<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ingin Dianggap Tertinggal, Maroko Bakal Produksi Mobil Listrik</title><description>Pabrikan kendaraan asal Maroko dipastikan ikut bersaing di pasar mobil listrik pada 2026.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/30/52/2822680/tak-ingin-dianggap-tertinggal-maroko-bakal-produksi-mobil-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/30/52/2822680/tak-ingin-dianggap-tertinggal-maroko-bakal-produksi-mobil-listrik"/><item><title>Tak Ingin Dianggap Tertinggal, Maroko Bakal Produksi Mobil Listrik</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/30/52/2822680/tak-ingin-dianggap-tertinggal-maroko-bakal-produksi-mobil-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/30/52/2822680/tak-ingin-dianggap-tertinggal-maroko-bakal-produksi-mobil-listrik</guid><pubDate>Selasa 30 Mei 2023 19:29 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/30/52/2822680/tak-ingin-dianggap-tertinggal-maroko-bakal-produksi-mobil-listrik-J41tRBzJeK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil hidrogen yang diproduksi perusahaan asal Maroko. (Foto: Atalayar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/30/52/2822680/tak-ingin-dianggap-tertinggal-maroko-bakal-produksi-mobil-listrik-J41tRBzJeK.jpg</image><title>Mobil hidrogen yang diproduksi perusahaan asal Maroko. (Foto: Atalayar)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tak ingin ketinggalan dengan produsen kendaraan listrik Eropa dan Jepang, pabrikan kendaraan asal Maroko dipastikan ikut bersaing di pasar mobil listrik pada 2026.
Rencananya, mobil listrik ini bakal diproduksi oleh perusahaan kolaborasi antara Maroko dan Inggris, yakni Atlas E-Mobility Group.
Dikutip dari Atalayar, Atlas E-Mobility mengungkapkan rencananya untuk produksi mobil listrik di Maroko, termasuk dalam hal desain juga akan dilakukan di negeri berjuluk Singa Atlas tersebut.
Disebutkan, Maroko punya kapasitas memproduksi mobil listrik, salah satunya adalah perusahaan rintisan di Maroko, NAMX. Perusahaan tersebut pernah memproduksi mobil hydrogen pada tahun 2023. Mobil tersebut bakal diproduksi dan dipasarkan pada 2025.

BACA JUGA:
Penjualan Mobil Listrik Diramalkan Tumbuh Pesan pada Awal Tahun, Kok Bisa?

&amp;ldquo;Tujuan mobil ini dihadirkan adalah untuk menghadirkan kendaraan emisi nol yang terjangkau, praktis, dan pragmatis,&amp;rdquo; tulis keterangan resmi Atlas E-Mobility.
Disebutkan, kehadiran Atlas E-Mobility bakal membuka mata dunia karena mampu membuktikan Afrika bukan hanya sekadar negara kelas dua. Afrika mampu memproduksi mobil ramah lingkungan.
&amp;ldquo;Jangan sampai ada orang yang menganggap rendah determinasi dan keinginan kami serta meragukan kemampuan kami membuat sebuah teknologi dan solusi untuk mewujudkan kendaraan bebas karbon,&amp;rdquo; ujar CEO Atlas E-Mobility Mohamed Yehya El Bakkali.

BACA JUGA:
Subsidi Mobil Listrik Kian Gencar, Gaikindo: Kendaraan Hijau Butuh Waktu untuk Eksis

Sementara itu, CTO Atlas E-Mobility Mohamed Hicham Senhaji Hannoun mengatakan, produksi mobil listrik butuh industri dan infrastruktur pendukung agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Produksi mobil listrik, kata dia, bakal jadi pijakan untuk langkah selanjutnya. Dia berharap Atlas E-Mobility dapat menjadi bagian dari solusi komprehensif yang dapat menguntungkan Afrika dari segi ekonomi berkelanjutan.
&amp;ldquo;Kami akan menyajikan peta jalan strategis untuk mengembangkan berbagai teknologi mutakhir yang meningkatkan jangkauan, kapasitas baterai, dan infrastruktur pengisian daya untuk menjadikan mobilitas tanpa emisi sebagai pilihan yang realistis untuk semua,&amp;rdquo; ujarnya.Meski begitu, hingga kini pihak Atlas E-Mobility belum buka-bukaan terkait dengan mobil listrik jenis apa yang akan diproduksi. Namun, yang jelas mobil listrik tersebut bakal dijual di Afrika, yakni Timur Tengah dan Eropa.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tak ingin ketinggalan dengan produsen kendaraan listrik Eropa dan Jepang, pabrikan kendaraan asal Maroko dipastikan ikut bersaing di pasar mobil listrik pada 2026.
Rencananya, mobil listrik ini bakal diproduksi oleh perusahaan kolaborasi antara Maroko dan Inggris, yakni Atlas E-Mobility Group.
Dikutip dari Atalayar, Atlas E-Mobility mengungkapkan rencananya untuk produksi mobil listrik di Maroko, termasuk dalam hal desain juga akan dilakukan di negeri berjuluk Singa Atlas tersebut.
Disebutkan, Maroko punya kapasitas memproduksi mobil listrik, salah satunya adalah perusahaan rintisan di Maroko, NAMX. Perusahaan tersebut pernah memproduksi mobil hydrogen pada tahun 2023. Mobil tersebut bakal diproduksi dan dipasarkan pada 2025.

BACA JUGA:
Penjualan Mobil Listrik Diramalkan Tumbuh Pesan pada Awal Tahun, Kok Bisa?

&amp;ldquo;Tujuan mobil ini dihadirkan adalah untuk menghadirkan kendaraan emisi nol yang terjangkau, praktis, dan pragmatis,&amp;rdquo; tulis keterangan resmi Atlas E-Mobility.
Disebutkan, kehadiran Atlas E-Mobility bakal membuka mata dunia karena mampu membuktikan Afrika bukan hanya sekadar negara kelas dua. Afrika mampu memproduksi mobil ramah lingkungan.
&amp;ldquo;Jangan sampai ada orang yang menganggap rendah determinasi dan keinginan kami serta meragukan kemampuan kami membuat sebuah teknologi dan solusi untuk mewujudkan kendaraan bebas karbon,&amp;rdquo; ujar CEO Atlas E-Mobility Mohamed Yehya El Bakkali.

BACA JUGA:
Subsidi Mobil Listrik Kian Gencar, Gaikindo: Kendaraan Hijau Butuh Waktu untuk Eksis

Sementara itu, CTO Atlas E-Mobility Mohamed Hicham Senhaji Hannoun mengatakan, produksi mobil listrik butuh industri dan infrastruktur pendukung agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Produksi mobil listrik, kata dia, bakal jadi pijakan untuk langkah selanjutnya. Dia berharap Atlas E-Mobility dapat menjadi bagian dari solusi komprehensif yang dapat menguntungkan Afrika dari segi ekonomi berkelanjutan.
&amp;ldquo;Kami akan menyajikan peta jalan strategis untuk mengembangkan berbagai teknologi mutakhir yang meningkatkan jangkauan, kapasitas baterai, dan infrastruktur pengisian daya untuk menjadikan mobilitas tanpa emisi sebagai pilihan yang realistis untuk semua,&amp;rdquo; ujarnya.Meski begitu, hingga kini pihak Atlas E-Mobility belum buka-bukaan terkait dengan mobil listrik jenis apa yang akan diproduksi. Namun, yang jelas mobil listrik tersebut bakal dijual di Afrika, yakni Timur Tengah dan Eropa.</content:encoded></item></channel></rss>
