<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Misteri Suara Menyeramkan di Gunung Everst saat Malam Tiba, Bunyinya Seperti Ledakan dan Retakan</title><description>Dia kerap mengalami fenomena menarik saat matahari tenggelam di Gunung Everest.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/05/56/2808851/misteri-suara-menyeramkan-di-gunung-everst-saat-malam-tiba-bunyinya-seperti-ledakan-dan-retakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/05/56/2808851/misteri-suara-menyeramkan-di-gunung-everst-saat-malam-tiba-bunyinya-seperti-ledakan-dan-retakan"/><item><title>Misteri Suara Menyeramkan di Gunung Everst saat Malam Tiba, Bunyinya Seperti Ledakan dan Retakan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/05/56/2808851/misteri-suara-menyeramkan-di-gunung-everst-saat-malam-tiba-bunyinya-seperti-ledakan-dan-retakan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/05/56/2808851/misteri-suara-menyeramkan-di-gunung-everst-saat-malam-tiba-bunyinya-seperti-ledakan-dan-retakan</guid><pubDate>Jum'at 05 Mei 2023 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/05/56/2808851/misteri-suara-menyeramkan-di-gunung-everst-saat-malam-tiba-bunyinya-seperti-ledakan-dan-retakan-YgS4lGOTla.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Everest. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/05/56/2808851/misteri-suara-menyeramkan-di-gunung-everst-saat-malam-tiba-bunyinya-seperti-ledakan-dan-retakan-YgS4lGOTla.jpg</image><title>Gunung Everest. (Foto: Reuters)</title></images><description>FILM dokumenter Aftershock : Everst and the Nepal Earthwuake yang muncul di Netflix memang menjadi viral, lantaran ada suara misterius di gunung tertinggi di dunia tersebut.

Gunung yang memiliki tinggi 8.849 meter itu memang memiliki fakta yang unik dan baru diketahui beberapa orang saja. Salah satunya Dave Hahn, pendaki gunung kawakan. Menurut Dave, dia kerap mengalami fenomena menarik saat matahari tenggelam di Gunung Everest.&amp;nbsp;

&quot;Setiap kali malam tiba, suara-suara itu muncul. Kamu bisa mendengar es dan tebing saling bertabrakan di berbagai titik yang ada di sekitar lembah,&quot; ujar Dave Hahn dikutip IFL Science.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Bisakah Gunung di Bumi Tumbuh Lebih Tinggi dari Everest? Cek Faktanya!


Fenomena tersebut memang menggelitik banyak orang. Termasuk para ilmuwan dari berbagai universitas di dunia. Pada 2017, sekelompok peneliti dari Nepal dan Jepang mulai menyelidiki penyebab suara-suara misterius yang muncul dari Gunung Everest setiap malam.&amp;nbsp;

Mereka kemudian mendirikan tempat berkemah untuk mendengar lebih dekat suara-suara misterius itu. Lokasi berkemah dipilih di sebuah lapangan terbuka agar penelitian suara misterius tidak terganggu.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Bersin di Everest Bisa Tinggalkan Kuman yang Akan Bertahan Ribuan Tahun, Apa Iya?


Selama seminggu penelitian dilakukan dan para peneliti memang mengakui mendengar suara-suara misterius dari gunung. &quot;Kami mendengar suara guncangan yang besar. Kami memahami itu adalah gletser yang meledak dan bercampur dengan retakan di lembah,&quot; ujar Evgeny Podolskiy, salah satu peneliti yang terlibat.&amp;nbsp;

Dari situ mereka kemudian berkesimpulan bahwa suara-suara misterius tersebut merupakan efek dari rekahan termal nokturnal. Kondisi itu merupakan efek dari perubahan suhu yang membuat adanya pergerakan di gunung.&amp;nbsp;Hal ini kemudian berdampak pada adanya rekahan dekat permukaan pada  gletser yang terbuka. Alhasil gletser mengeluarkan suara retakan keras  yang bergema di pegunungan.

