<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabar Buruk untuk Pengguna Andorid, Google Playstore Disusupi Trojan Baru yang Berbahaya</title><description>Trojan tersebut menyebar melalui layanan foto editor dan wallpaper di google playstore.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/54/2810246/kabar-buruk-untuk-pengguna-andorid-google-playstore-disusupi-trojan-baru-yang-berbahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/54/2810246/kabar-buruk-untuk-pengguna-andorid-google-playstore-disusupi-trojan-baru-yang-berbahaya"/><item><title>Kabar Buruk untuk Pengguna Andorid, Google Playstore Disusupi Trojan Baru yang Berbahaya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/54/2810246/kabar-buruk-untuk-pengguna-andorid-google-playstore-disusupi-trojan-baru-yang-berbahaya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/08/54/2810246/kabar-buruk-untuk-pengguna-andorid-google-playstore-disusupi-trojan-baru-yang-berbahaya</guid><pubDate>Senin 08 Mei 2023 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/08/54/2810246/kabar-buruk-untuk-pengguna-andorid-google-playstore-disusupi-trojan-baru-yang-berbahaya-zmceRNKREC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Google Playstore. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/08/54/2810246/kabar-buruk-untuk-pengguna-andorid-google-playstore-disusupi-trojan-baru-yang-berbahaya-zmceRNKREC.jpg</image><title>Google Playstore. (Foto: Freepik)</title></images><description>SAAT ini, para hacker memang lebih memilih mengincar data yang ada di dalam ponsel, ketimbang harus beurusan dengan PC atau laptop. Pasalnya, sangat jarang sekali orang yang membekali handphone mereka dengan antivirus, berbeda dengan PC atau laptop yang kerap memiliki antivirus.
Para pengguna andorid pun kerap menjadi sasaran empuk para hacker. Biasanya, mereka akan meyisipkan virus pada sebuah aplikasi, yang bisa kita unduh di Google Play Store.
Nah, baru-baru ini perusahaan antivirus Kaspersky telah mengidentifikasi keluarga trojan baru yang menargetkan pengguna Android. Adalah Fleckpe, trojan tersebut menyebar melalui layanan foto editor dan wallpaper.

BACA JUGA:
Hacker Mulai Incar Toko Online, Curi Data Kartu Kredit Pelanggan

Seperti dihimpun dari keterangan tertulisnya, Kaspersky menyebut Fleckpe bisa membuat pengguna berlangganan ke layanan berbayar tanpa disadari. Mirisnya lagi, Fleckpe saat ini sudah ada di lebih dari 600 ribu perangkat di seluruh dunia.
Perusahaan mengatakan, aplikasi berbahaya memang banyak diunggah ke Google Play Store, di antaranya adalah trojan berlangganan yang bahkan bersifat cukup rumit. Di Google Play Store, mereka sering luput dari pemantauan sistem keamanan.
Hingga pada akhirnya kerusakan yang ditimbulkan trojan berhasil memakan korban. Mereka akan mendapatkan tagihan atas layanan yang tidak pernah mereka beli. Dua contoh terbaru adalah keluarga Jocker dan Harly yang berhasil ditemukan baru-baru ini.
Meskipun aplikasi tersebut telah dihapus dari platform resmi pada saat laporan Kaspersky dipublikasikan, ada kemungkinan para pelaku kejahatan akan terus menyebarkan malware ini di aplikasi lain. Ini berarti jumlah pemasangan sebenarnya cenderung lebih tinggi.

