<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arkeolog Temukan Jalan yang Hilang Berusia 7.000 Tahun, Ternyata Tenggelam di Dasar Laut</title><description>Jalanan kuno tersebut pun diyakini sudah dibangun pada 7.000 tahun silam.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/11/56/2812272/arkeolog-temukan-jalan-yang-hilang-berusia-7-000-tahun-ternyata-tenggelam-di-dasar-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/11/56/2812272/arkeolog-temukan-jalan-yang-hilang-berusia-7-000-tahun-ternyata-tenggelam-di-dasar-laut"/><item><title>Arkeolog Temukan Jalan yang Hilang Berusia 7.000 Tahun, Ternyata Tenggelam di Dasar Laut</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/11/56/2812272/arkeolog-temukan-jalan-yang-hilang-berusia-7-000-tahun-ternyata-tenggelam-di-dasar-laut</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/11/56/2812272/arkeolog-temukan-jalan-yang-hilang-berusia-7-000-tahun-ternyata-tenggelam-di-dasar-laut</guid><pubDate>Kamis 11 Mei 2023 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/11/56/2812272/arkeolog-temukan-jalan-yang-hilang-berusia-7-000-tahun-ternyata-tenggelam-di-dasar-laut-vB9EAH8Ckt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan yang Hilang 7.000 Tahun Lalu. (Foto: University of Zadar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/11/56/2812272/arkeolog-temukan-jalan-yang-hilang-berusia-7-000-tahun-ternyata-tenggelam-di-dasar-laut-vB9EAH8Ckt.jpg</image><title>Jalan yang Hilang 7.000 Tahun Lalu. (Foto: University of Zadar)</title></images><description>PERUBAHAN iklim atau climate change memang membuat pemanasan global yang berujung pada peningkatan volume air laut. Kenaikan volume air laut ini pun sudah terjadi ribuan tahun silam, sehingga tidak terlalu terlihat secara kasa mata.

Tapi, hal ini dibuktikan dengan penemuan jalan kuno dari zaman batu di dasar laut mediterania. Jalanan kuno tersebut pun diyakini sudah dibangun pada 7.000 tahun silam.

Mate Parica, arkeolog dari Universitas Zadar, Kroasia, mengatakan jalan tersebut berada di bawah lapisan lumpur laut di lepas pantai selatan Kroasia. Jalan kuno itu diyakini merupakan jalan hilang yang menghubungkan antara Korcula dan Soline. Kedua tempat itu adalah pulau buatan yang jadi rumah dari masyarakat budaya kuno di Hvar.

BACA JUGA:
Arkeolog Temukan Patung Sphinx Mini di Dekat Situs Kuil Hathor


Mate Parica disebutkan Daily Mail menemukan jalan berusia 7.000 tahun lalu saat menganalisa gambar satelit dari air di sekitar Soline, situs neolitik yang sekarang terendam. Keberadaan Soline sendiri sudah ditemukan pada 2021 di lepas pantai pulau Korcula, Kroasia.

Saat gambar dianalisa, Mate Parica sadar ada sesuatu yang aneh di dasar laut. Dia kemudian bersama teman-temannya melakukan penyelaman untuk melihat langsung keanehan tersebut.

BACA JUGA:
Arkeolog Berhasil Temukan Mumi Berlapis Emas, Artefak, dan Beberapa Makam


Pada kedalaman 4 hingga 5 meter  di Laut Adriatik Mediterania, mereka menemukan dinding batu yang mungkin pernah menjadi bagian dari pemukiman kuno. Dinding batu tersebut tidak hancur dari tekanan air laut karena kondisi yang sangat unik.

&quot;Hal yang beruntung daerah ini tidak seperti kebanyakan bagian Mediterania. Wilayah iniaman dari gelombang besar karena banyak pulau melindungi pantai,&quot; kata Mate Parica.

&quot;Hal itu tentu saja membantu melestarikan situs tersebut dari kerusakan alam,&quot; sambungnya.Kondisi jalan yang ditemukan itu memang masih cukup bagus. Jalan  tersebut memiliki lebar sekitar 4 meter dan dibangun dari lempengan batu  yang ditumpuk dengan hati-hati.

Hanya saja saat ini kondisi jalan sudah tertutup lapisan lumpur tebal  karena berada lama di permukaan laut. Mate Parica dan rekannya menduga  bahwa jalan tersebut dibangun oleh masyarakat budaya neolitilk, Hvar,  yang pernah menghuni Adriatik timur.

