<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teknologi 3D Solusi Tingkatkan Efisiensi Industri 4.0</title><description>Kemenperin mempunyai program Making Indonesia 4.0 yang mendorong kemajuan digitalisasi industri.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/10/54/2811750/teknologi-3d-solusi-tingkatkan-efisiensi-industri-4-0</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/10/54/2811750/teknologi-3d-solusi-tingkatkan-efisiensi-industri-4-0"/><item><title>Teknologi 3D Solusi Tingkatkan Efisiensi Industri 4.0</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/10/54/2811750/teknologi-3d-solusi-tingkatkan-efisiensi-industri-4-0</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/10/54/2811750/teknologi-3d-solusi-tingkatkan-efisiensi-industri-4-0</guid><pubDate>Rabu 10 Mei 2023 20:09 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/10/54/2811750/teknologi-3d-solusi-tingkatkan-efisiensi-industri-4-0-vWBkdufu5p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO 3D Evolusi, Eric Rudolf Tedjasurya. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/10/54/2811750/teknologi-3d-solusi-tingkatkan-efisiensi-industri-4-0-vWBkdufu5p.jpg</image><title>CEO 3D Evolusi, Eric Rudolf Tedjasurya. (Foto: MPI)</title></images><description>TEKNOLOGI 3D memang bisa meningkatkan efisensi kerja di berbagai bidang industri. Tidak heran jika pemerintah tengah mendorong agar 3D technology semakin banyak digunakan, terutama 3D printing. Hal ini sejalan dengan misi revolusi 4.0 yang ingin mewujudkan digitalisasi industri.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Indonesia, Reni Yanita mengatakan, teknologi 3D dapat meningkatkan efisiensi. Menurutnya, Kemenperin mempunyai program Making Indonesia 4.0 yang mendorong kemajuan digitalisasi industri.

BACA JUGA:
Tanpa Pakai Pisau Bedah Tradisional, Printer 3D Ini dapat Memperbaiki Jaringan Tubuh


&quot;Tekonologi 3D memberikan warna baru perindustrian, meningkatkan inovasi, kreatifitas dan efisiensi,&quot; ujar Reni dalam video sambutannya di acara 3D Tech Summit Indonesia: 3D Scan and 3D Print for Innovation, di Cikarang Techno Park, Jawa Barat, Rabu (10/5/2023).

Mendukung upaya pemerintah, CEO 3D Evolusi, Eric Rudolf Tedjasurya mengatakan efisiensi waktu dalam pekerjaan merupakan hal yang sangat penting. Dibanding 2D, teknologi 3D scanning bisa menghasilkan data lebih lengkap.

BACA JUGA:
Nubia akan Ungkap Tablet Berteknologi 3D Pertama di Dunia di MWC 2023


Tidak hanya itu, hasil scanning pun bisa diedit pada software 3D. Jika dibutuhkan, produk yang bersangkutan juga bisa langsung dicetak menjadi prototype atau  mencetak barangnya sekaligus. Eric menjelaskan hasil dari 3D printing dapat mengubah data menjadi obyek yang mau kita secara nyata dengan  berbagai bahan material.

&quot;Saya melihat potensinya, bagaimana teknologi ini bila diterapkan dengan tepat, banyak efisiensi yang bisa ditingkatkan di berbagai macam industri,&quot; kata Eric dalam pemaparan materi.Tidak hanya berguna untuk mencetak barang, hasil 3D scanning bisa  dijadikan sebagai inventaris digital atau digital inventory menggantikan  benda fisik.

Pada dasarnya 3D scan alat yang berfungsi untuk mengukur objek yang  didukung teknologi laser atau cahaya sehingga dapat menangkap bentuk  objek secara akurat.

Oleh karena itu, ini bisa menjad solusi untuk mengatasi masalah  terbatasnya ruang penyimpanan barang fisik. Data yang diperoleh bisa  disimpan dalam bentuk file digital dan dapat diproduksi kapan pun  dibutuhkan. &quot;Melalui teknologi 3D, masalah tersebut bisa diatasi  sehingga pekerjaan lebih efisiensi, penghematan biaya, dan bergaransi,&quot;  pungkas Eric.
</description><content:encoded>TEKNOLOGI 3D memang bisa meningkatkan efisensi kerja di berbagai bidang industri. Tidak heran jika pemerintah tengah mendorong agar 3D technology semakin banyak digunakan, terutama 3D printing. Hal ini sejalan dengan misi revolusi 4.0 yang ingin mewujudkan digitalisasi industri.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Indonesia, Reni Yanita mengatakan, teknologi 3D dapat meningkatkan efisiensi. Menurutnya, Kemenperin mempunyai program Making Indonesia 4.0 yang mendorong kemajuan digitalisasi industri.

BACA JUGA:
Tanpa Pakai Pisau Bedah Tradisional, Printer 3D Ini dapat Memperbaiki Jaringan Tubuh


&quot;Tekonologi 3D memberikan warna baru perindustrian, meningkatkan inovasi, kreatifitas dan efisiensi,&quot; ujar Reni dalam video sambutannya di acara 3D Tech Summit Indonesia: 3D Scan and 3D Print for Innovation, di Cikarang Techno Park, Jawa Barat, Rabu (10/5/2023).

Mendukung upaya pemerintah, CEO 3D Evolusi, Eric Rudolf Tedjasurya mengatakan efisiensi waktu dalam pekerjaan merupakan hal yang sangat penting. Dibanding 2D, teknologi 3D scanning bisa menghasilkan data lebih lengkap.

BACA JUGA:
Nubia akan Ungkap Tablet Berteknologi 3D Pertama di Dunia di MWC 2023


Tidak hanya itu, hasil scanning pun bisa diedit pada software 3D. Jika dibutuhkan, produk yang bersangkutan juga bisa langsung dicetak menjadi prototype atau  mencetak barangnya sekaligus. Eric menjelaskan hasil dari 3D printing dapat mengubah data menjadi obyek yang mau kita secara nyata dengan  berbagai bahan material.

&quot;Saya melihat potensinya, bagaimana teknologi ini bila diterapkan dengan tepat, banyak efisiensi yang bisa ditingkatkan di berbagai macam industri,&quot; kata Eric dalam pemaparan materi.Tidak hanya berguna untuk mencetak barang, hasil 3D scanning bisa  dijadikan sebagai inventaris digital atau digital inventory menggantikan  benda fisik.

Pada dasarnya 3D scan alat yang berfungsi untuk mengukur objek yang  didukung teknologi laser atau cahaya sehingga dapat menangkap bentuk  objek secara akurat.

Oleh karena itu, ini bisa menjad solusi untuk mengatasi masalah  terbatasnya ruang penyimpanan barang fisik. Data yang diperoleh bisa  disimpan dalam bentuk file digital dan dapat diproduksi kapan pun  dibutuhkan. &quot;Melalui teknologi 3D, masalah tersebut bisa diatasi  sehingga pekerjaan lebih efisiensi, penghematan biaya, dan bergaransi,&quot;  pungkas Eric.
</content:encoded></item></channel></rss>
