<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Para Hacker Jualan Virus untuk Hack MacOS di Telegram, Harganya Rp14,6 Juta</title><description>Malware tersebut bisa mengekstraksi informasi pengisian otomatis, kata sandi, dompet digital dan data penting lainnya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/01/54/2806549/para-hacker-jualan-virus-untuk-hack-macos-di-telegram-harganya-rp14-6-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/01/54/2806549/para-hacker-jualan-virus-untuk-hack-macos-di-telegram-harganya-rp14-6-juta"/><item><title>Para Hacker Jualan Virus untuk Hack MacOS di Telegram, Harganya Rp14,6 Juta</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/01/54/2806549/para-hacker-jualan-virus-untuk-hack-macos-di-telegram-harganya-rp14-6-juta</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/05/01/54/2806549/para-hacker-jualan-virus-untuk-hack-macos-di-telegram-harganya-rp14-6-juta</guid><pubDate>Selasa 02 Mei 2023 08:33 WIB</pubDate><dc:creator>Raden Yusuf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/01/54/2806549/para-hacker-jualan-virus-untuk-hack-macos-di-telegram-harganya-rp14-6-juta-OCkaIEHjbZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Hacker. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/01/54/2806549/para-hacker-jualan-virus-untuk-hack-macos-di-telegram-harganya-rp14-6-juta-OCkaIEHjbZ.jpg</image><title>Ilustrasi Hacker. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>PARA pengguna Apple, terutama MacOS, wajib lebih waspada. Pasalnya, semakin banyak para hacker menjual malware baru untuk melakkan peretasan data di MacOS.
Adapun malware baru tersebut bernama Atomic MacOSStealer (AMOS). Bahkan, malware ini sudah dipasarkan lewat aplikasi Telegram. Malware tersebut kabarnya dibuat untuk menargetkan platform MacOS, di mana malware tersebut bisa mengekstraksi informasi pengisian otomatis, kata sandi, dompet digital dan data penting lainnya.

BACA JUGA:
Lewat Dark Web, Hacker Tawarkan Jasa Hack Google Play Store

Seperti yang dilansir dari gadgetsnow, Cyble Research and Intelligence Labs (CRIL) menjelaskan bahwa malware Atomic MacOS stealer dirancang khusus untuk menargetkan MacOS dan bisa mencuri informasi sensitif dari perangkat korban. Sejumlah peneliti belum lama ini menemukan saluran Telegram, yang mengiklankan malware baru tersebut.
Tidak hanya itu, laporan tersebut pun menjelaskan, bahwa peretas dibalik malware tersebut terus meningkatkan malware dengan menambahkan kemampuan baru, agar lebih efektif. Adapun pembaruan terbaru malware tersebut terlihat dipostingan Telegram beberapa waktu lalu, dan menyoroti fitur-fitur terbarunya.

BACA JUGA:
Kelompok Hacker YoroTrooper Serang Uni Eropa, Berhasil Curi Data pemerintah dan Lembaga Kesehatan

Berdasarkan laporan tersebut, Atomic MacOS Stealer bisa mencuri berbagai jenis informasi dari perangkat korban, termasuk kata sandi, file, serta dokumen  bahkan hingga kata sandi MacOS.
Bahayanya, malware tersebut dirancang untuk menargetkan banyak browser, serta bisa mengekstrak pengisian otomatis, kata sandi, cookie, dompet dan informasi kartu kredit. Secara khusus, malware AMOS tersebut juga bisa menargetkan cryptowallet seperri Electrum, Binance Exodus, Atomic dan Coimomi.Peretas tersebut pun kabarnya menawarkan  layanan tambahan seperti  panel web untuk mengelola perangkat korban, mrta mask brute-forcing  untuk mencuri seed dan private key, pemeriksa crypto, dan penginstal  dmg. Setelah itu, log dibagikan melalui Telegram.
Peretas tersebut menyediakan layanan itu senilai USD1.000 atau sekira  Rp14,6 juta per bulan. Tapi, para pengguna MacOS tak perlu khawatir,  karena kabarnya MacOS bisa melindungin sistem dari malware AMOS, dengan  cara menginstal file dmg di perangkat mereka.
Namun, setelah menginstal, para pengguna perlu mengautentikasi  penginstalan dengan kata sandi pengguna dengan kotak dialog sistem palsu  setelah penginstalan. Kemudian, setelah diinstal, maka pengguna bisa  memindai inforormasi sensitif yang akan dicuri dengan kata sandi, dan  dikirim ke server jarak jauh.</description><content:encoded>PARA pengguna Apple, terutama MacOS, wajib lebih waspada. Pasalnya, semakin banyak para hacker menjual malware baru untuk melakkan peretasan data di MacOS.
Adapun malware baru tersebut bernama Atomic MacOSStealer (AMOS). Bahkan, malware ini sudah dipasarkan lewat aplikasi Telegram. Malware tersebut kabarnya dibuat untuk menargetkan platform MacOS, di mana malware tersebut bisa mengekstraksi informasi pengisian otomatis, kata sandi, dompet digital dan data penting lainnya.

BACA JUGA:
Lewat Dark Web, Hacker Tawarkan Jasa Hack Google Play Store

Seperti yang dilansir dari gadgetsnow, Cyble Research and Intelligence Labs (CRIL) menjelaskan bahwa malware Atomic MacOS stealer dirancang khusus untuk menargetkan MacOS dan bisa mencuri informasi sensitif dari perangkat korban. Sejumlah peneliti belum lama ini menemukan saluran Telegram, yang mengiklankan malware baru tersebut.
Tidak hanya itu, laporan tersebut pun menjelaskan, bahwa peretas dibalik malware tersebut terus meningkatkan malware dengan menambahkan kemampuan baru, agar lebih efektif. Adapun pembaruan terbaru malware tersebut terlihat dipostingan Telegram beberapa waktu lalu, dan menyoroti fitur-fitur terbarunya.

BACA JUGA:
Kelompok Hacker YoroTrooper Serang Uni Eropa, Berhasil Curi Data pemerintah dan Lembaga Kesehatan

Berdasarkan laporan tersebut, Atomic MacOS Stealer bisa mencuri berbagai jenis informasi dari perangkat korban, termasuk kata sandi, file, serta dokumen  bahkan hingga kata sandi MacOS.
Bahayanya, malware tersebut dirancang untuk menargetkan banyak browser, serta bisa mengekstrak pengisian otomatis, kata sandi, cookie, dompet dan informasi kartu kredit. Secara khusus, malware AMOS tersebut juga bisa menargetkan cryptowallet seperri Electrum, Binance Exodus, Atomic dan Coimomi.Peretas tersebut pun kabarnya menawarkan  layanan tambahan seperti  panel web untuk mengelola perangkat korban, mrta mask brute-forcing  untuk mencuri seed dan private key, pemeriksa crypto, dan penginstal  dmg. Setelah itu, log dibagikan melalui Telegram.
Peretas tersebut menyediakan layanan itu senilai USD1.000 atau sekira  Rp14,6 juta per bulan. Tapi, para pengguna MacOS tak perlu khawatir,  karena kabarnya MacOS bisa melindungin sistem dari malware AMOS, dengan  cara menginstal file dmg di perangkat mereka.
Namun, setelah menginstal, para pengguna perlu mengautentikasi  penginstalan dengan kata sandi pengguna dengan kotak dialog sistem palsu  setelah penginstalan. Kemudian, setelah diinstal, maka pengguna bisa  memindai inforormasi sensitif yang akan dicuri dengan kata sandi, dan  dikirim ke server jarak jauh.</content:encoded></item></channel></rss>
