<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Waspada Gelombang Panas! 8 Tips Menghindari Kebakaran Mobil</title><description>Indonesia sedang dihantam gelombang panas esktrem. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menghindari kebakaran mobil?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/23/87/2818385/indonesia-waspada-gelombang-panas-8-tips-menghindari-kebakaran-mobil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/23/87/2818385/indonesia-waspada-gelombang-panas-8-tips-menghindari-kebakaran-mobil"/><item><title>Indonesia Waspada Gelombang Panas! 8 Tips Menghindari Kebakaran Mobil</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/23/87/2818385/indonesia-waspada-gelombang-panas-8-tips-menghindari-kebakaran-mobil</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/23/87/2818385/indonesia-waspada-gelombang-panas-8-tips-menghindari-kebakaran-mobil</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2023 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/23/87/2818385/indonesia-waspada-gelombang-panas-8-tips-menghindari-kebakaran-mobil-hysv4kaPKt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: blog.openbay)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/23/87/2818385/indonesia-waspada-gelombang-panas-8-tips-menghindari-kebakaran-mobil-hysv4kaPKt.jpeg</image><title>Ilustrasi. (Foto: blog.openbay)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia sedang dihantam gelombang panas ekstrem yang membuat cuaca pada siang hari lebih terik dibanding biasanya. Suhu tinggi berdampak pada komponen mesin dan bahkan mengakibatkan kebakaran mobil.
Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara mengatakan, hawa panas berlebihan memengaruhi performa mobil. Untuk itu, pemilik harus melakukan perawatan ekstra.
&amp;ldquo;Serangan hawa panas dikhawatirkan mengganggu performa mobil. Oleh karena itu, perhatikan kondisi komponen mobil supaya dapat bertahan di tengah suhu udara panas untuk menunjang mobilitas,&amp;rdquo; kata Tara dalam keterangan resmi.

BACA JUGA:
Berawal dari AC Mati, Begini Kronologi Kebakaran Mobil di KM 43 Tol Cikunir

Agar dapat mengantisipasi gejala alam ekstrem ini, berikut delapan hal yang harus dilakukan agar mobil tetap aman dikutip dari laman Auto2000:
1. Periksa komponen pendingin mesin
Agar dapat bekerja optimal, mesin mobil butuh komponen pendingin. Suhu tinggi yang terlalu ekstrem mempengaruhi kinerja mesin. Dampak terparah dari kenaikan suhu berlebih adalah overheat mesin.
Suhu panas membuat komponen pendingin bekerja ekstra, terlebih lagi jika mobil melaju pada daerah perkotaan yang panas dan macet. Oleh karena itu, memastikan komponen pendingin bekerja dengan baik dapat meminimalisasi dampak kerusakan mesin dan membuat mobil tetap dalam kondisi prima.

BACA JUGA:
Ini Alasan Kebakaran Mobil Listrik Sulit Dipadamkan, Butuh APAR Khusus

2. Cek kondisi oli mesin
Selain komponen pendingin, pelumas juga berfungsi menyerap panas dari gesekan antar komponen. Ketika komponen mesin bekerja ekstra, kinerja pelumas akan meningkat dua kali lipat.
Memastikan oli mesin diganti secara berkala adalah keharusan. Namun, di tengah suhu tinggi yang terlalu ekstrem, urgensi mengganti oli mesin juga ikut meningkat.
3. Pastikan ac mobil berfungsi optimal
Ketika suhu tinggi, komponen yang harus diperhatikan kondisinya adalah AC mobil. Suhu tinggi menurunkan kenyamanan berkendara dan meningkatkan emosi di jalan.Pastikan pendingin kabin berfungsi dengan baik. Membersihkan filter kabin agar udara yang masuk melalui AC tetap bersih menghindarkan pengemudi dari masalah kesehatan yang berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
4. Parkir di area teduh
Hal berikutnya yang harus diperhatikan ketika suhu tinggi adalah pemilihan tempat parkir. Usahakan agar mencari tempat teduh pada siang hari agar suhu di dalam kendaraan tidak terlalu tinggi.
Sudah banyak kasus kebakaran mobil terjadi karena diparkir di tempat terbuka ketika siang hari. Selain itu, memarkir di tempat teduh juga meringankan kinerja AC ketika mobil dinyalakan.

BACA JUGA:
5 Hal yang Akan Terjadi pada Mobil Anda Jika Oli Gardan Tidak Diganti

Manfaat lainnya dari memarkir di tempat teduh adalah menjaga cat mobil agar tidak cepat kusam akibat paparan sinar UV.
5. Hati-hati menyimpan barang di dalam mobil
Usahakan untuk tidak menyimpan barang yang mudah terbakar di dalam mobil. Barang yang dilarang berada di dashboard mobil adalah korek api, botol air minuman, power bank dan alat elektronik.
Botol minuman dapat menjadi lensa yang meneruskan cahaya panas terfokus pada satu titik dan mengakibatkan kebakaran jika terjadi dalam waktu yang lama.

