<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Calon Planet Baru Ditemukan dekat Bintang Muda 200 Tahun Cahaya</title><description>Bintang ini adalah yang terkecil, kurang dari setengah massa Matahari dan jenis bintang yang paling umum di Bima Sakti.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/05/56/2809132/2-calon-planet-baru-ditemukan-dekat-bintang-muda-200-tahun-cahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/05/56/2809132/2-calon-planet-baru-ditemukan-dekat-bintang-muda-200-tahun-cahaya"/><item><title>2 Calon Planet Baru Ditemukan dekat Bintang Muda 200 Tahun Cahaya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/05/56/2809132/2-calon-planet-baru-ditemukan-dekat-bintang-muda-200-tahun-cahaya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/05/56/2809132/2-calon-planet-baru-ditemukan-dekat-bintang-muda-200-tahun-cahaya</guid><pubDate>Sabtu 06 Mei 2023 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/05/56/2809132/2-calon-planet-baru-ditemukan-dekat-bintang-muda-200-tahun-cahaya-XIMWWTQ7Wn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Planet Baru. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/05/56/2809132/2-calon-planet-baru-ditemukan-dekat-bintang-muda-200-tahun-cahaya-XIMWWTQ7Wn.jpg</image><title>Ilustrasi Planet Baru. (Foto: Freepik)</title></images><description>ASTRONOM menemukan adanya bintang muda berjarak sekira 200 tahun cahaya dari Bumi. Bahkan di bintang muda tersebut sudah ditemukan bukti adanya dua planet.

Bintang muda yang disebut TW Hydrae itu adalah bintang kerdil merah yang berusia kurang dari 10 juta tahun. Bintang ini adalah yang terkecil, kurang dari setengah massa Matahari dan jenis bintang yang paling umum di Bima Sakti.

Dalam tatanan bintang tersebut, para astronom menemukan dua bayangan di piringan gas dan debu yang mengelilingi TW Hydrae, yang mana ini diduga dihasilkan oleh dua piringan kecil yang terletak di dalam sistem bintang.

BACA JUGA:
Ilmuwan Berhasil Temukan Planet dengan Elemen Terberat


Para astronom meyakini kedua piringan ini sebagai bukti adanya sepasang planet yang sedang dibangun. Temuan ini telah diterbitkan dalam The Astrophysical Journal, seperti dilansir dari Metro.

Apa yang ditemukan para astronom ini memberikan wawasan tentang bagaimana Bumi dan planet lain di tata surya mungkin terlihat ketika mereka terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.

BACA JUGA:
Gerhana Matahari 2023 Bisa Dilihat Langsung di Planetarium Jakarta, Ini Cara Daftarnya!


Mereka menganalisis data yang ditangkap oleh Hubble Space Telescope dan menemukan dua bayangan dengan yang pertama terlihat dalam pengamatan dari tahun 2016 sedangkan bayangan kedua muncul lima tahun kemudian.

Dr John Debes, seorang astronom di Space Telescope Science Institute di AS, yang juga peneliti utama dan penulis utama makalah mengatakan bahwa temuan yang bayangan ino merupakan sesuatu yang benar-benar berbeda.
&quot;Ketika saya pertama kali melihat data, saya pikir ada yang salah  dengan pengamatan karena itu tidak seperti yang saya harapkan. Awalnya  saya bingung. Kami benar-benar harus menggaruk-garuk kepala hingga  akhirnya menemukan penjelasannya,&quot; kata Debes.

Debes berpikir bayangan dilemparkan oleh dua piringan yang tidak  sejajar, dengan kemiringan sekitar lima sampai tujuh derajat relatif  terhadap bidang piringan luar menunjukan bahwa planet cukup dekat satu  sama lain.

&quot;Jika yang satu bergerak lebih cepat dari yang lain, ini akan  diperhatikan dalam pengamatan sebelumnya. IIni seperti dua mobil balap  yang berdekatan satu sama lain, tetapi yang satu perlahan-lahan menyalip  dan memutar yang lain,&quot; lanjutnya.

Planet-planet yang dicurigai terletak di wilayah yang kira-kira  berjarak Jupiter dari Matahari dan bayangan menyelesaikan satu rotasi  mengelilingi bintang setiap 15 tahun. Debes menyebut ini sejalan dengan  arsitektur gaya tata surya yang khas.
</description><content:encoded>ASTRONOM menemukan adanya bintang muda berjarak sekira 200 tahun cahaya dari Bumi. Bahkan di bintang muda tersebut sudah ditemukan bukti adanya dua planet.

Bintang muda yang disebut TW Hydrae itu adalah bintang kerdil merah yang berusia kurang dari 10 juta tahun. Bintang ini adalah yang terkecil, kurang dari setengah massa Matahari dan jenis bintang yang paling umum di Bima Sakti.

Dalam tatanan bintang tersebut, para astronom menemukan dua bayangan di piringan gas dan debu yang mengelilingi TW Hydrae, yang mana ini diduga dihasilkan oleh dua piringan kecil yang terletak di dalam sistem bintang.

BACA JUGA:
Ilmuwan Berhasil Temukan Planet dengan Elemen Terberat


Para astronom meyakini kedua piringan ini sebagai bukti adanya sepasang planet yang sedang dibangun. Temuan ini telah diterbitkan dalam The Astrophysical Journal, seperti dilansir dari Metro.

Apa yang ditemukan para astronom ini memberikan wawasan tentang bagaimana Bumi dan planet lain di tata surya mungkin terlihat ketika mereka terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.

BACA JUGA:
Gerhana Matahari 2023 Bisa Dilihat Langsung di Planetarium Jakarta, Ini Cara Daftarnya!


Mereka menganalisis data yang ditangkap oleh Hubble Space Telescope dan menemukan dua bayangan dengan yang pertama terlihat dalam pengamatan dari tahun 2016 sedangkan bayangan kedua muncul lima tahun kemudian.

Dr John Debes, seorang astronom di Space Telescope Science Institute di AS, yang juga peneliti utama dan penulis utama makalah mengatakan bahwa temuan yang bayangan ino merupakan sesuatu yang benar-benar berbeda.
&quot;Ketika saya pertama kali melihat data, saya pikir ada yang salah  dengan pengamatan karena itu tidak seperti yang saya harapkan. Awalnya  saya bingung. Kami benar-benar harus menggaruk-garuk kepala hingga  akhirnya menemukan penjelasannya,&quot; kata Debes.

Debes berpikir bayangan dilemparkan oleh dua piringan yang tidak  sejajar, dengan kemiringan sekitar lima sampai tujuh derajat relatif  terhadap bidang piringan luar menunjukan bahwa planet cukup dekat satu  sama lain.

&quot;Jika yang satu bergerak lebih cepat dari yang lain, ini akan  diperhatikan dalam pengamatan sebelumnya. IIni seperti dua mobil balap  yang berdekatan satu sama lain, tetapi yang satu perlahan-lahan menyalip  dan memutar yang lain,&quot; lanjutnya.

Planet-planet yang dicurigai terletak di wilayah yang kira-kira  berjarak Jupiter dari Matahari dan bayangan menyelesaikan satu rotasi  mengelilingi bintang setiap 15 tahun. Debes menyebut ini sejalan dengan  arsitektur gaya tata surya yang khas.
</content:encoded></item></channel></rss>
