<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hey Kamu Pemilik Akun Twitter Ini, Awas Dihapus Elon Musk Loh</title><description>Bagi kamu yang sudah terlalu lama rehat dari Twitter, hati-hati nih, sebab mereka yang memiliki akun dormant bakal dihilangkan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/10/54/2811771/hey-kamu-pemilik-akun-twitter-ini-awas-dihapus-elon-musk-loh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/10/54/2811771/hey-kamu-pemilik-akun-twitter-ini-awas-dihapus-elon-musk-loh"/><item><title>Hey Kamu Pemilik Akun Twitter Ini, Awas Dihapus Elon Musk Loh</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/10/54/2811771/hey-kamu-pemilik-akun-twitter-ini-awas-dihapus-elon-musk-loh</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/10/54/2811771/hey-kamu-pemilik-akun-twitter-ini-awas-dihapus-elon-musk-loh</guid><pubDate>Kamis 11 Mei 2023 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/10/54/2811771/hey-kamu-pemilik-akun-twitter-ini-awas-dihapus-elon-musk-loh-Yu4BoAMAHF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Twitter. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/10/54/2811771/hey-kamu-pemilik-akun-twitter-ini-awas-dihapus-elon-musk-loh-Yu4BoAMAHF.jpg</image><title>Twitter. (Foto: Reuters)</title></images><description>BANYAK orang memilih rehat dari media sosial, karena tidak ingin terpapar dari efek negatifnya. Salah satu medsos yang memiliki banyak netizen toxic adalah Twitter.

Tidak heran jika banyak orang kemudian memilih vakum bermain Twitter, bahkan hingga tahunan. Nah, bagi kamu yang sudah terlalu lama rehat dari Twitter, hati-hati nih, sebab mereka yang memiliki akun dormant bakal dihilangkan.

CEO Twitter Elon Musk berencana untuk 'bersih-bersih' di platform media sosial miliknya. Sang CEO mengatakan dalam waktu dekat Twitter akan menghapus akun yang tidak melakukan aktivitas dalam jangka waktu beberapa tahun.

BACA JUGA:
Pelanggan Twitter Blue Turun Lebih dari 50 Persen


Kabar ini disampaikan langsung oleh Musk melalui cuitan di akun Twitternya @elonmusk pada 8 Mei 2023. Tidak jelas apa alasan dan kapan Musk akan menerapkan kebijakan tersebut. Dia pun mengklaim bahwa akan ada penurunan pengikut akun akibat penghapusan ini di masa mendatang.

&quot;Kami menghapus akun yang tidak memiliki aktivitas sama sekali selama beberapa tahun, jadi Anda mungkin akan melihat penurunan jumlah pengikut,&quot; tulis Musk.

BACA JUGA:
Twitter Akhirnya Akui Adanya Bug di Beberapa User


Langkah yang dicanangkan oleh Musk ini sebenarnya memiliki dampak postif. Dengan adanya penghapusan akun, tentunya nama pengguna yang bersangkutan dapat digunakan oleh pengguna lainnya yang masih aktif di Twitter. Meski begitu, ada beberapa dampak negatif yang mungkin akan timbul dari kebijakan ini.

Seperti dikutip dari Slash Gear, salah satu kelemahan yang terjadi berkaitan dengan peniruan identitas. Akun tokoh publik yang telah dihapus dapat dimanfaatkan oleh orang lain untuk berpura-pura sebagai tokoh tersebut.Masalah lainnya, Musk tidak menjelaskan berapa lama masa waktu  seseorang dianggap tidak melakukan aktivitas. Dalam cuitannya, dia hanya  menyebut &quot;beberapa tahun&quot; yang tidak pasti periodenya.

Dengan begitu ada asumsi, bahwa pengguna yang aktif namun tidak  memposting apapun juga berpotensi mengalami penghapusan akun. Terkait  hal ini, publik mungkin harus menunggu informasi lebih lanjut dari Musk.

Kuat dugaan bahwa salah satu alasan Musk menerapkan kebijakan ini  lantaran konfliknya dengan NPR. Seperti diketahui NPR telah berhenti  memposting dan beraktivitas di Twitter karena dilabeli media afiliasi  negara oleh platform tersebut.

Tampaknya ini sebagai salah satu langkah Musk menarik kembali NPR  aktif di Twitter. Terlepas dari apapun alasannya, masih perlu beberapa  waktu untuk melihat dampak kebijakan ini di masa mendatang.
</description><content:encoded>BANYAK orang memilih rehat dari media sosial, karena tidak ingin terpapar dari efek negatifnya. Salah satu medsos yang memiliki banyak netizen toxic adalah Twitter.

Tidak heran jika banyak orang kemudian memilih vakum bermain Twitter, bahkan hingga tahunan. Nah, bagi kamu yang sudah terlalu lama rehat dari Twitter, hati-hati nih, sebab mereka yang memiliki akun dormant bakal dihilangkan.

CEO Twitter Elon Musk berencana untuk 'bersih-bersih' di platform media sosial miliknya. Sang CEO mengatakan dalam waktu dekat Twitter akan menghapus akun yang tidak melakukan aktivitas dalam jangka waktu beberapa tahun.

BACA JUGA:
Pelanggan Twitter Blue Turun Lebih dari 50 Persen


Kabar ini disampaikan langsung oleh Musk melalui cuitan di akun Twitternya @elonmusk pada 8 Mei 2023. Tidak jelas apa alasan dan kapan Musk akan menerapkan kebijakan tersebut. Dia pun mengklaim bahwa akan ada penurunan pengikut akun akibat penghapusan ini di masa mendatang.

&quot;Kami menghapus akun yang tidak memiliki aktivitas sama sekali selama beberapa tahun, jadi Anda mungkin akan melihat penurunan jumlah pengikut,&quot; tulis Musk.

BACA JUGA:
Twitter Akhirnya Akui Adanya Bug di Beberapa User


Langkah yang dicanangkan oleh Musk ini sebenarnya memiliki dampak postif. Dengan adanya penghapusan akun, tentunya nama pengguna yang bersangkutan dapat digunakan oleh pengguna lainnya yang masih aktif di Twitter. Meski begitu, ada beberapa dampak negatif yang mungkin akan timbul dari kebijakan ini.

Seperti dikutip dari Slash Gear, salah satu kelemahan yang terjadi berkaitan dengan peniruan identitas. Akun tokoh publik yang telah dihapus dapat dimanfaatkan oleh orang lain untuk berpura-pura sebagai tokoh tersebut.Masalah lainnya, Musk tidak menjelaskan berapa lama masa waktu  seseorang dianggap tidak melakukan aktivitas. Dalam cuitannya, dia hanya  menyebut &quot;beberapa tahun&quot; yang tidak pasti periodenya.

Dengan begitu ada asumsi, bahwa pengguna yang aktif namun tidak  memposting apapun juga berpotensi mengalami penghapusan akun. Terkait  hal ini, publik mungkin harus menunggu informasi lebih lanjut dari Musk.

Kuat dugaan bahwa salah satu alasan Musk menerapkan kebijakan ini  lantaran konfliknya dengan NPR. Seperti diketahui NPR telah berhenti  memposting dan beraktivitas di Twitter karena dilabeli media afiliasi  negara oleh platform tersebut.

Tampaknya ini sebagai salah satu langkah Musk menarik kembali NPR  aktif di Twitter. Terlepas dari apapun alasannya, masih perlu beberapa  waktu untuk melihat dampak kebijakan ini di masa mendatang.
</content:encoded></item></channel></rss>
