<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunakan Teknologi Laser, Misi Artemis 2 ke Bulan Bisa Ditonton secara Live</title><description>NASA menggunakan laser dalam misi ini sebagai metode baru untuk berkomunikasi dengan pesawat ruang angkasa.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/09/54/2811016/gunakan-teknologi-laser-misi-artemis-2-ke-bulan-bisa-ditonton-secara-live</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/09/54/2811016/gunakan-teknologi-laser-misi-artemis-2-ke-bulan-bisa-ditonton-secara-live"/><item><title>Gunakan Teknologi Laser, Misi Artemis 2 ke Bulan Bisa Ditonton secara Live</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/09/54/2811016/gunakan-teknologi-laser-misi-artemis-2-ke-bulan-bisa-ditonton-secara-live</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/09/54/2811016/gunakan-teknologi-laser-misi-artemis-2-ke-bulan-bisa-ditonton-secara-live</guid><pubDate>Selasa 09 Mei 2023 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/09/54/2811016/gunakan-teknologi-laser-misi-artemis-2-ke-bulan-bisa-ditonton-secara-live-wOcD1pLcwV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Artemis 2. (Foto: Nasaflight)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/09/54/2811016/gunakan-teknologi-laser-misi-artemis-2-ke-bulan-bisa-ditonton-secara-live-wOcD1pLcwV.jpg</image><title>Artemis 2. (Foto: Nasaflight)</title></images><description>BADAN Antariksa Amerika (NASA)  akan kembali meluncurkan roket Space Launch System pada November 2024 mendatang. Ini merupakan misi Artemis 2 dari Program Artemis NASA dan misi berawak pertama dari wahana antariksa Orion yang direncanakan meluncur dengan Pesawat luar angkasa berawak Orion.

Nantinya, NASA menggunakan laser dalam misi ini sebagai metode baru untuk berkomunikasi dengan pesawat ruang angkasa. Sistem tersebut nantinya akan mengirimkan gambar dan video penampakan wilayah Bulan langsung ke Bumi.

NASA akan memasukkan komunikasi laser dalam bentuk terminal bernama Orion Artemis 2 Optical Communications System (O2O). Apabila sistem berjalan dengan baik, maka penonton di Bumi bisa menyaksikan penampakan Bulan secara real-time.

BACA JUGA:
NASA Bakal Bangun Stasiun Pengamatan Luar Angkasa di Bulan


Sebelumnya, NASA mengandalkan sinyal radio yang dipancarkan melalui Deep Space Network untuk mengirim data ilmiah dari wahana antariksa ke Bumi. Namun dengan teknologi laser kali ini, jumlah data yang dikirim bisa lebih meningkat. &quot;Di atas kapsul Orion, sistem O2O akan mengirimkan kembali gambar dan video beresolusi tinggi dari wilayah Bulan,&quot; jelas NASA.

Dilansir dari Space, NASA telah meluncurkan beberapa satelit demonstrasi dalam beberapa tahun terakhir agar sistem komunikasi laser berjalan lancar.

BACA JUGA:
Imbas Perubahan Iklim, NASA Ungkap Permukaan Laut Terus Mengalami Kenaikan dalam 30 Tahun Terakhir


Tahun 2021 lalu misalnya, NASA meluncurkan Laser Communication Relay Demonstration (LCRD) sebagai tonggak pertamanya. Kemudian tahun lalu ada lagi CubeSat TeraByte InfraRed Delivery (TBIRD) yang mencapai kecepatan transmisi data 200 gigabit per detik.

Tak cukup hanya itu, pada akhir tahun ini NASA berencana meluncurkan Integrated LCRD Low-Earth-Orbit (LEO) User Modem Amplifier Terminal (ILLUMA-T) ke Stasiun Luar Angkasa (ISS).ILLUMA-T akan menyampaikan data kembali ke Bumi melalui LCRD dalam  sistem komunikasi relai laser end-to-end NASA. Namun kembali lagi bahwa  ini hanya sebatas uji coba dan pembuka jalan bagi penemuan ilmiah di  masa depan.

Sebagaimana diketahui, NASA telah mengumumkan misi penerbangan  berawak ke Bulan, Artemis 2. Rencananya misi ini akan membawa empat  orang astronaut yang akan diluncurkan pada November 2024.

