<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA Menyerah, Hentikan Proyek Pencarian Sumber Es di Luar Angkasa</title><description>Proyek Lunar Flashlight dirancang untuk mencari sumber es di tetangga terdekat Bumi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/15/56/2814475/nasa-menyerah-hentikan-proyek-pencarian-sumber-es-di-luar-angkasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/15/56/2814475/nasa-menyerah-hentikan-proyek-pencarian-sumber-es-di-luar-angkasa"/><item><title>NASA Menyerah, Hentikan Proyek Pencarian Sumber Es di Luar Angkasa</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/15/56/2814475/nasa-menyerah-hentikan-proyek-pencarian-sumber-es-di-luar-angkasa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/15/56/2814475/nasa-menyerah-hentikan-proyek-pencarian-sumber-es-di-luar-angkasa</guid><pubDate>Selasa 16 Mei 2023 08:12 WIB</pubDate><dc:creator>Raden Yusuf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/15/56/2814475/nasa-menyerah-hentikan-proyek-pencarian-sumber-es-di-luar-angkasa-m4Mvju1SiR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">NASA. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/15/56/2814475/nasa-menyerah-hentikan-proyek-pencarian-sumber-es-di-luar-angkasa-m4Mvju1SiR.jpg</image><title>NASA. (Foto: Reuters)</title></images><description>BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memang memiliki banyak proyek yang hendak mereka lakukan. Proyek-proyek ini pun dilakukan untuk mencari informasi ataupun sumber energi lainnya di luar bumi.

Salah satunya adalah proyek Lunar Flashlight, yang dirancang untuk mencari sumber es di tetangga terdekat Bumi. Sayangnya, dilansir dari laman engadget, NASA menghabiskan beberapa bulan terakhir untuk mencoba, dan gagal membuat pesawat yang menghasilkan daya dorong yang diperlukan untuk membawa satelit kecil ke tujuan.

BACA JUGA:
NASA Bakal Bangun Stasiun Pengamatan Luar Angkasa di Bulan


Salah satu pejabat NASA menjelaskan bahwa masalah tersebut kemungkinan disebabkan oleh penumpukan puing di saluran bahan bakar, yang mencegah CubeSat bekerja secara maksimal. Untuk diketahui Lunar Flashlight &quot;briefcase sized&quot; pertama kali diluncurkan pada bulan Desember 2018, dan dikembangkan oleh mahasiswa di Georgia Tech.

Misi tersebut bertujuan untuk memulai perjalanan empat bulan ke bulan, setelah itu akan mencari air atau es di permukaan kutub selatan bulan yang selalu gelap.

BACA JUGA:
Meteoroid Berusia 4,6 Miliar Tahun Hantam Rumah Warga di Siang Bolong, Masuk ke Kamar Tidur


Sayangnya, meski upaya selama berbulan-bulan untuk memperbaiki masalah tersebut dilakukan, pesawat akan melewati Bumi dan kemudian terbang ke orbit, dan diharapkan tidak terlalu dekat dengan matahari. Namun, NASA memilih untuk mengambil pendekatan setengah penuh untuk kegagalan, menunjuk pada keberhasilan banyak komponen proyek.

Barbara Cohen selaku peneliti utama di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard menjelaskan, meskipun mengecewakan, misi Lunar Flashlight membuktikan berfungsinya beberapa alat yang pertama kali digunakan di satelit. Sementara itu, para peneliti pun bisa mengumpulkan banyak data kinerja dalam penerbangan pada instrumen yang sangat berharga untuk iterasi di masa depan.</description><content:encoded>BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memang memiliki banyak proyek yang hendak mereka lakukan. Proyek-proyek ini pun dilakukan untuk mencari informasi ataupun sumber energi lainnya di luar bumi.

Salah satunya adalah proyek Lunar Flashlight, yang dirancang untuk mencari sumber es di tetangga terdekat Bumi. Sayangnya, dilansir dari laman engadget, NASA menghabiskan beberapa bulan terakhir untuk mencoba, dan gagal membuat pesawat yang menghasilkan daya dorong yang diperlukan untuk membawa satelit kecil ke tujuan.

BACA JUGA:
NASA Bakal Bangun Stasiun Pengamatan Luar Angkasa di Bulan


Salah satu pejabat NASA menjelaskan bahwa masalah tersebut kemungkinan disebabkan oleh penumpukan puing di saluran bahan bakar, yang mencegah CubeSat bekerja secara maksimal. Untuk diketahui Lunar Flashlight &quot;briefcase sized&quot; pertama kali diluncurkan pada bulan Desember 2018, dan dikembangkan oleh mahasiswa di Georgia Tech.

Misi tersebut bertujuan untuk memulai perjalanan empat bulan ke bulan, setelah itu akan mencari air atau es di permukaan kutub selatan bulan yang selalu gelap.

BACA JUGA:
Meteoroid Berusia 4,6 Miliar Tahun Hantam Rumah Warga di Siang Bolong, Masuk ke Kamar Tidur


Sayangnya, meski upaya selama berbulan-bulan untuk memperbaiki masalah tersebut dilakukan, pesawat akan melewati Bumi dan kemudian terbang ke orbit, dan diharapkan tidak terlalu dekat dengan matahari. Namun, NASA memilih untuk mengambil pendekatan setengah penuh untuk kegagalan, menunjuk pada keberhasilan banyak komponen proyek.

Barbara Cohen selaku peneliti utama di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard menjelaskan, meskipun mengecewakan, misi Lunar Flashlight membuktikan berfungsinya beberapa alat yang pertama kali digunakan di satelit. Sementara itu, para peneliti pun bisa mengumpulkan banyak data kinerja dalam penerbangan pada instrumen yang sangat berharga untuk iterasi di masa depan.</content:encoded></item></channel></rss>
