<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Google Maps Cs Bikin Orang Ketergantungan GPS Loh, Bikin Penurunan Memori Otak!</title><description>GPS ini pun sangat membantu untuk para sopir taksi online dalam mencapai sebuah tempat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/54/2810378/google-maps-cs-bikin-orang-ketergantungan-gps-loh-bikin-penurunan-memori-otak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/54/2810378/google-maps-cs-bikin-orang-ketergantungan-gps-loh-bikin-penurunan-memori-otak"/><item><title>Google Maps Cs Bikin Orang Ketergantungan GPS Loh, Bikin Penurunan Memori Otak!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/54/2810378/google-maps-cs-bikin-orang-ketergantungan-gps-loh-bikin-penurunan-memori-otak</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/54/2810378/google-maps-cs-bikin-orang-ketergantungan-gps-loh-bikin-penurunan-memori-otak</guid><pubDate>Senin 08 Mei 2023 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/08/54/2810378/google-maps-cs-bikin-orang-ketergantungan-gps-loh-bikin-penurunan-memori-otak-uVSq4jsT47.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi GPS. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/08/54/2810378/google-maps-cs-bikin-orang-ketergantungan-gps-loh-bikin-penurunan-memori-otak-uVSq4jsT47.jpg</image><title>Ilustrasi GPS. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>TIDAK bisa dipungkiri saat ini kita memang lebih sering mengandalkan Google maps ketika mencari tempat yang belum kita ketahui. Google Maps atau yang biasa dikenal dengan GPS memang menjadi aplikasi yang mempu menunjukkan jalan di ponsel pintar.

GPS ini pun sangat membantu untuk para sopir taksi online dalam mencapai sebuah tempat. Meskipun sangat membantu dalam mencari alamat, tapi GPS ini pun memiliki pengaruh pada kondisi otak kita loh.

BACA JUGA:
Dipakai untuk Curi Rubicon, Begini Asal Mula GPS 


Para peneliti di Universitas McGill merilis hasil perbandingan 50 orang sopir yang mengandalkan GPS dan tidak menggunakan GPS saat bekerja. Hasilnya justru sangat memprihatinkan.

&quot;Sopir yang menggunakan GPS secara ekstensif menyebabkan penurunan memori spasial daripada sebaliknya. Temuan ini signifikan dalam konteks meningkatnya ketergantungan masyarakat pada GPS,&quot; tulis laporan yang terpublikasi di jurnal Nature itu.

BACA JUGA:
Sejarah Penemuan GPS dan Perkembangannya


Menurut Louisa Dahmani dari McGill University, penggunaan GPS untuk bernavigasi dari satu titik ke titik lain membuat penggunanya tidak memperhatikan lingkungan. Hal itu berbeda dengan sopir yang tidak menggunakan alat bantu navigasi.

Pasalnya dalam menuju arah yang diinginkan, para sopir yang tidak menggunakan GPS,  biasanya akan mengandalkan dua cara yakni  bergantung memori spasial serta pembelajaran posisi guna melakukan peta kognitif lingkungan.Cara kedua adalah mengandalkan respons stimulus. Cara ini terkait  dengan kemampuan navigasi otomatis karena rute yang sering dilalui.

Lebih lanjut disebutkan kedua cara itu sangat bergantung pada  kemampuan otak terutama hipokampus yang merupakan bagian dari sistem  limbik otak besar. Wilayah otak itu akan berkaitan dengan memori  episodik dan memori relasional yang dimiliki setiap manusia.

&amp;ldquo;Temuan ini menunjukkan bahwa menggunakan indra orientasi kita dan  mengambil bagian secara aktif dalam navigasi memungkinkan kita  mempertahankan kemampuan memori spasial kita,&quot; jelas Louisa Dahmani.

Hal itu justru tidak ditemukan di sopir-sopir yang terlalu  mengandalkan GPS dalam pekerjaan sehari-hari mereka.Tanpa disadari  kemampuan spasial mereka justru mengalami kerugian. Semakin banyak  penggunaan GPS, maka semakin besar penurunan memori spasial dari waktu  ke waktu.
</description><content:encoded>TIDAK bisa dipungkiri saat ini kita memang lebih sering mengandalkan Google maps ketika mencari tempat yang belum kita ketahui. Google Maps atau yang biasa dikenal dengan GPS memang menjadi aplikasi yang mempu menunjukkan jalan di ponsel pintar.

GPS ini pun sangat membantu untuk para sopir taksi online dalam mencapai sebuah tempat. Meskipun sangat membantu dalam mencari alamat, tapi GPS ini pun memiliki pengaruh pada kondisi otak kita loh.

BACA JUGA:
Dipakai untuk Curi Rubicon, Begini Asal Mula GPS 


Para peneliti di Universitas McGill merilis hasil perbandingan 50 orang sopir yang mengandalkan GPS dan tidak menggunakan GPS saat bekerja. Hasilnya justru sangat memprihatinkan.

&quot;Sopir yang menggunakan GPS secara ekstensif menyebabkan penurunan memori spasial daripada sebaliknya. Temuan ini signifikan dalam konteks meningkatnya ketergantungan masyarakat pada GPS,&quot; tulis laporan yang terpublikasi di jurnal Nature itu.

BACA JUGA:
Sejarah Penemuan GPS dan Perkembangannya


Menurut Louisa Dahmani dari McGill University, penggunaan GPS untuk bernavigasi dari satu titik ke titik lain membuat penggunanya tidak memperhatikan lingkungan. Hal itu berbeda dengan sopir yang tidak menggunakan alat bantu navigasi.

Pasalnya dalam menuju arah yang diinginkan, para sopir yang tidak menggunakan GPS,  biasanya akan mengandalkan dua cara yakni  bergantung memori spasial serta pembelajaran posisi guna melakukan peta kognitif lingkungan.Cara kedua adalah mengandalkan respons stimulus. Cara ini terkait  dengan kemampuan navigasi otomatis karena rute yang sering dilalui.

Lebih lanjut disebutkan kedua cara itu sangat bergantung pada  kemampuan otak terutama hipokampus yang merupakan bagian dari sistem  limbik otak besar. Wilayah otak itu akan berkaitan dengan memori  episodik dan memori relasional yang dimiliki setiap manusia.

&amp;ldquo;Temuan ini menunjukkan bahwa menggunakan indra orientasi kita dan  mengambil bagian secara aktif dalam navigasi memungkinkan kita  mempertahankan kemampuan memori spasial kita,&quot; jelas Louisa Dahmani.

Hal itu justru tidak ditemukan di sopir-sopir yang terlalu  mengandalkan GPS dalam pekerjaan sehari-hari mereka.Tanpa disadari  kemampuan spasial mereka justru mengalami kerugian. Semakin banyak  penggunaan GPS, maka semakin besar penurunan memori spasial dari waktu  ke waktu.
</content:encoded></item></channel></rss>