BACA JUGA:
Berawal dari AC Mati, Begini Kronologi Kebakaran Mobil di KM 43 Tol Cikunir

6. Cek performa kaca film&amp;nbsp;
Pada suhu tinggi, kaca film berperan penting meminimalisasi paparan sinar matahari yang masuk ke dalam mobil. Usahakan untuk mengganti kaca film yang sudah terlalu tua. Mengganti kaca film dengan yang baru dapat mengurangi panas berlebih di dalam kabin.
7. Pantau tekanan udara ban mobil
Pastikan untuk memperhatikan tekanan udara ban mobil. Paparan suhu tinggi pada ban mobil dapat mempengaruhi karet ban mobil. Udara yang naik terlalu tinggi dapat meningkatkan tekanan udara meningkat sehingga ban meletus ketika menghantam lubang.8. Waspada peredam panas di ruang mesin
Usahakan untuk memperhatikan kualitas peredam panas di ruang mesin. Pilih material yang tidak mudah terbakar ketika suhu tinggi. Peredam panas yang terbuat dari bahan wool fibre yang tidak terpasang dengan baik dan lapuk mudah terbakar pada suhu tinggi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia sedang dihantam gelombang panas ekstrem yang membuat cuaca pada siang hari lebih terik dibanding biasanya. Suhu tinggi berdampak pada komponen mesin dan bahkan mengakibatkan kebakaran mobil.
Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara mengatakan, hawa panas berlebihan memengaruhi performa mobil. Untuk itu, pemilik harus melakukan perawatan ekstra.
&amp;ldquo;Serangan hawa panas dikhawatirkan mengganggu performa mobil. Oleh karena itu, perhatikan kondisi komponen mobil supaya dapat bertahan di tengah suhu udara panas untuk menunjang mobilitas,&amp;rdquo; kata Tara dalam keterangan resmi.

BACA JUGA:
Berawal dari AC Mati, Begini Kronologi Kebakaran Mobil di KM 43 Tol Cikunir

Agar dapat mengantisipasi gejala alam ekstrem ini, berikut delapan hal yang harus dilakukan agar mobil tetap aman dikutip dari laman Auto2000:
1. Periksa komponen pendingin mesin
Agar dapat bekerja optimal, mesin mobil butuh komponen pendingin. Suhu tinggi yang terlalu ekstrem mempengaruhi kinerja mesin. Dampak terparah dari kenaikan suhu berlebih adalah overheat mesin.
Suhu panas membuat komponen pendingin bekerja ekstra, terlebih lagi jika mobil melaju pada daerah perkotaan yang panas dan macet. Oleh karena itu, memastikan komponen pendingin bekerja dengan baik dapat meminimalisasi dampak kerusakan mesin dan membuat mobil tetap dalam kondisi prima.

BACA JUGA:
Ini Alasan Kebakaran Mobil Listrik Sulit Dipadamkan, Butuh APAR Khusus

2. Cek kondisi oli mesin
Selain komponen pendingin, pelumas juga berfungsi menyerap panas dari gesekan antar komponen. Ketika komponen mesin bekerja ekstra, kinerja pelumas akan meningkat dua kali lipat.
Memastikan oli mesin diganti secara berkala adalah keharusan. Namun, di tengah suhu tinggi yang terlalu ekstrem, urgensi mengganti oli mesin juga ikut meningkat.
3. Pastikan ac mobil berfungsi optimal
Ketika suhu tinggi, komponen yang harus diperhatikan kondisinya adalah AC mobil. Suhu tinggi menurunkan kenyamanan berkendara dan meningkatkan emosi di jalan.Pastikan pendingin kabin berfungsi dengan baik. Membersihkan filter kabin agar udara yang masuk melalui AC tetap bersih menghindarkan pengemudi dari masalah kesehatan yang berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
4. Parkir di area teduh
Hal berikutnya yang harus diperhatikan ketika suhu tinggi adalah pemilihan tempat parkir. Usahakan agar mencari tempat teduh pada siang hari agar suhu di dalam kendaraan tidak terlalu tinggi.
Sudah banyak kasus kebakaran mobil terjadi karena diparkir di tempat terbuka ketika siang hari. Selain itu, memarkir di tempat teduh juga meringankan kinerja AC ketika mobil dinyalakan.

BACA JUGA:
5 Hal yang Akan Terjadi pada Mobil Anda Jika Oli Gardan Tidak Diganti

Manfaat lainnya dari memarkir di tempat teduh adalah menjaga cat mobil agar tidak cepat kusam akibat paparan sinar UV.
5. Hati-hati menyimpan barang di dalam mobil
Usahakan untuk tidak menyimpan barang yang mudah terbakar di dalam mobil. Barang yang dilarang berada di dashboard mobil adalah korek api, botol air minuman, power bank dan alat elektronik.
Botol minuman dapat menjadi lensa yang meneruskan cahaya panas terfokus pada satu titik dan mengakibatkan kebakaran jika terjadi dalam waktu yang lama.

BACA JUGA:
Berawal dari AC Mati, Begini Kronologi Kebakaran Mobil di KM 43 Tol Cikunir

6. Cek performa kaca film&amp;nbsp;
Pada suhu tinggi, kaca film berperan penting meminimalisasi paparan sinar matahari yang masuk ke dalam mobil. Usahakan untuk mengganti kaca film yang sudah terlalu tua. Mengganti kaca film dengan yang baru dapat mengurangi panas berlebih di dalam kabin.
7. Pantau tekanan udara ban mobil
Pastikan untuk memperhatikan tekanan udara ban mobil. Paparan suhu tinggi pada ban mobil dapat mempengaruhi karet ban mobil. Udara yang naik terlalu tinggi dapat meningkatkan tekanan udara meningkat sehingga ban meletus ketika menghantam lubang.8. Waspada peredam panas di ruang mesin
Usahakan untuk memperhatikan kualitas peredam panas di ruang mesin. Pilih material yang tidak mudah terbakar ketika suhu tinggi. Peredam panas yang terbuat dari bahan wool fibre yang tidak terpasang dengan baik dan lapuk mudah terbakar pada suhu tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
