<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kini Perusahaan China iFLYTEK yang Ikut Luncurkan Chatbot Saingan ChatGPT</title><description>Perusahaan asal China, iFLYTEK ikut-ikutan membuat pesaing ChatGPT.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/07/54/2809872/kini-perusahaan-china-iflytek-yang-ikut-luncurkan-chatbot-saingan-chatgpt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/07/54/2809872/kini-perusahaan-china-iflytek-yang-ikut-luncurkan-chatbot-saingan-chatgpt"/><item><title>Kini Perusahaan China iFLYTEK yang Ikut Luncurkan Chatbot Saingan ChatGPT</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/07/54/2809872/kini-perusahaan-china-iflytek-yang-ikut-luncurkan-chatbot-saingan-chatgpt</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/07/54/2809872/kini-perusahaan-china-iflytek-yang-ikut-luncurkan-chatbot-saingan-chatgpt</guid><pubDate>Senin 08 Mei 2023 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/07/54/2809872/kini-perusahaan-china-iflytek-yang-ikut-luncurkan-chatbot-saingan-chatgpt-6U2OQcc86Y.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">CEO iFLYTEK Liu Qinfeng. (Foto: iFLYTEK)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/07/54/2809872/kini-perusahaan-china-iflytek-yang-ikut-luncurkan-chatbot-saingan-chatgpt-6U2OQcc86Y.jpeg</image><title>CEO iFLYTEK Liu Qinfeng. (Foto: iFLYTEK)</title></images><description>PERSAINGAN akan kecerdasan buatan atau biasa disebut dengan Artificial Intelligence (AI) memang tengah meningkat belakangan ini. Bukan hanya AI menjalankan produksi, tapi juga AI untuk percakapan pintar atau chatbot.

Chatbot ini pun pertama kali dipelopori oleh OpenAI lewat ChatGPT mereka. Setelah itu, Sberbank dari Rusia pun meluncurkan GigaChat. Kini, perusahaan asal China, iFLYTEK ikut-ikutan membuat pesaing ChatGPT.

BACA JUGA:
Meta Temukan Banyak Malware Beredar di Facebook Menyamar Sebagai ChatGPT


Dilaporkan CGTN, iFLYTEK meluncurkan chatbot bernama SparkDesk. CEO iFLYTEK Liu Qinfeng menguji langsung kemampuan SparkDesk dengan meminta chatbot menilai esai siswa, menulis email perusahaan, dan menyusun cerita hipotetis berdasarkan perintah suara.

&quot;Kami akan terus meningkatkan kemampuan teknologi kami. Kami yakin Chatbot bahasa China kami bisa melampaui kemampuan ChatGPT pada 24 Oktober 2023, dan yang berbahasa Inggris setidaknya bisa setara kemampuannya,&quot; ucap Liu Qinfeng.

BACA JUGA:
Samsung Larang Pegawainya Pakai ChatGPT, Takut Kalah Saing?


Dia melanjutkan sebenarnya saat ini  SparkDesk telah memiliki performa yang lebih baik daripada ChatGPT dalam hal pembuatan teks, menjawab pertanyaan berbasis pengetahuan, dan kemampuan matematis. Terutama saat diminta dalam bahasa mandarin.

Hanya saja menurut Liu Qinfeng hal itu masih kurang karena umumnya kemampuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang ada pada chatbot ada pada beberapa tugas khusus. Beberapa tugas itu ada di tujuh bidang yang di antaranya adalah pemecahan masalah, deduksi logika, pengkodean, dan pemahaman multimodal.Diketahui iFLYTEK merupakan perusahaan AI dan teknologi terdepan yang  ada di China. Selain mengembangkan teknologi AI mereka juga membuat  robot-robot masa depan.

Tahun lalu, iFLYTEK mengumumkan ambisi mereka membuat robot rumahan.  Robot tersebut akan diperkenalkan melalui tiga fase.  Fase pertama, yang  berakhir tahun ini, mencakup hewan peliharaan pendamping interaktif,  anjing robot bionik realistis, dan serangkaian manusia virtual dengan  orientasi profesional.

Pada fase kedua, yang berlangsung dari tahun 2023 hingga 2025,  perusahaan tersebut bertujuan untuk menghadirkan robot exoskeleton  berjalan dan pendamping manusia virtual. Selama tahap terakhir, itu akan  memulai debut robot pendamping cerdas belajar mandiri dan manusia  virtual belajar mandiri.
</description><content:encoded>PERSAINGAN akan kecerdasan buatan atau biasa disebut dengan Artificial Intelligence (AI) memang tengah meningkat belakangan ini. Bukan hanya AI menjalankan produksi, tapi juga AI untuk percakapan pintar atau chatbot.

Chatbot ini pun pertama kali dipelopori oleh OpenAI lewat ChatGPT mereka. Setelah itu, Sberbank dari Rusia pun meluncurkan GigaChat. Kini, perusahaan asal China, iFLYTEK ikut-ikutan membuat pesaing ChatGPT.

BACA JUGA:
Meta Temukan Banyak Malware Beredar di Facebook Menyamar Sebagai ChatGPT


Dilaporkan CGTN, iFLYTEK meluncurkan chatbot bernama SparkDesk. CEO iFLYTEK Liu Qinfeng menguji langsung kemampuan SparkDesk dengan meminta chatbot menilai esai siswa, menulis email perusahaan, dan menyusun cerita hipotetis berdasarkan perintah suara.

&quot;Kami akan terus meningkatkan kemampuan teknologi kami. Kami yakin Chatbot bahasa China kami bisa melampaui kemampuan ChatGPT pada 24 Oktober 2023, dan yang berbahasa Inggris setidaknya bisa setara kemampuannya,&quot; ucap Liu Qinfeng.

BACA JUGA:
Samsung Larang Pegawainya Pakai ChatGPT, Takut Kalah Saing?


Dia melanjutkan sebenarnya saat ini  SparkDesk telah memiliki performa yang lebih baik daripada ChatGPT dalam hal pembuatan teks, menjawab pertanyaan berbasis pengetahuan, dan kemampuan matematis. Terutama saat diminta dalam bahasa mandarin.

Hanya saja menurut Liu Qinfeng hal itu masih kurang karena umumnya kemampuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang ada pada chatbot ada pada beberapa tugas khusus. Beberapa tugas itu ada di tujuh bidang yang di antaranya adalah pemecahan masalah, deduksi logika, pengkodean, dan pemahaman multimodal.Diketahui iFLYTEK merupakan perusahaan AI dan teknologi terdepan yang  ada di China. Selain mengembangkan teknologi AI mereka juga membuat  robot-robot masa depan.

Tahun lalu, iFLYTEK mengumumkan ambisi mereka membuat robot rumahan.  Robot tersebut akan diperkenalkan melalui tiga fase.  Fase pertama, yang  berakhir tahun ini, mencakup hewan peliharaan pendamping interaktif,  anjing robot bionik realistis, dan serangkaian manusia virtual dengan  orientasi profesional.

Pada fase kedua, yang berlangsung dari tahun 2023 hingga 2025,  perusahaan tersebut bertujuan untuk menghadirkan robot exoskeleton  berjalan dan pendamping manusia virtual. Selama tahap terakhir, itu akan  memulai debut robot pendamping cerdas belajar mandiri dan manusia  virtual belajar mandiri.
</content:encoded></item></channel></rss>