Mereka terbang dengan pesawat luar angkasa Orion NASA di atas roket  Space Launch System (SLS). Misi Artemis 2 ini bukan mendarat atau  mengorbit Bulan, melainkan hanya mengelilingi mengikuti lintasan hybrid  free return.

Orion akan menggunakan modul layanan buatan Eropa untuk melakukan  beberapa manuver yang pada akhirnya menempatkan kru pada lintasan  kembali ke Bumi. Gravitasi Bumi akan menarik pesawat itu kembali pulang  setelah berhasil melewati Bulan. Apabila misi ini berhasil, Orion akan  kembali ke Bumi dan mendarat di lepas pantai California.
</description><content:encoded>BADAN Antariksa Amerika (NASA)  akan kembali meluncurkan roket Space Launch System pada November 2024 mendatang. Ini merupakan misi Artemis 2 dari Program Artemis NASA dan misi berawak pertama dari wahana antariksa Orion yang direncanakan meluncur dengan Pesawat luar angkasa berawak Orion.

Nantinya, NASA menggunakan laser dalam misi ini sebagai metode baru untuk berkomunikasi dengan pesawat ruang angkasa. Sistem tersebut nantinya akan mengirimkan gambar dan video penampakan wilayah Bulan langsung ke Bumi.

NASA akan memasukkan komunikasi laser dalam bentuk terminal bernama Orion Artemis 2 Optical Communications System (O2O). Apabila sistem berjalan dengan baik, maka penonton di Bumi bisa menyaksikan penampakan Bulan secara real-time.

BACA JUGA:
NASA Bakal Bangun Stasiun Pengamatan Luar Angkasa di Bulan


Sebelumnya, NASA mengandalkan sinyal radio yang dipancarkan melalui Deep Space Network untuk mengirim data ilmiah dari wahana antariksa ke Bumi. Namun dengan teknologi laser kali ini, jumlah data yang dikirim bisa lebih meningkat. &quot;Di atas kapsul Orion, sistem O2O akan mengirimkan kembali gambar dan video beresolusi tinggi dari wilayah Bulan,&quot; jelas NASA.

Dilansir dari Space, NASA telah meluncurkan beberapa satelit demonstrasi dalam beberapa tahun terakhir agar sistem komunikasi laser berjalan lancar.

BACA JUGA:
Imbas Perubahan Iklim, NASA Ungkap Permukaan Laut Terus Mengalami Kenaikan dalam 30 Tahun Terakhir


Tahun 2021 lalu misalnya, NASA meluncurkan Laser Communication Relay Demonstration (LCRD) sebagai tonggak pertamanya. Kemudian tahun lalu ada lagi CubeSat TeraByte InfraRed Delivery (TBIRD) yang mencapai kecepatan transmisi data 200 gigabit per detik.

Tak cukup hanya itu, pada akhir tahun ini NASA berencana meluncurkan Integrated LCRD Low-Earth-Orbit (LEO) User Modem Amplifier Terminal (ILLUMA-T) ke Stasiun Luar Angkasa (ISS).ILLUMA-T akan menyampaikan data kembali ke Bumi melalui LCRD dalam  sistem komunikasi relai laser end-to-end NASA. Namun kembali lagi bahwa  ini hanya sebatas uji coba dan pembuka jalan bagi penemuan ilmiah di  masa depan.

Sebagaimana diketahui, NASA telah mengumumkan misi penerbangan  berawak ke Bulan, Artemis 2. Rencananya misi ini akan membawa empat  orang astronaut yang akan diluncurkan pada November 2024.

Mereka terbang dengan pesawat luar angkasa Orion NASA di atas roket  Space Launch System (SLS). Misi Artemis 2 ini bukan mendarat atau  mengorbit Bulan, melainkan hanya mengelilingi mengikuti lintasan hybrid  free return.

Orion akan menggunakan modul layanan buatan Eropa untuk melakukan  beberapa manuver yang pada akhirnya menempatkan kru pada lintasan  kembali ke Bumi. Gravitasi Bumi akan menarik pesawat itu kembali pulang  setelah berhasil melewati Bulan. Apabila misi ini berhasil, Orion akan  kembali ke Bumi dan mendarat di lepas pantai California.
</content:encoded></item></channel></rss>
