<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ilmuwan Astronomi Ajak Pakar AI untuk Bantu Eksplorasi Tata Surya</title><description>Melalui program Ariel Data Challenge 2023, para ilmuwan astronomi mengundang pakar AI untuk ikut bergabung.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/23/56/2802967/ilmuwan-astronomi-ajak-pakar-ai-untuk-bantu-eksplorasi-tata-surya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/23/56/2802967/ilmuwan-astronomi-ajak-pakar-ai-untuk-bantu-eksplorasi-tata-surya"/><item><title>Ilmuwan Astronomi Ajak Pakar AI untuk Bantu Eksplorasi Tata Surya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/23/56/2802967/ilmuwan-astronomi-ajak-pakar-ai-untuk-bantu-eksplorasi-tata-surya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/23/56/2802967/ilmuwan-astronomi-ajak-pakar-ai-untuk-bantu-eksplorasi-tata-surya</guid><pubDate>Senin 24 April 2023 06:19 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/23/56/2802967/ilmuwan-astronomi-ajak-pakar-ai-untuk-bantu-eksplorasi-tata-surya-3DOBXWR4K2.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi AI. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/23/56/2802967/ilmuwan-astronomi-ajak-pakar-ai-untuk-bantu-eksplorasi-tata-surya-3DOBXWR4K2.jpeg</image><title>Ilustrasi AI. (Foto: Freepik)</title></images><description>KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) memang sudah dipakai di berbagai lini bahkan di media sosial. AI pun kini akan dimanfaatkan untuk membantu menemukan dan memahami planet luar tata surya.

Melalui program Ariel Data Challenge 2023, para ilmuwan astronomi mengundang pakar AI untuk ikut bergabung dengan mereka. Misi Ariel pada tahun 2029 mendatang akan berdampak besar terhadap pengetahuan exoplanet. Teleskop luar angkasa itu mengamati atmosfer dari 1.000 planet luar tata surya. Ini merupakan seperenam dari seluruh exoplanet yang diketahui saat ini, berjumlah 6.000.

BACA JUGA:
Google Gandeng DeepMind, Bentuk Tim Percepat Pengembangan AI


Bantuan AI dan pembelajaran mesin dapat membantu menafsirkan data Ariel di masa mendatang. Para astronom tak memungkiri bahwa AI telah banyak membawa dampak untuk sains dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itu, Ariel Data Challenge 2023 diadakan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) mulai 14 April lalu.

&quot;Bidang planet ekstrasurya telah tiba sepenuhnya di era data besar dan AI mutakhir diperlukan untuk memecahkan beberapa kemacetan terbesar yang menghambat kita,&quot; ujar salah satu pemimpin Ariel Data Challenge, Ingo Waldmab, dikutip dari Space.

BACA JUGA:
Elon Musk Tuduh Microsoft Latih AI-nya Secara Ilegal di Twitter


Teleskop ESA tersebut akan mempelajari cahaya dari bintang induk exoplanet, setelah disaring melalui atmosfernya. Melihat spektrum bintang setelah melewati atmosfer dapat membantu mengungkap terbuat dari apa atmosfer planet tersebut. Pada akhirnya akan diketahui bagaimana exoplanet itu terbentuk dan apakah ada potensi kehidupan di dalamnya.

Hal ini membutuhkan bantuan dari para ahli AI untuk menginterpretasikan data yang ada. Dengan begitu, bisa lebih dipahami bagaimana dampak dari fenomena atmosfer pada spektrum cahaya yang diamati.ESA sendiri membuka peluang bagi para astronom manapun untuk  bergabung. Ariel Data Challege merupakan yang keempat, setelah  dilaksanakan sebelumnya pada tahun 2019, 2021, dan 2022. Tantangan tahun  ini ditutup pada 18 Juni mendatang.

Ariel Data Challenge meminta para pakar komputasi untuk menggunakan  model, algoritme, atau teknik pemrosesan data apapun dalam memecahkan  masalah yang dijelaskan sebelumnya. Para ahli tidak hanya menghasilkan  solusi sendiri, namun juga dapat berkolaborasi dengan tim lainnya.

Para peserta akan ditawarkan akses ke sumber daya Komputasi Bertenaga  Tinggi (High Powered Computing) melalui DiRAC, fasilitas komputasi  Science and Technology Facilities Council's di Inggris. Tiga tim teratas  akan menerima tiket ke acara yang diadakan pada September 2023  mendatang di Turin, Italia.
</description><content:encoded>KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) memang sudah dipakai di berbagai lini bahkan di media sosial. AI pun kini akan dimanfaatkan untuk membantu menemukan dan memahami planet luar tata surya.

Melalui program Ariel Data Challenge 2023, para ilmuwan astronomi mengundang pakar AI untuk ikut bergabung dengan mereka. Misi Ariel pada tahun 2029 mendatang akan berdampak besar terhadap pengetahuan exoplanet. Teleskop luar angkasa itu mengamati atmosfer dari 1.000 planet luar tata surya. Ini merupakan seperenam dari seluruh exoplanet yang diketahui saat ini, berjumlah 6.000.

BACA JUGA:
Google Gandeng DeepMind, Bentuk Tim Percepat Pengembangan AI


Bantuan AI dan pembelajaran mesin dapat membantu menafsirkan data Ariel di masa mendatang. Para astronom tak memungkiri bahwa AI telah banyak membawa dampak untuk sains dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itu, Ariel Data Challenge 2023 diadakan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) mulai 14 April lalu.

&quot;Bidang planet ekstrasurya telah tiba sepenuhnya di era data besar dan AI mutakhir diperlukan untuk memecahkan beberapa kemacetan terbesar yang menghambat kita,&quot; ujar salah satu pemimpin Ariel Data Challenge, Ingo Waldmab, dikutip dari Space.

BACA JUGA:
Elon Musk Tuduh Microsoft Latih AI-nya Secara Ilegal di Twitter


Teleskop ESA tersebut akan mempelajari cahaya dari bintang induk exoplanet, setelah disaring melalui atmosfernya. Melihat spektrum bintang setelah melewati atmosfer dapat membantu mengungkap terbuat dari apa atmosfer planet tersebut. Pada akhirnya akan diketahui bagaimana exoplanet itu terbentuk dan apakah ada potensi kehidupan di dalamnya.

Hal ini membutuhkan bantuan dari para ahli AI untuk menginterpretasikan data yang ada. Dengan begitu, bisa lebih dipahami bagaimana dampak dari fenomena atmosfer pada spektrum cahaya yang diamati.ESA sendiri membuka peluang bagi para astronom manapun untuk  bergabung. Ariel Data Challege merupakan yang keempat, setelah  dilaksanakan sebelumnya pada tahun 2019, 2021, dan 2022. Tantangan tahun  ini ditutup pada 18 Juni mendatang.

Ariel Data Challenge meminta para pakar komputasi untuk menggunakan  model, algoritme, atau teknik pemrosesan data apapun dalam memecahkan  masalah yang dijelaskan sebelumnya. Para ahli tidak hanya menghasilkan  solusi sendiri, namun juga dapat berkolaborasi dengan tim lainnya.

Para peserta akan ditawarkan akses ke sumber daya Komputasi Bertenaga  Tinggi (High Powered Computing) melalui DiRAC, fasilitas komputasi  Science and Technology Facilities Council's di Inggris. Tiga tim teratas  akan menerima tiket ke acara yang diadakan pada September 2023  mendatang di Turin, Italia.
</content:encoded></item></channel></rss>
