<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SpaceX Ajak Perusahaan Startup Vast Bangun Stasiun Luar Angkasa Komersial Pertama</title><description>Stasiun ruang angkasa ini dinamai Haven-1 dan nantinya akan diisi oleh 4 orang.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/11/54/2812346/spacex-ajak-perusahaan-startup-vast-bangun-stasiun-luar-angkasa-komersial-pertama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/11/54/2812346/spacex-ajak-perusahaan-startup-vast-bangun-stasiun-luar-angkasa-komersial-pertama"/><item><title>SpaceX Ajak Perusahaan Startup Vast Bangun Stasiun Luar Angkasa Komersial Pertama</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/11/54/2812346/spacex-ajak-perusahaan-startup-vast-bangun-stasiun-luar-angkasa-komersial-pertama</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/11/54/2812346/spacex-ajak-perusahaan-startup-vast-bangun-stasiun-luar-angkasa-komersial-pertama</guid><pubDate>Kamis 11 Mei 2023 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BEBERAPA perusahaan memang telah menawarkan wisata ke luar angkasa, namun sampai saat ini belum ada yang berhasil mewujudkannya. Salah satu perusahaan yang sampai saat ini terus berinovasi untuk penerbangan ke luar angkasa adalah SpaceX.

Bahkan, SpaceX menggandeng perusahaan startup Vast untuk meluncurkan stasiun luar angkasa komersial pertama pada Agustus 2025 mendatang. Stasiun ruang angkasa ini dinamai Haven-1 dan nantinya akan diisi oleh 4 orang.

BACA JUGA:
Tak Punya Pembuangan Api, Landasan Peluncuran Roket Starship SpaceX Ikutan Rusak Parah


Penghuni stasiun tersebut bakal dibawa menggunaoan kapsul awak SpaceX Dragon. Sementara itu stasiun luar angkasa Vast bakal meluncur bersama roket Falcon 9 SpaceX. Haven-1 cukup kecil sehingga dapat ditempatkan di atas roket tersebut.

Stasiun ini awalnya direncanakan untuk beroperasi sendiri. Namun akhirnya ini akan menjadi satu modul di stasiun Vast yang lebih besar saat terhubung dengan modul lain yang diluncurkan nantinya.

BACA JUGA:
Roket SpaceX Meledak 4 Menit Setelah Diluncurkan, Begini Reaksi Elon Musk


Stasiun ini memang sengaja dirancang untuk menampung empat orang awak sekaligus. Fitur palka dok dirancang untuk  Crew Dragon dengan ketinggian sekitar dua kali lipat dari fitur yang ada pada pesawat ruang angkasa SpaceX.

Dilansir dari TechCrunch, stasiun Vast diluncurkan dengan tujuan untuk memberikan tempat dan waktu lebih kepada Crew Dragon di orbit rendah Bumi. Disisi lain tentunya ada harapan terbukanya peluang sains, penelitian, manufaktur di luar angkasa.Empat orang awak tersebut akan tinggal di stasiun luar angkasa dalam  waktu 30 hari. Haven-1 juga telah menyediakan daya dan konektivitas  sepanjang waktu melalui WiFi onboard selama menginap.

Misi Vast-1 yang akan menyediakan tempat 4 orang sebenarnya dapat  dipesan. Pihak perushaan membuka peluang kepada perusahaan antariksa,  astronaut profesional, serta badan swasta untuk terlibat dalam pekerjaan  ilmiah atau filantropis. Bahkan sebelum misi ini meluncur, Vast telah  membuat rencana lagi dengan SpaceX untuk menjalankan proyek Vast-2 pada  tahun 2026.

Apabila rencana tahun 2025 terwujud, Vast dan SpaceX akan menyalip  stasiun luar angkasa komersial lainnya, termasuk proyek Starlab yang  ditargetkan tahun 2027. Selain itu, misi ini akan mendahului platform  orbit Axiom yang direncanakam meluncur pada akhir 2025.
</description><content:encoded>BEBERAPA perusahaan memang telah menawarkan wisata ke luar angkasa, namun sampai saat ini belum ada yang berhasil mewujudkannya. Salah satu perusahaan yang sampai saat ini terus berinovasi untuk penerbangan ke luar angkasa adalah SpaceX.

Bahkan, SpaceX menggandeng perusahaan startup Vast untuk meluncurkan stasiun luar angkasa komersial pertama pada Agustus 2025 mendatang. Stasiun ruang angkasa ini dinamai Haven-1 dan nantinya akan diisi oleh 4 orang.

BACA JUGA:
Tak Punya Pembuangan Api, Landasan Peluncuran Roket Starship SpaceX Ikutan Rusak Parah


Penghuni stasiun tersebut bakal dibawa menggunaoan kapsul awak SpaceX Dragon. Sementara itu stasiun luar angkasa Vast bakal meluncur bersama roket Falcon 9 SpaceX. Haven-1 cukup kecil sehingga dapat ditempatkan di atas roket tersebut.

Stasiun ini awalnya direncanakan untuk beroperasi sendiri. Namun akhirnya ini akan menjadi satu modul di stasiun Vast yang lebih besar saat terhubung dengan modul lain yang diluncurkan nantinya.

BACA JUGA:
Roket SpaceX Meledak 4 Menit Setelah Diluncurkan, Begini Reaksi Elon Musk


Stasiun ini memang sengaja dirancang untuk menampung empat orang awak sekaligus. Fitur palka dok dirancang untuk  Crew Dragon dengan ketinggian sekitar dua kali lipat dari fitur yang ada pada pesawat ruang angkasa SpaceX.

Dilansir dari TechCrunch, stasiun Vast diluncurkan dengan tujuan untuk memberikan tempat dan waktu lebih kepada Crew Dragon di orbit rendah Bumi. Disisi lain tentunya ada harapan terbukanya peluang sains, penelitian, manufaktur di luar angkasa.Empat orang awak tersebut akan tinggal di stasiun luar angkasa dalam  waktu 30 hari. Haven-1 juga telah menyediakan daya dan konektivitas  sepanjang waktu melalui WiFi onboard selama menginap.

Misi Vast-1 yang akan menyediakan tempat 4 orang sebenarnya dapat  dipesan. Pihak perushaan membuka peluang kepada perusahaan antariksa,  astronaut profesional, serta badan swasta untuk terlibat dalam pekerjaan  ilmiah atau filantropis. Bahkan sebelum misi ini meluncur, Vast telah  membuat rencana lagi dengan SpaceX untuk menjalankan proyek Vast-2 pada  tahun 2026.

Apabila rencana tahun 2025 terwujud, Vast dan SpaceX akan menyalip  stasiun luar angkasa komersial lainnya, termasuk proyek Starlab yang  ditargetkan tahun 2027. Selain itu, misi ini akan mendahului platform  orbit Axiom yang direncanakam meluncur pada akhir 2025.
</content:encoded></item></channel></rss>
