<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim Peneliti China Berhasil Kembangkan VR yang Bisa Cium Bau</title><description>Tim peneliti China berhasil merancang aplikasi nirkabel VR untuk penciuman antarmuka.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/15/57/2814448/tim-peneliti-china-berhasil-kembangkan-vr-yang-bisa-cium-bau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/15/57/2814448/tim-peneliti-china-berhasil-kembangkan-vr-yang-bisa-cium-bau"/><item><title>Tim Peneliti China Berhasil Kembangkan VR yang Bisa Cium Bau</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/15/57/2814448/tim-peneliti-china-berhasil-kembangkan-vr-yang-bisa-cium-bau</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/15/57/2814448/tim-peneliti-china-berhasil-kembangkan-vr-yang-bisa-cium-bau</guid><pubDate>Senin 15 Mei 2023 21:31 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/15/57/2814448/tim-peneliti-china-berhasil-kembangkan-vr-yang-bisa-cium-bau-4PjhwrzzDq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Virtual Reality. (Foto: Xinhua)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/15/57/2814448/tim-peneliti-china-berhasil-kembangkan-vr-yang-bisa-cium-bau-4PjhwrzzDq.jpg</image><title>Virtual Reality. (Foto: Xinhua)</title></images><description>SELAIN kecerdasan buatan atau Artificial Intelliegence (AI) salah satu yang juga terus dikembangkan adalah virtual reality (VR). Saat ini, teknologi VR memang baru mengandalkan pengelihatan kita, tapi teknologi ini sudah bisa mencapai indera kita lainnya.

Tim peneliti China berhasil merancang aplikasi nirkabel VR untuk penciuman antarmuka. Alat tersebut dapat membuat penggunanya dapat mencium berbagai aroma, seperti rosemary, mojito, panekuk, hingga durian.

Seperti dilaporkan sebuah artikel penelitian yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Nature Communications, sistem antarmuka manusia-komputer yang menyimulasikan penglihatan, suara, dan sentuhan dalam VR telah dikembangkan, sedangkan sistem dengan umpan balik penciuman belum ada.

BACA JUGA:
Headset AR/VR Milik Apple Debut di WWDC 2023? Cek Faktanya!


Para peneliti dari Beihang University dan City University of Hong Kong mengoptimalkan pemilihan material, tata letak desain, serta manajemen daya, menurut artikel tersebut.

Generator aroma menunjukkan kinerja luar biasa dalam berbagai aspek, termasuk tingkat respons, kontrol konsentrasi bau, operasi kontinu jangka panjang, stabilitas mekanis atau listrik yang tinggi, serta konsumsi daya yang rendah.

BACA JUGA:
Napak Tilas Jim Geovedi, Hacker Indonesia yang Mampu Hack Satelit China


Ada dua pilihan untuk antarmuka penciuman. Salah satunya dilengkapi dengan generator aroma berskala milimeter yang menempel langsung ke kulit di bawah hidung dan memiliki dua opsi aroma. Sementara itu, pilihan lainnya berupa masker lembut yang menghasilkan sembilan aroma berbeda.

Para peneliti memperagakan kemampuan penyesuaian alat ini dengan 30 aroma berbeda, termasuk nanas, jahe, teh hijau, karamel, dan permen. Alat ini dianggap memiliki potensi besar dalam aplikasi praktis, seperti hiburan, pendidikan, dan antarmuka manusia-mesin.</description><content:encoded>SELAIN kecerdasan buatan atau Artificial Intelliegence (AI) salah satu yang juga terus dikembangkan adalah virtual reality (VR). Saat ini, teknologi VR memang baru mengandalkan pengelihatan kita, tapi teknologi ini sudah bisa mencapai indera kita lainnya.

Tim peneliti China berhasil merancang aplikasi nirkabel VR untuk penciuman antarmuka. Alat tersebut dapat membuat penggunanya dapat mencium berbagai aroma, seperti rosemary, mojito, panekuk, hingga durian.

Seperti dilaporkan sebuah artikel penelitian yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Nature Communications, sistem antarmuka manusia-komputer yang menyimulasikan penglihatan, suara, dan sentuhan dalam VR telah dikembangkan, sedangkan sistem dengan umpan balik penciuman belum ada.

BACA JUGA:
Headset AR/VR Milik Apple Debut di WWDC 2023? Cek Faktanya!


Para peneliti dari Beihang University dan City University of Hong Kong mengoptimalkan pemilihan material, tata letak desain, serta manajemen daya, menurut artikel tersebut.

Generator aroma menunjukkan kinerja luar biasa dalam berbagai aspek, termasuk tingkat respons, kontrol konsentrasi bau, operasi kontinu jangka panjang, stabilitas mekanis atau listrik yang tinggi, serta konsumsi daya yang rendah.

BACA JUGA:
Napak Tilas Jim Geovedi, Hacker Indonesia yang Mampu Hack Satelit China


Ada dua pilihan untuk antarmuka penciuman. Salah satunya dilengkapi dengan generator aroma berskala milimeter yang menempel langsung ke kulit di bawah hidung dan memiliki dua opsi aroma. Sementara itu, pilihan lainnya berupa masker lembut yang menghasilkan sembilan aroma berbeda.

Para peneliti memperagakan kemampuan penyesuaian alat ini dengan 30 aroma berbeda, termasuk nanas, jahe, teh hijau, karamel, dan permen. Alat ini dianggap memiliki potensi besar dalam aplikasi praktis, seperti hiburan, pendidikan, dan antarmuka manusia-mesin.</content:encoded></item></channel></rss>
