<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Induk Facebook dan Instagram Berencana Buat AI yang Bisa 4.000 Bahasa</title><description>Perushaan berharap bisa memberikan kontribusi dalam melestarikan keragaman bahasa di dunia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/23/54/2818686/induk-facebook-dan-instagram-berencana-buat-ai-yang-bisa-4-000-bahasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/23/54/2818686/induk-facebook-dan-instagram-berencana-buat-ai-yang-bisa-4-000-bahasa"/><item><title>Induk Facebook dan Instagram Berencana Buat AI yang Bisa 4.000 Bahasa</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/23/54/2818686/induk-facebook-dan-instagram-berencana-buat-ai-yang-bisa-4-000-bahasa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/23/54/2818686/induk-facebook-dan-instagram-berencana-buat-ai-yang-bisa-4-000-bahasa</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2023 20:21 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/23/54/2818686/induk-facebook-dan-instagram-berencana-buat-ai-yang-bisa-4-000-bahasa-GdGM7Coy1V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Meta. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/23/54/2818686/induk-facebook-dan-instagram-berencana-buat-ai-yang-bisa-4-000-bahasa-GdGM7Coy1V.jpg</image><title>Ilustrasi Meta. (Foto: Freepik)</title></images><description>HAMPIR setiap perusahaan berlomba-lomba untuk mengembangkan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) mereka. Salah satu yang kini juga mengembangkan AI adalah perusahaan induk Facebook, Meta.

Mereka pun kini tengah berkutat pada proyek Massively Multilingual Speech (MMS). Proyek MMS ini diklaim dapat mengenali 4.000 bahasa lisan dan menghasilkan lebih dari 1.100 ucapan (text to speech).

BACA JUGA:
Cara Sembunyikan Story Instagram Tanpa Perlu Menguncinya


Tak mau menyimpannya sendiri, Meta telah membuka proyek ini dan mengundang peneliti untuk mengembangkan fondasinya. Dengan begitu, perushaan berharap bisa memberikan kontribusi dalam melestarikan keragaman bahasa di dunia.

&quot;Hari ini kami membagikan model dan kode kami secara publik sehingga orang lain dalam komunitas riset dapat mengembangkan pekerjaan kami,&quot; jelas Meta, dikutip dari Engadget.

BACA JUGA:
Instagram Down Pagi Ini Gara-Gara Uji Coba Medsos Baru?


Meta tidak menutup mata terhadap tantangan dalam proses pengembangan model bahasa AI ini. Pengenalan ucapan dan model text-to-speech perlu pelatihan ribuan jam pada data audio dengan label terenskripsi yang memfasilitasi algoritme pembelajaran mesin.Namun banyak bahasa yang terancam punah, terutama yang tidak banyak  digunakan dalam negara industri. Melihat persoalan ini, Meta akhirnya  menggunakan pendekatan yang tidak konvensional.

Mereka mengumpulkan rekaman audio dari teks-teks agama yang  diterjemahkan. Teks agama yang dimaksud seperti Alkitab yang telah  diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan terjemahannya telah dipelajari  secara luas untuk penelitian terjemahan bahasa berbasis teks.  &quot;Terjemahan ini memiliki rekaman audio yang tersedia untuk umum dari  orang yang membaca teks ini dalam berbagai bahasa,&quot; jelas Meta.

Dengan diperkenalkannya MMS Meta dan proyek sumber terbukanya, maka  keragaman linguistik bukan lagi masalah dalam pengembangan teknologi.  Terlebih, beberapa produk masa depan dikabarkan sudah mendukung AI yang  memerlukan komunikasi dengan bahasa ibu. Dengan MMS, keragaman bahasa  bisa lebih lestari.
</description><content:encoded>HAMPIR setiap perusahaan berlomba-lomba untuk mengembangkan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) mereka. Salah satu yang kini juga mengembangkan AI adalah perusahaan induk Facebook, Meta.

Mereka pun kini tengah berkutat pada proyek Massively Multilingual Speech (MMS). Proyek MMS ini diklaim dapat mengenali 4.000 bahasa lisan dan menghasilkan lebih dari 1.100 ucapan (text to speech).

BACA JUGA:
Cara Sembunyikan Story Instagram Tanpa Perlu Menguncinya


Tak mau menyimpannya sendiri, Meta telah membuka proyek ini dan mengundang peneliti untuk mengembangkan fondasinya. Dengan begitu, perushaan berharap bisa memberikan kontribusi dalam melestarikan keragaman bahasa di dunia.

&quot;Hari ini kami membagikan model dan kode kami secara publik sehingga orang lain dalam komunitas riset dapat mengembangkan pekerjaan kami,&quot; jelas Meta, dikutip dari Engadget.

BACA JUGA:
Instagram Down Pagi Ini Gara-Gara Uji Coba Medsos Baru?


Meta tidak menutup mata terhadap tantangan dalam proses pengembangan model bahasa AI ini. Pengenalan ucapan dan model text-to-speech perlu pelatihan ribuan jam pada data audio dengan label terenskripsi yang memfasilitasi algoritme pembelajaran mesin.Namun banyak bahasa yang terancam punah, terutama yang tidak banyak  digunakan dalam negara industri. Melihat persoalan ini, Meta akhirnya  menggunakan pendekatan yang tidak konvensional.

Mereka mengumpulkan rekaman audio dari teks-teks agama yang  diterjemahkan. Teks agama yang dimaksud seperti Alkitab yang telah  diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan terjemahannya telah dipelajari  secara luas untuk penelitian terjemahan bahasa berbasis teks.  &quot;Terjemahan ini memiliki rekaman audio yang tersedia untuk umum dari  orang yang membaca teks ini dalam berbagai bahasa,&quot; jelas Meta.

Dengan diperkenalkannya MMS Meta dan proyek sumber terbukanya, maka  keragaman linguistik bukan lagi masalah dalam pengembangan teknologi.  Terlebih, beberapa produk masa depan dikabarkan sudah mendukung AI yang  memerlukan komunikasi dengan bahasa ibu. Dengan MMS, keragaman bahasa  bisa lebih lestari.
</content:encoded></item></channel></rss>
