<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Pekerja WFH Masih Tak Puas dengan Teknologi Perusahaan</title><description>Budaya kerja hybrid tersebut tidak disambut positif para karyawan di banyak perusahaan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/27/54/2821022/banyak-pekerja-wfh-masih-tak-puas-dengan-teknologi-perusahaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/27/54/2821022/banyak-pekerja-wfh-masih-tak-puas-dengan-teknologi-perusahaan"/><item><title>Banyak Pekerja WFH Masih Tak Puas dengan Teknologi Perusahaan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/27/54/2821022/banyak-pekerja-wfh-masih-tak-puas-dengan-teknologi-perusahaan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/27/54/2821022/banyak-pekerja-wfh-masih-tak-puas-dengan-teknologi-perusahaan</guid><pubDate>Sabtu 27 Mei 2023 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/27/54/2821022/banyak-pekerja-wfh-masih-tak-puas-dengan-teknologi-perusahaan-wNpB6Eb5PK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi WFH. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/27/54/2821022/banyak-pekerja-wfh-masih-tak-puas-dengan-teknologi-perusahaan-wNpB6Eb5PK.jpg</image><title>Ilustrasi WFH. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>MESKIPUN status pandemi sudah ditarik, tapi masih ada beberapa kantor yang menerapkan sistem kerja Work From Home (WFH). Beberapa kantor pun juga memilih untuk menerapkan kerja hybrid, yang artinya memadukan WFH dengan offline.

Perusahaan telekomunikasi Zen Internet merilis laporan baru tentang kerja jarak jauh di Inggris. Hasilnya mengungkap bahwa budaya kerja hybrid tersebut tidak disambut positif para karyawan di banyak perusahaan.

Sebagaimana dihimpun dari Techradar, penelitian menemukan satu dari lima pekerja jarak jauh tidak senang dengan budaya di tempat kerja mereka, meskipun sebenarnya ini bukanlah hal yang baru.

BACA JUGA:
8 Hewan Paling Pintar di Muka Bumi, Nomor 6 Tak Pernah Disangka


Penelitian yang berasal dari 1.000 pekerja jarak jauh dan 500 pembuat keputusan bisnis ini menyebut sebagian besar dari mereka mengeluhkan infrastruktur kerja yang kurang baik untuk mendukung kerja jarak jauh.

Hanya sebanyak 21% responden yang setuju bahwa perusahaan yang mereka tempati telah berjanji untuk berinvestasi dalam alat dan teknologi yang tepat untuk membuat kerja hybrid menjadi layak.

BACA JUGA:
Berapa Umur TV LED dan OLED TV?


Para responden ini menyoroti kebutuhan besar akan tindakan dalam upaya untuk mempertahankan (apalagi menarik) bakat. Mereka juga menyebut kerja jarak jauh terbukti dalam banyak kasus memberikan hasil yang sama.

Tidak ada perbedaan signifikan antara kerja jarak jauh dengan kerja di kantor selain dari waktu yang lebih fleksibel. Hanya sepertiga (33%) yang melihat keseimbangan kehidupan kerja mereka meningkat.Penelitian juga mengungkap hampir setengah (45%) dari pekerja yang  bersangkutan percaya bahwa pemberi kerja mereka mempercayai bahwa mereka  melakukan hak yang sama seperti yang dilakukan di kantor.

Sebagian besarnya (74%) telah menginstal atau sedang menjajaki  penginstalan perangkat lunak pemantauan jarak jauh yang mana ini disebut  akan memicu karyawan semakin tidak nyaman saat kerja jarak jauh.

Direktur Pelaksana Zen, Martin O'Donnell, mengatakan perusahaan harus  memprioritaskan investasi pada firewall, konektivitas, dan komunikasi  secara signifikan.

&quot;Dengan teknologi yang mendukung budaya dan produktivitas pekerja  rumahan untuk memastikan tingkat kinerja dan moral yang setara dengan  apa yang mungkin diperoleh karyawan di kantor,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>MESKIPUN status pandemi sudah ditarik, tapi masih ada beberapa kantor yang menerapkan sistem kerja Work From Home (WFH). Beberapa kantor pun juga memilih untuk menerapkan kerja hybrid, yang artinya memadukan WFH dengan offline.

Perusahaan telekomunikasi Zen Internet merilis laporan baru tentang kerja jarak jauh di Inggris. Hasilnya mengungkap bahwa budaya kerja hybrid tersebut tidak disambut positif para karyawan di banyak perusahaan.

Sebagaimana dihimpun dari Techradar, penelitian menemukan satu dari lima pekerja jarak jauh tidak senang dengan budaya di tempat kerja mereka, meskipun sebenarnya ini bukanlah hal yang baru.

BACA JUGA:
8 Hewan Paling Pintar di Muka Bumi, Nomor 6 Tak Pernah Disangka


Penelitian yang berasal dari 1.000 pekerja jarak jauh dan 500 pembuat keputusan bisnis ini menyebut sebagian besar dari mereka mengeluhkan infrastruktur kerja yang kurang baik untuk mendukung kerja jarak jauh.

Hanya sebanyak 21% responden yang setuju bahwa perusahaan yang mereka tempati telah berjanji untuk berinvestasi dalam alat dan teknologi yang tepat untuk membuat kerja hybrid menjadi layak.

BACA JUGA:
Berapa Umur TV LED dan OLED TV?


Para responden ini menyoroti kebutuhan besar akan tindakan dalam upaya untuk mempertahankan (apalagi menarik) bakat. Mereka juga menyebut kerja jarak jauh terbukti dalam banyak kasus memberikan hasil yang sama.

Tidak ada perbedaan signifikan antara kerja jarak jauh dengan kerja di kantor selain dari waktu yang lebih fleksibel. Hanya sepertiga (33%) yang melihat keseimbangan kehidupan kerja mereka meningkat.Penelitian juga mengungkap hampir setengah (45%) dari pekerja yang  bersangkutan percaya bahwa pemberi kerja mereka mempercayai bahwa mereka  melakukan hak yang sama seperti yang dilakukan di kantor.

Sebagian besarnya (74%) telah menginstal atau sedang menjajaki  penginstalan perangkat lunak pemantauan jarak jauh yang mana ini disebut  akan memicu karyawan semakin tidak nyaman saat kerja jarak jauh.

Direktur Pelaksana Zen, Martin O'Donnell, mengatakan perusahaan harus  memprioritaskan investasi pada firewall, konektivitas, dan komunikasi  secara signifikan.

&quot;Dengan teknologi yang mendukung budaya dan produktivitas pekerja  rumahan untuk memastikan tingkat kinerja dan moral yang setara dengan  apa yang mungkin diperoleh karyawan di kantor,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