Suara-suara jadi semakin besar dan masif karena Gunung Everest  memiliki banyak gletser. Selain itu rekahan tidak hanya terjadi pada  gletser yang tertutup tapi juga yang tipis. Bahkan risiko kontraksi  termalnya jauh lebih besar.&amp;nbsp;

Disebutkan IFL Science saat ini Gunung Everest merupakan tempat  dengan jumlah terbesar yang ada di bumi. Masalahnya penelitian mengenai  gletser yang ada di gunung tersebut justru belum begitu terekspose.&amp;nbsp;  &quot;Jadi belum jelas benar mengapa perubahan suhu justru berdampak pada  gletser di Everest ketimbang di tempat-tempat lain,&quot; sebut IFL Science.&amp;nbsp;

Hanya saja fenomena langka suara misterius itu setidkanya bisa  membantu para peneliti mempelajari perilaku gletser. Termasuk  mempelajari efek perubahan iklim pada Gunung Everest.
</description><content:encoded>FILM dokumenter Aftershock : Everst and the Nepal Earthwuake yang muncul di Netflix memang menjadi viral, lantaran ada suara misterius di gunung tertinggi di dunia tersebut.

Gunung yang memiliki tinggi 8.849 meter itu memang memiliki fakta yang unik dan baru diketahui beberapa orang saja. Salah satunya Dave Hahn, pendaki gunung kawakan. Menurut Dave, dia kerap mengalami fenomena menarik saat matahari tenggelam di Gunung Everest.&amp;nbsp;

&quot;Setiap kali malam tiba, suara-suara itu muncul. Kamu bisa mendengar es dan tebing saling bertabrakan di berbagai titik yang ada di sekitar lembah,&quot; ujar Dave Hahn dikutip IFL Science.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Bisakah Gunung di Bumi Tumbuh Lebih Tinggi dari Everest? Cek Faktanya!


Fenomena tersebut memang menggelitik banyak orang. Termasuk para ilmuwan dari berbagai universitas di dunia. Pada 2017, sekelompok peneliti dari Nepal dan Jepang mulai menyelidiki penyebab suara-suara misterius yang muncul dari Gunung Everest setiap malam.&amp;nbsp;

Mereka kemudian mendirikan tempat berkemah untuk mendengar lebih dekat suara-suara misterius itu. Lokasi berkemah dipilih di sebuah lapangan terbuka agar penelitian suara misterius tidak terganggu.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Bersin di Everest Bisa Tinggalkan Kuman yang Akan Bertahan Ribuan Tahun, Apa Iya?


Selama seminggu penelitian dilakukan dan para peneliti memang mengakui mendengar suara-suara misterius dari gunung. &quot;Kami mendengar suara guncangan yang besar. Kami memahami itu adalah gletser yang meledak dan bercampur dengan retakan di lembah,&quot; ujar Evgeny Podolskiy, salah satu peneliti yang terlibat.&amp;nbsp;

Dari situ mereka kemudian berkesimpulan bahwa suara-suara misterius tersebut merupakan efek dari rekahan termal nokturnal. Kondisi itu merupakan efek dari perubahan suhu yang membuat adanya pergerakan di gunung.&amp;nbsp;Hal ini kemudian berdampak pada adanya rekahan dekat permukaan pada  gletser yang terbuka. Alhasil gletser mengeluarkan suara retakan keras  yang bergema di pegunungan.

Suara-suara jadi semakin besar dan masif karena Gunung Everest  memiliki banyak gletser. Selain itu rekahan tidak hanya terjadi pada  gletser yang tertutup tapi juga yang tipis. Bahkan risiko kontraksi  termalnya jauh lebih besar.&amp;nbsp;

Disebutkan IFL Science saat ini Gunung Everest merupakan tempat  dengan jumlah terbesar yang ada di bumi. Masalahnya penelitian mengenai  gletser yang ada di gunung tersebut justru belum begitu terekspose.&amp;nbsp;  &quot;Jadi belum jelas benar mengapa perubahan suhu justru berdampak pada  gletser di Everest ketimbang di tempat-tempat lain,&quot; sebut IFL Science.&amp;nbsp;

Hanya saja fenomena langka suara misterius itu setidkanya bisa  membantu para peneliti mempelajari perilaku gletser. Termasuk  mempelajari efek perubahan iklim pada Gunung Everest.
</content:encoded></item></channel></rss>