BACA JUGA:
Para Hacker Jualan Virus untuk Hack MacOS di Telegram, Harganya Rp14,6 Juta

Aplikasi Fleckpe sendiri bakal membuat koneksi dengan server perintah-dan-kontrol penyerang dan mengirimkan informasi mengenai perangkat yang terinfeksi, termasuk detail negara dan operator. Setelah itu, halaman langganan berbayar juga tersedia.
Trojan kemudian secara diam-diam meluncurkan browser web dan mencoba untuk berlangganan layanan berbayar atas nama pengguna. Jika proses berlangganan tersebut memerlukan kode konfirmasi, malware akan mengakses notifikasi perangkat untuk mendapatkannya.
Dengan demikian, Trojan akan menyetel layanan berbayar pada perangkat pengguna tanpa persetujuan mereka, yang mengakibatkan korban kehilangan uang. Menariknya, fungsionalitas aplikasi tetap tidak terpengaruh, dan pengguna dapat terus mengedit foto atau menyetel wallpaper tanpa menyadari bahwa mereka telah dikenai biaya untuk suatu layanan.Telemetri Kaspersky menunjukkan bahwa malware menargetkan pengguna  terutama di Thailand, meski ada juga korban yang ditemukan di Polandia,  Malaysia, Singapura, dan juga negara kita tercinta, Indonesia.
&amp;ldquo;Meningkatnya kompleksitas Trojan telah memungkinkan mereka berhasil  melewati banyak pemeriksaan anti-malware yang diterapkan oleh pasar  resmi tersebut dan tetap tidak terdeteksi untuk jangka waktu yang lama,&quot;  kata Dmitry Kalinin, peneliti keamanan di Kaspersky.
&quot;Pengguna yang terpengaruh sering kali tidak mengetahui keberadaan  langganan yang tidak diinginkan dengan segera, apalagi mencari tahu  bagaimana hal itu terjadi. Semua ini menjadikan Trojan berlangganan  sebagai sumber pendapatan ilegal yang dapat diandalkan,&quot; lanjutnya.
Untuk menghindari terinfeksi oleh trojan langganan berbayar yang  tidak diinginkan, Kaspersky memberikan beberapa tips sebagai berikut:
- Berhati-hatilah dengan aplikasi, bahkan dari pasar resmi seperti  Google Play dan jangan lupa untuk memeriksa izin mana yang Anda berikan  untuk aplikasi yang terpasang, beberapa di antaranya dapat menimbulkan  risiko keamanan
- Instal produk antivirus yang mampu mendeteksi trojan jenis ini di perangkat
- Jangan menginstal aplikasi dari sumber pihak ketiga, atau perangkat  lunak bajakan. Penyerang menyadari keinginan orang untuk semua hal yang  gratis, dan mereka mengeksploitasinya melalui malware yang tersembunyi  di crack, cheat, dan mod
- Jika trojan terkait terdeteksi di ponsel Anda, segera hapus  aplikasi yang terinfeksi dari perangkat Anda, atau nonaktifkan jika  sudah diinstal sebelumnya.</description><content:encoded>SAAT ini, para hacker memang lebih memilih mengincar data yang ada di dalam ponsel, ketimbang harus beurusan dengan PC atau laptop. Pasalnya, sangat jarang sekali orang yang membekali handphone mereka dengan antivirus, berbeda dengan PC atau laptop yang kerap memiliki antivirus.
Para pengguna andorid pun kerap menjadi sasaran empuk para hacker. Biasanya, mereka akan meyisipkan virus pada sebuah aplikasi, yang bisa kita unduh di Google Play Store.
Nah, baru-baru ini perusahaan antivirus Kaspersky telah mengidentifikasi keluarga trojan baru yang menargetkan pengguna Android. Adalah Fleckpe, trojan tersebut menyebar melalui layanan foto editor dan wallpaper.

