, sebenarnya aplikasi iRecorder aman-aman saja saat  diluncurkan pada September 2021.
Namun setelah AhRat dimasukkan ke pembaruan aplikasi, iRecorder  diam-diam mengakses mikrofon pengguna dan menggunggah data ke server  yang dikendalikan malware. Tidak diketahui secara pasti siapa yang  menanam kode jahat itu. Bisa saja pengembang itu sendiri atau orang lain  di luar developer.
Ini bukan pertama kalinya AhMyth ditemukan di aplikasi Google Play  Store. Baik Google maupun Apple telah menyaring setiap aplikasi yang  mengandung malware sebelum menyediakannya untuk diunduh.</content:encoded></item></channel></rss>
