<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teleskop James Webb Berhasil Temukan Keberadaan Air di Komet Sabuk Asteroid</title><description>Air di luar angkasa biasanya hanya bisa ditemukan dalam bentuk es atau uap, sangat jarang dalam bentuk air tanah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/17/56/2815345/teleskop-james-webb-berhasil-temukan-keberadaan-air-di-komet-sabuk-asteroid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/17/56/2815345/teleskop-james-webb-berhasil-temukan-keberadaan-air-di-komet-sabuk-asteroid"/><item><title>Teleskop James Webb Berhasil Temukan Keberadaan Air di Komet Sabuk Asteroid</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/17/56/2815345/teleskop-james-webb-berhasil-temukan-keberadaan-air-di-komet-sabuk-asteroid</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/17/56/2815345/teleskop-james-webb-berhasil-temukan-keberadaan-air-di-komet-sabuk-asteroid</guid><pubDate>Rabu 17 Mei 2023 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Yusuf Emar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/17/56/2815345/teleskop-james-webb-berhasil-temukan-keberadaan-air-di-komet-sabuk-asteroid-EnqxiqkisZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sabuk Asteroid. (Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/17/56/2815345/teleskop-james-webb-berhasil-temukan-keberadaan-air-di-komet-sabuk-asteroid-EnqxiqkisZ.jpg</image><title>Sabuk Asteroid. (Foto: NASA)</title></images><description>AIR merupakan sumber kehidupan yang penting, karenannya keberadaan air sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup. Keberadaan air yang ada di dalam tanah inilah yang menjadi kunci sumber kehidupan mahluk-mahluk di bumi.

Lantas, bagaimana di luar angkasa, apakah ada air? Jawabannya adalah ada, meskipun tidak dalam bentuk cair. Secara rumus kimia, air adalah kombinasi hidrogen (h) dan oksigen (o), dan keduanya dapat dengan mudah ditemukan di luar angkasa.

Hanya saja, berbeda dengan air di Bumi yang berada dalam keadaan cair. Air di luar angkasa biasanya hanya bisa ditemukan dalam bentuk es atau uap, sangat jarang dalam bentuk air tanah.

BACA JUGA:
NASA Menyerah, Hentikan Proyek Pencarian Sumber Es di Luar Angkasa


Tapi, sebuah teleskop luar angkasa James Webb dalam pengamatan kedua minggu ini, menyebut adanya uap air pertama yang diketahui di sekitar komet di sabuk asteroid utama, atau dikenal sebagai komet sabuk utama.

James Webb Space Telescope (JWST) sendiri adalah teleskop luar angkasa yang saat ini melakukan astronomi inframerah. Sebagai teleskop optik terbesar di luar angkasa, teleskop ini dilengkapi dengan instrumen beresolusi tinggi dan bersensitivitas tinggi, memungkinkannya untuk melihat objek yang terlalu tua, jauh, atau redup untuk Teleskop Luar Angkasa Hubble.

BACA JUGA:
Cuma iPhone 15 Pro Max yang Bakal Punya Lensa Periskop


Seperti yang dilansir dari laman engadget, para peneliti menggunakan kamera observatory's near-infrared menduga bahwa komet bisa mengawetkan air es yang relatif dekat dengan matahari, namun tidak memiliki bukti kuat sampai sekarang.

Para peneliti berharap komet duduk di sabuk kuiper atau awan oort, di mana keduanya cukup jauh dari Matahari, sehingga es bisa bertahan. Tapi, temuan itu telah menciptakan teka-teki baru.Karbon dioksida yang biasanya mewakili 10 persen dari bahan yang  berpotensi menguap di komet, instrumen Webb tidak mendeteksi apapun di  Read. Para peneliti berspekulasi, bahwa CO2 hilang selama miliaran  tahun, atau Read terbentuk di bagian tata surya yang relatif nyaman yang  tidak memiliki CO2.

Read merupakan salah satu benda pertama yang digunakan untuk  menetapkan kategori komet sabuk utama. Sementara Teleskop James Webb  merupakan peralatan pertama yang cukup kuat untuk mempelajari komet  tersebut secara detail.