BACA JUGA:
Hacker Mulai Incar Toko Online, Curi Data Kartu Kredit Pelanggan

Seperti dihimpun dari keterangan tertulisnya, Kaspersky menyebut Fleckpe bisa membuat pengguna berlangganan ke layanan berbayar tanpa disadari. Mirisnya lagi, Fleckpe saat ini sudah ada di lebih dari 600 ribu perangkat di seluruh dunia.
Perusahaan mengatakan, aplikasi berbahaya memang banyak diunggah ke Google Play Store, di antaranya adalah trojan berlangganan yang bahkan bersifat cukup rumit. Di Google Play Store, mereka sering luput dari pemantauan sistem keamanan.
Hingga pada akhirnya kerusakan yang ditimbulkan trojan berhasil memakan korban. Mereka akan mendapatkan tagihan atas layanan yang tidak pernah mereka beli. Dua contoh terbaru adalah keluarga Jocker dan Harly yang berhasil ditemukan baru-baru ini.
Meskipun aplikasi tersebut telah dihapus dari platform resmi pada saat laporan Kaspersky dipublikasikan, ada kemungkinan para pelaku kejahatan akan terus menyebarkan malware ini di aplikasi lain. Ini berarti jumlah pemasangan sebenarnya cenderung lebih tinggi.

BACA JUGA:
Para Hacker Jualan Virus untuk Hack MacOS di Telegram, Harganya Rp14,6 Juta

Aplikasi Fleckpe sendiri bakal membuat koneksi dengan server perintah-dan-kontrol penyerang dan mengirimkan informasi mengenai perangkat yang terinfeksi, termasuk detail negara dan operator. Setelah itu, halaman langganan berbayar juga tersedia.
Trojan kemudian secara diam-diam meluncurkan browser web dan mencoba untuk berlangganan layanan berbayar atas nama pengguna. Jika proses berlangganan tersebut memerlukan kode konfirmasi, malware akan mengakses notifikasi perangkat untuk mendapatkannya.
Dengan demikian, Trojan akan menyetel layanan berbayar pada perangkat pengguna tanpa persetujuan mereka, yang mengakibatkan korban kehilangan uang. Menariknya, fungsionalitas aplikasi tetap tidak terpengaruh, dan pengguna dapat terus mengedit foto atau menyetel wallpaper tanpa menyadari bahwa mereka telah dikenai biaya untuk suatu layanan.Telemetri Kaspersky menunjukkan bahwa malware menargetkan pengguna  terutama di Thailand, meski ada juga korban yang ditemukan di Polandia,  Malaysia, Singapura, dan juga negara kita tercinta, Indonesia.
&amp;ldquo;Meningkatnya kompleksitas Trojan telah memungkinkan mereka berhasil  melewati banyak pemeriksaan anti-malware yang diterapkan oleh pasar  resmi tersebut dan tetap tidak terdeteksi untuk jangka waktu yang lama,&quot;  kata Dmitry Kalinin, peneliti keamanan di Kaspersky.
&quot;Pengguna yang terpengaruh sering kali tidak mengetahui keberadaan  langganan yang tidak diinginkan dengan segera, apalagi mencari tahu  bagaimana hal itu terjadi. Semua ini menjadikan Trojan berlangganan  sebagai sumber pendapatan ilegal yang dapat diandalkan,&quot; lanjutnya.
Untuk menghindari terinfeksi oleh trojan langganan berbayar yang  tidak diinginkan, Kaspersky memberikan beberapa tips sebagai berikut:
- Berhati-hatilah dengan aplikasi, bahkan dari pasar resmi seperti  Google Play dan jangan lupa untuk memeriksa izin mana yang Anda berikan  untuk aplikasi yang terpasang, beberapa di antaranya dapat menimbulkan  risiko keamanan
- Instal produk antivirus yang mampu mendeteksi trojan jenis ini di perangkat
- Jangan menginstal aplikasi dari sumber pihak ketiga, atau perangkat  lunak bajakan. Penyerang menyadari keinginan orang untuk semua hal yang  gratis, dan mereka mengeksploitasinya melalui malware yang tersembunyi  di crack, cheat, dan mod
- Jika trojan terkait terdeteksi di ponsel Anda, segera hapus  aplikasi yang terinfeksi dari perangkat Anda, atau nonaktifkan jika  sudah diinstal sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
