<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meta Temukan Banyak Malware Beredar di Facebook Menyamar Sebagai ChatGPT</title><description>Meta Mencatat orang yang mengelola bisnis di Facebook atau menggunakan platform untuk bekerja, merupakan target utamanya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/04/54/2808406/meta-temukan-banyak-malware-beredar-di-facebook-menyamar-sebagai-chatgpt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/04/54/2808406/meta-temukan-banyak-malware-beredar-di-facebook-menyamar-sebagai-chatgpt"/><item><title>Meta Temukan Banyak Malware Beredar di Facebook Menyamar Sebagai ChatGPT</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/04/54/2808406/meta-temukan-banyak-malware-beredar-di-facebook-menyamar-sebagai-chatgpt</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/04/54/2808406/meta-temukan-banyak-malware-beredar-di-facebook-menyamar-sebagai-chatgpt</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 19:26 WIB</pubDate><dc:creator>Raden Yusuf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/54/2808406/meta-temukan-banyak-malware-beredar-di-facebook-menyamar-sebagai-chatgpt-zpllSScO73.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ChatGPT. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/54/2808406/meta-temukan-banyak-malware-beredar-di-facebook-menyamar-sebagai-chatgpt-zpllSScO73.jpg</image><title>ChatGPT. (Foto: Reuters)</title></images><description>TEKNOLOGI ChatGPT yang menggunakan Artificial Intelligence (AI) memang bisa digunakan untuk banyak hal. Bahkan, banyak orang yang memanfaatkan keberadaan ChatGPT untuk kejahatan.

Laporan terbaru yang diterbitkan oleh Meta, perusahaan tersebut melihat adanya peningkatan malware yang menyamar sebagai ChatGPT dan perangkat lunak AI serupa.

Pada sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan, sejak Maret 2023 lalu para peneliti sudah menemukan 10 jenis malware yang menggunakan ChatGPT dan tema serupa lainnya yang berbahaya, dan memblokir lebih dari 1.000 tautan berbahaya dari platformnya.

BACA JUGA:
Samsung Larang Pegawainya Pakai ChatGPT, Takut Kalah Saing?


Seperti yang dilansir dari engadget, Meta menjelaskan bahwa penipuan kerap kali melibatkan aplikasi seluler atau ekstensi browser yang menyambar sebagai alat ChatGPT. Meski pada beberapa kasus alat tersebut memang menawarkan beberapa fungsi ChatGPT, tapi tujuan untuk mencuri informasi penting para penggunanya.

Menurut Kepala Petugas Keamanan Meta, Guy Rosen, para penipu di balik eksploitasi tersebut, memanfaatkan lonjakan minat pada AI generatif.

BACA JUGA:
Bisakah ChatGPT Diprogram untuk Memfilter Email Berbahaya?


&quot;Sebagai sebuah industri, kami telah melihat ini di topik lain yang populer pada masanya seperti penipuan crypto yang dipicu oleh minat besar pada mata uang digital, Jadi dari sudut pandang aktor jahat, ChatGPT adalah crypto baru,&quot; ungkap Rosen, seperti yang dikutip dari engadget.

Sementara itu, Meta Mencatat orang yang mengelola bisnis di Facebook atau menggunakan platform untuk bekerja, merupakan target utamanya. Di mana para penjahat siber akan sering mencari akun pribadi pengguna, untuk mendapat akses ke halaman bisnis atau akun iklan yang terhubung, yang kemungkinan besar memiliki kartu kredit yang ditautkan.Guna mengatasi hal tersebut, Meta berencana untuk memperkenalkan  jenis akun baru untuk bisnis yang disebut dengan akun 'Meta Work'. Di  mana akun tersebut memungkinkan pengguna mengakses alat pengelola bisnis  Facebook tanpa akun Facebook Pribadi. &quot;Ini akan membantu menjaga akun  bisnis lebih aman jika penyerang memulai aksinya lewat akun pribadi,&quot;  jelas Meta itu dalam sebuah pernyataan.

Meta menambahkan, bahwa pihaknya akan memulai tes &quot;terbatas&quot; dari  akun kerja baru tahun ini dan akan mengembangkannya seiring berjalannya  waktu. Tidak hanya itu, Meta juga meluncurkan tools baru yang akan  membantu bisnis mendeteksi dan menghapus malware.

