<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Twitter Kembali Digugat Kali Ini Rp660 triliun, Sama Siapa Lagi Nih?</title><description>Twitter belum membayar tagihannya sejak dibeli Elon Musk sebesar USD44 miliar atau sekira Rp660 triliun.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/28/54/2821442/twitter-kembali-digugat-kali-ini-rp660-triliun-sama-siapa-lagi-nih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/28/54/2821442/twitter-kembali-digugat-kali-ini-rp660-triliun-sama-siapa-lagi-nih"/><item><title>Twitter Kembali Digugat Kali Ini Rp660 triliun, Sama Siapa Lagi Nih?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/28/54/2821442/twitter-kembali-digugat-kali-ini-rp660-triliun-sama-siapa-lagi-nih</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/28/54/2821442/twitter-kembali-digugat-kali-ini-rp660-triliun-sama-siapa-lagi-nih</guid><pubDate>Senin 29 Mei 2023 08:07 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/28/54/2821442/twitter-kembali-digugat-kali-ini-rp660-triliun-sama-siapa-lagi-nih-xejmKKyVSq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Twitter. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/28/54/2821442/twitter-kembali-digugat-kali-ini-rp660-triliun-sama-siapa-lagi-nih-xejmKKyVSq.jpg</image><title>Twitter. (Foto: Reuters)</title></images><description>TWITTER kembali digugat, kali ini oleh sebuah firma yang mengurusi tentang Public Relationship atau Hubungan Masyarakat (Humas). Pasalnya, Twitter disebut belum membayar jasa firma tersebut yang jumlahnya mencapai miliaran dolar AS.

Pemilik firma himas untuk Twitter, Joe Frank, menggugat perusahaan media sosial tersebut pada setelah mengklaim Twitter belum membayar tagihannya sejak dibeli Elon Musk sebesar USD44 miliar atau sekira Rp660 triliun.

BACA JUGA:
Berapa Umur TV LED dan OLED TV?


Frank mengatakan, Twitter berutang USD830.498 atau setara Rp12 miliar, yang terdiri dari enam faktur yang belum dibayar, ditambah biaya untuk panggilan pengadilan dalam gugatan Twitter. Dia pun memaksa Musk menyelesaikan pembayaran setelah meskipun dia sudah mundur, demikian seperti dikutip Reuters.

Perusahaan humas itu mengatakan, Twitter mengakhiri kontraknya pada 16 November 2022. Tepat tiga minggu setelah perusahaan tersebut dibeli Eon Musk, dan tidak lagi mengomunikasikan tentang pembayarannya padahal ada janji pembayaran tersebut akan otomatis diproses.

BACA JUGA:
Cara Memulihkan Akun Twitter yang Kena Banned


Menurut pengaduan di pengadilan Manhattan, New York, Joele Frank sendiri mulai bekerja untuk Twitter pada Januari 2015. Selain perusahaannya, beberapa tuan tanah, vendor, dan konsultan telah menggugat Twitter atas tagihan belum dibayar yang diwarisi kepada Musk saat dia membeli perusahaan tersebut.Twitter juga digugat di Delaware, oleh tiga mantan eksekutif termasuk  Parag Agrawal, yang sebelumnya digulingkan Musk dari jabatannya sebagai  CEO Twitter. Agrawal mengatakan Twitter mengingkari kewajiban untuk  mengganti biaya hukum lebih dari 1 juta dolar AS atau sekitar Rp15  miliar.

Sementara, Musk mengatakan Twitter dapat menghasilkan arus kas  positif segera setelah kuartal ini, meski terjadi penurunan pendapatan  iklan.

Orang terkaya kedua di dunia, yang juga menjalankan perusahaan mobil  listrik Tesla Inc, memperkirakan Twitter telah kehilangan lebih dari  setengah nilai sejak dia membelinya.
</description><content:encoded>TWITTER kembali digugat, kali ini oleh sebuah firma yang mengurusi tentang Public Relationship atau Hubungan Masyarakat (Humas). Pasalnya, Twitter disebut belum membayar jasa firma tersebut yang jumlahnya mencapai miliaran dolar AS.

Pemilik firma himas untuk Twitter, Joe Frank, menggugat perusahaan media sosial tersebut pada setelah mengklaim Twitter belum membayar tagihannya sejak dibeli Elon Musk sebesar USD44 miliar atau sekira Rp660 triliun.

BACA JUGA:
Berapa Umur TV LED dan OLED TV?


Frank mengatakan, Twitter berutang USD830.498 atau setara Rp12 miliar, yang terdiri dari enam faktur yang belum dibayar, ditambah biaya untuk panggilan pengadilan dalam gugatan Twitter. Dia pun memaksa Musk menyelesaikan pembayaran setelah meskipun dia sudah mundur, demikian seperti dikutip Reuters.

Perusahaan humas itu mengatakan, Twitter mengakhiri kontraknya pada 16 November 2022. Tepat tiga minggu setelah perusahaan tersebut dibeli Eon Musk, dan tidak lagi mengomunikasikan tentang pembayarannya padahal ada janji pembayaran tersebut akan otomatis diproses.

BACA JUGA:
Cara Memulihkan Akun Twitter yang Kena Banned


Menurut pengaduan di pengadilan Manhattan, New York, Joele Frank sendiri mulai bekerja untuk Twitter pada Januari 2015. Selain perusahaannya, beberapa tuan tanah, vendor, dan konsultan telah menggugat Twitter atas tagihan belum dibayar yang diwarisi kepada Musk saat dia membeli perusahaan tersebut.Twitter juga digugat di Delaware, oleh tiga mantan eksekutif termasuk  Parag Agrawal, yang sebelumnya digulingkan Musk dari jabatannya sebagai  CEO Twitter. Agrawal mengatakan Twitter mengingkari kewajiban untuk  mengganti biaya hukum lebih dari 1 juta dolar AS atau sekitar Rp15  miliar.

Sementara, Musk mengatakan Twitter dapat menghasilkan arus kas  positif segera setelah kuartal ini, meski terjadi penurunan pendapatan  iklan.

Orang terkaya kedua di dunia, yang juga menjalankan perusahaan mobil  listrik Tesla Inc, memperkirakan Twitter telah kehilangan lebih dari  setengah nilai sejak dia membelinya.
</content:encoded></item></channel></rss>
