<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Terus Berlanjut, Hyundai Bakal Segera Hengkang dari Rusia</title><description>Perang Ukraina dan Rusia ini membuat Hyundai Motor berencana hengkang dari Rusia dan menjual pabriknya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/28/52/2805341/perang-terus-berlanjut-hyundai-bakal-segera-hengkang-dari-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/28/52/2805341/perang-terus-berlanjut-hyundai-bakal-segera-hengkang-dari-rusia"/><item><title>Perang Terus Berlanjut, Hyundai Bakal Segera Hengkang dari Rusia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/28/52/2805341/perang-terus-berlanjut-hyundai-bakal-segera-hengkang-dari-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/28/52/2805341/perang-terus-berlanjut-hyundai-bakal-segera-hengkang-dari-rusia</guid><pubDate>Jum'at 28 April 2023 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/28/52/2805341/perang-terus-berlanjut-hyundai-bakal-segera-hengkang-dari-rusia-spAzqXH927.png" expression="full" type="image/jpeg">Pabrik Hyundai. (Foto: europe.autonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/28/52/2805341/perang-terus-berlanjut-hyundai-bakal-segera-hengkang-dari-rusia-spAzqXH927.png</image><title>Pabrik Hyundai. (Foto: europe.autonews)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Salah satu sektor yang terdampak pada perang Rusia dan Ukraina adalah industri otomotif. Perang ini membuat Hyundai Motor berencana hengkang dari Rusia dan menjual pabriknya.
Diketahui, beberapa produsen besar otomotif meninggalkan Rusia karena kesulitan mendapat bahan baku. Meski telah mencoba bertahan, namun akhirnya pabrikan kendaraan asal Korea Selatan ini akhirnya goyah.
Dikutip dari Autonews Europe, upaya negosiasi penjualan pabrik Hyundai ini telah berada pada tahap akhir. Bahkan, saat ini Hyundai tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah Rusia.

BACA JUGA:
Gampang Dicuri, Hyundai dan Kia Diminta Lakukan Recall

&amp;ldquo;Memang benar ada diskusi yang sedang berlangsung terkait penjualan, tapi belum ada keputusan,&amp;rdquo; kata Hyundai Motor dikutip dari Autonews Europe.
Diketahui, aktivitas pabrik mobil ini telah berhenti sejak tahun lalu. Beberapa waktu lalu, produsen kendaraan ini mengumumkan untuk meninjau berbagai opsi terkait pabriknya di Rusia.
Kepada Reuters, Hyundai mengaku sedang meninjau berbagai rencana bisnisnya di Rusia dan belum ada keputusan yang dibuat hingga saat ini.

BACA JUGA:
Dominasi Mobil China Surut, Hyundai Ioniq 5 Merajai Pasar Mobil Listrik Awal 2023

Sekadar informasi, Hyundai dan Kia masuk dalam 10 besar produsen mobil terbesar di dunia karena berhasil merakit dan menjual sebanyak 200.000 unit kendaraan per tahun atau sekitar 4 persen dari kapasitas produksi globalnya.
Hyundai dan Kia merupakan salah satu kendaraan yang cukup laris di Rusia sebelum terjadi perang. Akibat perang, saat ini merek terlaris di Rusia adalah kendaraan China.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Salah satu sektor yang terdampak pada perang Rusia dan Ukraina adalah industri otomotif. Perang ini membuat Hyundai Motor berencana hengkang dari Rusia dan menjual pabriknya.
Diketahui, beberapa produsen besar otomotif meninggalkan Rusia karena kesulitan mendapat bahan baku. Meski telah mencoba bertahan, namun akhirnya pabrikan kendaraan asal Korea Selatan ini akhirnya goyah.
Dikutip dari Autonews Europe, upaya negosiasi penjualan pabrik Hyundai ini telah berada pada tahap akhir. Bahkan, saat ini Hyundai tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah Rusia.

BACA JUGA:
Gampang Dicuri, Hyundai dan Kia Diminta Lakukan Recall

&amp;ldquo;Memang benar ada diskusi yang sedang berlangsung terkait penjualan, tapi belum ada keputusan,&amp;rdquo; kata Hyundai Motor dikutip dari Autonews Europe.
Diketahui, aktivitas pabrik mobil ini telah berhenti sejak tahun lalu. Beberapa waktu lalu, produsen kendaraan ini mengumumkan untuk meninjau berbagai opsi terkait pabriknya di Rusia.
Kepada Reuters, Hyundai mengaku sedang meninjau berbagai rencana bisnisnya di Rusia dan belum ada keputusan yang dibuat hingga saat ini.

BACA JUGA:
Dominasi Mobil China Surut, Hyundai Ioniq 5 Merajai Pasar Mobil Listrik Awal 2023

Sekadar informasi, Hyundai dan Kia masuk dalam 10 besar produsen mobil terbesar di dunia karena berhasil merakit dan menjual sebanyak 200.000 unit kendaraan per tahun atau sekitar 4 persen dari kapasitas produksi globalnya.
Hyundai dan Kia merupakan salah satu kendaraan yang cukup laris di Rusia sebelum terjadi perang. Akibat perang, saat ini merek terlaris di Rusia adalah kendaraan China.</content:encoded></item></channel></rss>
