<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nyamuk Dinobatkan Jadi Hewan yang Paling Banyak Bunuh Manusia</title><description>Beberapa hewan yang kerap menyerang manusia yakni ikan hiu, buaya, singa bahkan ular.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/56/2810483/nyamuk-dinobatkan-jadi-hewan-yang-paling-banyak-bunuh-manusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/56/2810483/nyamuk-dinobatkan-jadi-hewan-yang-paling-banyak-bunuh-manusia"/><item><title>Nyamuk Dinobatkan Jadi Hewan yang Paling Banyak Bunuh Manusia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/56/2810483/nyamuk-dinobatkan-jadi-hewan-yang-paling-banyak-bunuh-manusia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/56/2810483/nyamuk-dinobatkan-jadi-hewan-yang-paling-banyak-bunuh-manusia</guid><pubDate>Selasa 09 Mei 2023 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/08/56/2810483/nyamuk-dinobatkan-jadi-hewan-yang-paling-banyak-bunuh-manusia-ab6EXrTz84.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Nyamuk. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/08/56/2810483/nyamuk-dinobatkan-jadi-hewan-yang-paling-banyak-bunuh-manusia-ab6EXrTz84.jpg</image><title>Ilustrasi Nyamuk. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>HEWAN bisa menjadi peliharaan tetapi juga bisa menyebabkan kematian pada orang. Banyak kasus hewan liar yang menyerang manusia, bahkan hingga menelan korban jiwa.

Beberapa hewan yang kerap menyerang manusia yakni ikan hiu, buaya, singa bahkan ular. Tapi, ternyata hewan-hewan liar tersebut bukanlah hewan yang paling banyak menyebabkan kematian bagi manusia loh.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat, hewan paling mematikan di dunia adalah nyamuk. Nyamuk diperkirakan telah membunuh 500.000 hingga 1 juta orang per tahun.

BACA JUGA:
Kenapa Gigitan Nyamuk Bisa Menyebabkan Bentol dan Gatal?


Nyamuk dapat membunuh karena hewan ini merupakan pemyebar penyakit, terutama malaria. Penyakit ini disebabkan parasit bersel tunggal dalam genus Plasmodium yang dibawa dari orang ke orang oleh nyamuk Anopholes.

Laporan Our World in Data kasus penyakit malaria banyak terjadi di beberapa bagian Afrika, Asia Selatan, hingga Amerika Selatan. Sementara itu data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2021, total kasusnya secara global yang berujung kematian berjumlah 619.000.

BACA JUGA:
Nyamuk Sering Berdengung di Dekat Telinga, Ternyata Ini Alasannya


Potensi kematian akibat malaria semakin meningkat apabila terjadi pada anak kecil, orang hamil, dan kondisi defisiensi imun seperti HIV/AIDS. Terbukti dari data WHO menunjukkan 80% kematian akibat malaria di Afrika ditemukan pada anak usia balita, seperti dilansir dari Live Science, Selasa (2/5/2023).

Ahli Ekologi Penyakit Cary Institute of Ecosystem Studies, Shannon LaDeau menjelaskan, nyamuk menjadi penyebar penyakit yang efektif karena mereka bisa dengan mudah memindahkan patogen darah dari satu orang ke orang lain.Manusia juga hidup berdampingan dengan nyamuk. Mereka senang berada  di dekat air dan manusia juga membutuhkan air dalam kehidupan  sehari-hari. Dengan begitu, interaksi manusia dan nyamuk sangat sering  terjadi. &quot;Kami tidak dapat sepenuhnya memisahkan diri dari habitat yang  mereka butuhkan,&quot; ujar LaDeau.

Selain malaria, nyamuk juga menyebarkan beberapa penyakit lainnya.  Mulai dari demam berdarah yang sering terjadi, chikungunya, virus West  Nile, hingga virus Zika dan infeksi parasit.

Kendati demikian, nyamuk bukanlah satu-satunya hewan paling banyak  membunuh di dunia. Menurut WHO ular juga termasuk kategori hewan  mematikan karena dapat membunuh 81.000 hingga 138.000 orang setiap  tahunnya. Gigitan rabies dari mamalia yang terinfeksi juga membunuh  59.000 orang per tahun.
</description><content:encoded>HEWAN bisa menjadi peliharaan tetapi juga bisa menyebabkan kematian pada orang. Banyak kasus hewan liar yang menyerang manusia, bahkan hingga menelan korban jiwa.

Beberapa hewan yang kerap menyerang manusia yakni ikan hiu, buaya, singa bahkan ular. Tapi, ternyata hewan-hewan liar tersebut bukanlah hewan yang paling banyak menyebabkan kematian bagi manusia loh.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat, hewan paling mematikan di dunia adalah nyamuk. Nyamuk diperkirakan telah membunuh 500.000 hingga 1 juta orang per tahun.

BACA JUGA:
Kenapa Gigitan Nyamuk Bisa Menyebabkan Bentol dan Gatal?


Nyamuk dapat membunuh karena hewan ini merupakan pemyebar penyakit, terutama malaria. Penyakit ini disebabkan parasit bersel tunggal dalam genus Plasmodium yang dibawa dari orang ke orang oleh nyamuk Anopholes.

Laporan Our World in Data kasus penyakit malaria banyak terjadi di beberapa bagian Afrika, Asia Selatan, hingga Amerika Selatan. Sementara itu data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2021, total kasusnya secara global yang berujung kematian berjumlah 619.000.

BACA JUGA:
Nyamuk Sering Berdengung di Dekat Telinga, Ternyata Ini Alasannya


Potensi kematian akibat malaria semakin meningkat apabila terjadi pada anak kecil, orang hamil, dan kondisi defisiensi imun seperti HIV/AIDS. Terbukti dari data WHO menunjukkan 80% kematian akibat malaria di Afrika ditemukan pada anak usia balita, seperti dilansir dari Live Science, Selasa (2/5/2023).

Ahli Ekologi Penyakit Cary Institute of Ecosystem Studies, Shannon LaDeau menjelaskan, nyamuk menjadi penyebar penyakit yang efektif karena mereka bisa dengan mudah memindahkan patogen darah dari satu orang ke orang lain.Manusia juga hidup berdampingan dengan nyamuk. Mereka senang berada  di dekat air dan manusia juga membutuhkan air dalam kehidupan  sehari-hari. Dengan begitu, interaksi manusia dan nyamuk sangat sering  terjadi. &quot;Kami tidak dapat sepenuhnya memisahkan diri dari habitat yang  mereka butuhkan,&quot; ujar LaDeau.

Selain malaria, nyamuk juga menyebarkan beberapa penyakit lainnya.  Mulai dari demam berdarah yang sering terjadi, chikungunya, virus West  Nile, hingga virus Zika dan infeksi parasit.

Kendati demikian, nyamuk bukanlah satu-satunya hewan paling banyak  membunuh di dunia. Menurut WHO ular juga termasuk kategori hewan  mematikan karena dapat membunuh 81.000 hingga 138.000 orang setiap  tahunnya. Gigitan rabies dari mamalia yang terinfeksi juga membunuh  59.000 orang per tahun.
</content:encoded></item></channel></rss>