&quot;Orang-orang berjalan di jalan ini hampir 7.000 tahun yang lalu,&quot;  tulis keterangan resmi Universitas Zadar di akun Facebook resmi mereka  mengomentari penemuan Mate Parica.

Sementara Science Alert mengatakan era Neolitikum atau Zaman Baru  Baru muncul di beberapa bagian dunia. Zaman itu merupakan waktu dimana  manusia beralih dari gaya hidup mengumpulkan makanan dengan cara buru ke  domestifikasi hewan dan pertanian.

Peralihan ini membuat manusia lebih banyak bermukim secara permanen.  Tetapi pemukiman dari periode Neolitik tidak sering ditemukan. Jadi ini  adalah temuan menarik bagi para arkeolog, menunjukkan bagaimana nenek  moyang kita bisa beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dan  membangun jalan di antara mereka.
</description><content:encoded>PERUBAHAN iklim atau climate change memang membuat pemanasan global yang berujung pada peningkatan volume air laut. Kenaikan volume air laut ini pun sudah terjadi ribuan tahun silam, sehingga tidak terlalu terlihat secara kasa mata.

Tapi, hal ini dibuktikan dengan penemuan jalan kuno dari zaman batu di dasar laut mediterania. Jalanan kuno tersebut pun diyakini sudah dibangun pada 7.000 tahun silam.

Mate Parica, arkeolog dari Universitas Zadar, Kroasia, mengatakan jalan tersebut berada di bawah lapisan lumpur laut di lepas pantai selatan Kroasia. Jalan kuno itu diyakini merupakan jalan hilang yang menghubungkan antara Korcula dan Soline. Kedua tempat itu adalah pulau buatan yang jadi rumah dari masyarakat budaya kuno di Hvar.

BACA JUGA:
Arkeolog Temukan Patung Sphinx Mini di Dekat Situs Kuil Hathor


Mate Parica disebutkan Daily Mail menemukan jalan berusia 7.000 tahun lalu saat menganalisa gambar satelit dari air di sekitar Soline, situs neolitik yang sekarang terendam. Keberadaan Soline sendiri sudah ditemukan pada 2021 di lepas pantai pulau Korcula, Kroasia.

Saat gambar dianalisa, Mate Parica sadar ada sesuatu yang aneh di dasar laut. Dia kemudian bersama teman-temannya melakukan penyelaman untuk melihat langsung keanehan tersebut.

BACA JUGA:
Arkeolog Berhasil Temukan Mumi Berlapis Emas, Artefak, dan Beberapa Makam


Pada kedalaman 4 hingga 5 meter  di Laut Adriatik Mediterania, mereka menemukan dinding batu yang mungkin pernah menjadi bagian dari pemukiman kuno. Dinding batu tersebut tidak hancur dari tekanan air laut karena kondisi yang sangat unik.

&quot;Hal yang beruntung daerah ini tidak seperti kebanyakan bagian Mediterania. Wilayah iniaman dari gelombang besar karena banyak pulau melindungi pantai,&quot; kata Mate Parica.

&quot;Hal itu tentu saja membantu melestarikan situs tersebut dari kerusakan alam,&quot; sambungnya.Kondisi jalan yang ditemukan itu memang masih cukup bagus. Jalan  tersebut memiliki lebar sekitar 4 meter dan dibangun dari lempengan batu  yang ditumpuk dengan hati-hati.

Hanya saja saat ini kondisi jalan sudah tertutup lapisan lumpur tebal  karena berada lama di permukaan laut. Mate Parica dan rekannya menduga  bahwa jalan tersebut dibangun oleh masyarakat budaya neolitilk, Hvar,  yang pernah menghuni Adriatik timur.

&quot;Orang-orang berjalan di jalan ini hampir 7.000 tahun yang lalu,&quot;  tulis keterangan resmi Universitas Zadar di akun Facebook resmi mereka  mengomentari penemuan Mate Parica.

Sementara Science Alert mengatakan era Neolitikum atau Zaman Baru  Baru muncul di beberapa bagian dunia. Zaman itu merupakan waktu dimana  manusia beralih dari gaya hidup mengumpulkan makanan dengan cara buru ke  domestifikasi hewan dan pertanian.

Peralihan ini membuat manusia lebih banyak bermukim secara permanen.  Tetapi pemukiman dari periode Neolitik tidak sering ditemukan. Jadi ini  adalah temuan menarik bagi para arkeolog, menunjukkan bagaimana nenek  moyang kita bisa beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dan  membangun jalan di antara mereka.
</content:encoded></item></channel></rss>