Tools tersebut akan memandu pengguna langkah demi langkah dengan cara  mengidentifikasi dan menghapus malware, termasuk memakai tools  antivirus pihak ketiga.

Peneliti Meta bukan yang pertama kalinya memperingatkan soal alat  ChatGPT palsu yang mengarah ke akun yang diretas. Karena, belum lama  ini, para peneliti pun memperingatkan tentang ekstensi Chrome yang  menyamar sebagai perangkat lunak ChatGPT yang mengakibatkan peretasan  sejumlah akun Facebook.
</description><content:encoded>TEKNOLOGI ChatGPT yang menggunakan Artificial Intelligence (AI) memang bisa digunakan untuk banyak hal. Bahkan, banyak orang yang memanfaatkan keberadaan ChatGPT untuk kejahatan.

Laporan terbaru yang diterbitkan oleh Meta, perusahaan tersebut melihat adanya peningkatan malware yang menyamar sebagai ChatGPT dan perangkat lunak AI serupa.

Pada sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan, sejak Maret 2023 lalu para peneliti sudah menemukan 10 jenis malware yang menggunakan ChatGPT dan tema serupa lainnya yang berbahaya, dan memblokir lebih dari 1.000 tautan berbahaya dari platformnya.

BACA JUGA:
Samsung Larang Pegawainya Pakai ChatGPT, Takut Kalah Saing?


Seperti yang dilansir dari engadget, Meta menjelaskan bahwa penipuan kerap kali melibatkan aplikasi seluler atau ekstensi browser yang menyambar sebagai alat ChatGPT. Meski pada beberapa kasus alat tersebut memang menawarkan beberapa fungsi ChatGPT, tapi tujuan untuk mencuri informasi penting para penggunanya.

Menurut Kepala Petugas Keamanan Meta, Guy Rosen, para penipu di balik eksploitasi tersebut, memanfaatkan lonjakan minat pada AI generatif.

BACA JUGA:
Bisakah ChatGPT Diprogram untuk Memfilter Email Berbahaya?


&quot;Sebagai sebuah industri, kami telah melihat ini di topik lain yang populer pada masanya seperti penipuan crypto yang dipicu oleh minat besar pada mata uang digital, Jadi dari sudut pandang aktor jahat, ChatGPT adalah crypto baru,&quot; ungkap Rosen, seperti yang dikutip dari engadget.

Sementara itu, Meta Mencatat orang yang mengelola bisnis di Facebook atau menggunakan platform untuk bekerja, merupakan target utamanya. Di mana para penjahat siber akan sering mencari akun pribadi pengguna, untuk mendapat akses ke halaman bisnis atau akun iklan yang terhubung, yang kemungkinan besar memiliki kartu kredit yang ditautkan.Guna mengatasi hal tersebut, Meta berencana untuk memperkenalkan  jenis akun baru untuk bisnis yang disebut dengan akun 'Meta Work'. Di  mana akun tersebut memungkinkan pengguna mengakses alat pengelola bisnis  Facebook tanpa akun Facebook Pribadi. &quot;Ini akan membantu menjaga akun  bisnis lebih aman jika penyerang memulai aksinya lewat akun pribadi,&quot;  jelas Meta itu dalam sebuah pernyataan.

Meta menambahkan, bahwa pihaknya akan memulai tes &quot;terbatas&quot; dari  akun kerja baru tahun ini dan akan mengembangkannya seiring berjalannya  waktu. Tidak hanya itu, Meta juga meluncurkan tools baru yang akan  membantu bisnis mendeteksi dan menghapus malware.

Tools tersebut akan memandu pengguna langkah demi langkah dengan cara  mengidentifikasi dan menghapus malware, termasuk memakai tools  antivirus pihak ketiga.

Peneliti Meta bukan yang pertama kalinya memperingatkan soal alat  ChatGPT palsu yang mengarah ke akun yang diretas. Karena, belum lama  ini, para peneliti pun memperingatkan tentang ekstensi Chrome yang  menyamar sebagai perangkat lunak ChatGPT yang mengakibatkan peretasan  sejumlah akun Facebook.
</content:encoded></item></channel></rss>