Meski demikian, dibutuhkan pengamatan lebih lanjut untuk memahami  apakah ketiadaan CO2 read merupakan suatu kebetulan atau dimiliki oleh  komet sabuk utama lainnya. Selain itu, untuk meneliti kebenarannya,  anggota tim peneliti Stefanie Milam menyarankan misi pengumpulan sampel  untuk bisa membantu mempelajari lebih lanjut tentang komet tersebut.

Upaya tersebut kabarnya akan lebih praktis daripada misi lain. Karena  sabuk Kuiper dimulai kira-kira di tepi orbit Neptunus, sementara Awal  oort berjarak sekitar dua tahun cahaya.
</description><content:encoded>AIR merupakan sumber kehidupan yang penting, karenannya keberadaan air sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup. Keberadaan air yang ada di dalam tanah inilah yang menjadi kunci sumber kehidupan mahluk-mahluk di bumi.

Lantas, bagaimana di luar angkasa, apakah ada air? Jawabannya adalah ada, meskipun tidak dalam bentuk cair. Secara rumus kimia, air adalah kombinasi hidrogen (h) dan oksigen (o), dan keduanya dapat dengan mudah ditemukan di luar angkasa.

Hanya saja, berbeda dengan air di Bumi yang berada dalam keadaan cair. Air di luar angkasa biasanya hanya bisa ditemukan dalam bentuk es atau uap, sangat jarang dalam bentuk air tanah.

BACA JUGA:
NASA Menyerah, Hentikan Proyek Pencarian Sumber Es di Luar Angkasa


Tapi, sebuah teleskop luar angkasa James Webb dalam pengamatan kedua minggu ini, menyebut adanya uap air pertama yang diketahui di sekitar komet di sabuk asteroid utama, atau dikenal sebagai komet sabuk utama.

James Webb Space Telescope (JWST) sendiri adalah teleskop luar angkasa yang saat ini melakukan astronomi inframerah. Sebagai teleskop optik terbesar di luar angkasa, teleskop ini dilengkapi dengan instrumen beresolusi tinggi dan bersensitivitas tinggi, memungkinkannya untuk melihat objek yang terlalu tua, jauh, atau redup untuk Teleskop Luar Angkasa Hubble.

BACA JUGA:
Cuma iPhone 15 Pro Max yang Bakal Punya Lensa Periskop


Seperti yang dilansir dari laman engadget, para peneliti menggunakan kamera observatory's near-infrared menduga bahwa komet bisa mengawetkan air es yang relatif dekat dengan matahari, namun tidak memiliki bukti kuat sampai sekarang.

Para peneliti berharap komet duduk di sabuk kuiper atau awan oort, di mana keduanya cukup jauh dari Matahari, sehingga es bisa bertahan. Tapi, temuan itu telah menciptakan teka-teki baru.Karbon dioksida yang biasanya mewakili 10 persen dari bahan yang  berpotensi menguap di komet, instrumen Webb tidak mendeteksi apapun di  Read. Para peneliti berspekulasi, bahwa CO2 hilang selama miliaran  tahun, atau Read terbentuk di bagian tata surya yang relatif nyaman yang  tidak memiliki CO2.

Read merupakan salah satu benda pertama yang digunakan untuk  menetapkan kategori komet sabuk utama. Sementara Teleskop James Webb  merupakan peralatan pertama yang cukup kuat untuk mempelajari komet  tersebut secara detail.

Meski demikian, dibutuhkan pengamatan lebih lanjut untuk memahami  apakah ketiadaan CO2 read merupakan suatu kebetulan atau dimiliki oleh  komet sabuk utama lainnya. Selain itu, untuk meneliti kebenarannya,  anggota tim peneliti Stefanie Milam menyarankan misi pengumpulan sampel  untuk bisa membantu mempelajari lebih lanjut tentang komet tersebut.

Upaya tersebut kabarnya akan lebih praktis daripada misi lain. Karena  sabuk Kuiper dimulai kira-kira di tepi orbit Neptunus, sementara Awal  oort berjarak sekitar dua tahun cahaya.
</content:encoded></item></channel></rss>
