<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukan Minum Kopi, Begini Cara Atasi Ngantuk ketika Berada di Rest Area</title><description>ika merasa lelah, mereka bisa sesuka hati untuk berhenti di mana pun yang mereka inginkan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/21/87/2802429/bukan-minum-kopi-begini-cara-atasi-ngantuk-ketika-berada-di-rest-area</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/21/87/2802429/bukan-minum-kopi-begini-cara-atasi-ngantuk-ketika-berada-di-rest-area"/><item><title>Bukan Minum Kopi, Begini Cara Atasi Ngantuk ketika Berada di Rest Area</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/21/87/2802429/bukan-minum-kopi-begini-cara-atasi-ngantuk-ketika-berada-di-rest-area</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/21/87/2802429/bukan-minum-kopi-begini-cara-atasi-ngantuk-ketika-berada-di-rest-area</guid><pubDate>Jum'at 21 April 2023 21:56 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/21/87/2802429/bukan-minum-kopi-begini-cara-atasi-ngantuk-ketika-berada-di-rest-area-yq9oExBude.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/21/87/2802429/bukan-minum-kopi-begini-cara-atasi-ngantuk-ketika-berada-di-rest-area-yq9oExBude.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mudik menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau motor menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia. Jika merasa lelah, mereka bisa sesuka hati untuk berhenti di mana pun yang mereka inginkan.
Rest area kerap digunakan oleh para pemudik dengan menggunakan mobil pribadi untuk menghilangkan rasa lelah dan kantuk. Tapi, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengungkapkan kebanyakan istirahat yang dilakukan pengemudi tidak optimal.
Hal ini yang membuat kondisi tubuh masih merasa lelah dan kantuk tak juga hilang setelah selesai beristirahat di rest area. Tapi, ini kerap diabaikan oleh pengemudi yang berisiko terjadi kecelakaan fatal.

BACA JUGA:
Tips Mudik Pakai Mobil Pribadi, Dijamin Nyaman dan Aman

&amp;ldquo;Berkendara maksimal 3 jam, kemudian istirahat secara berkala selama 15-30 menit. Apa saja? Refreshotot, syaraf, dan otak. Jadi jangan cuma dibawa istirahat masuk rest area, tetapi memaksimalkan istirahatnya,&amp;rdquo; kata Sony kepada MNC Portal.
Sony menegaskan peregangan memang penting bagi tubuh setelah berjam-jam mengemudi untuk menghilangkan rasa lelah. Tapi, itu tidak cukup untuk membuat tubuh benar-benar siap kembali mengemudi.
&amp;ldquo;Pengemudi yang pasti harus turun dari kendaraan, lalu mencari tempat yang teduh dan nyaman untuk mencari ketenangan. Kalau sudah mengantuk satu-satunya cara, ya, tidur, bukannya minum kopi,&amp;rdquo; ujar Sony.

BACA JUGA:
Tips Mudik agar si Buah Hati Tak Mabuk Perjalanan Jauh

Untuk menghindari rasa kantuk yang berlebihan saat mengemudi, Sony mengimbau pengemudi harus mempersiapkan diri 3 hari sebelum keberangkatan. Kemudian satu hari sebelum perjalan digunakan untuk istrirahat sepenuhnya.
Apabila menerapkan pola seperti itu, Sony meyakini fisik dan konsentrasi pengemudi dalam kondisi terbaik. Ini akan membuat perjalanan lebih aman dan nyaman karena respon pengemudi akan jauh lebih baik.&amp;ldquo;Mempersiapkan kondisi fisik 3 hari sebelum keberangkatan, pastikan kondisi prima dan sehat. Kemudian, sebelum perjalanan harus tidur yang cukup. Setidaknya tidur 6 sampai 7 jam,&amp;rdquo; ucapnya.
Sony juga menyarankan untuk tidak memaksakan diri untuk tiba di tempat tujuan pada waktu tertentu. Ini akan memperbesar risiko kecelakaan karena alam bawah sadar pengemudi ingin memacu kendaraan secepat mungkin agar tiba di tujuan sesuai waktu yang ditentukan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mudik menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau motor menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia. Jika merasa lelah, mereka bisa sesuka hati untuk berhenti di mana pun yang mereka inginkan.
Rest area kerap digunakan oleh para pemudik dengan menggunakan mobil pribadi untuk menghilangkan rasa lelah dan kantuk. Tapi, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengungkapkan kebanyakan istirahat yang dilakukan pengemudi tidak optimal.
Hal ini yang membuat kondisi tubuh masih merasa lelah dan kantuk tak juga hilang setelah selesai beristirahat di rest area. Tapi, ini kerap diabaikan oleh pengemudi yang berisiko terjadi kecelakaan fatal.

BACA JUGA:
Tips Mudik Pakai Mobil Pribadi, Dijamin Nyaman dan Aman

&amp;ldquo;Berkendara maksimal 3 jam, kemudian istirahat secara berkala selama 15-30 menit. Apa saja? Refreshotot, syaraf, dan otak. Jadi jangan cuma dibawa istirahat masuk rest area, tetapi memaksimalkan istirahatnya,&amp;rdquo; kata Sony kepada MNC Portal.
Sony menegaskan peregangan memang penting bagi tubuh setelah berjam-jam mengemudi untuk menghilangkan rasa lelah. Tapi, itu tidak cukup untuk membuat tubuh benar-benar siap kembali mengemudi.
&amp;ldquo;Pengemudi yang pasti harus turun dari kendaraan, lalu mencari tempat yang teduh dan nyaman untuk mencari ketenangan. Kalau sudah mengantuk satu-satunya cara, ya, tidur, bukannya minum kopi,&amp;rdquo; ujar Sony.

BACA JUGA:
Tips Mudik agar si Buah Hati Tak Mabuk Perjalanan Jauh

Untuk menghindari rasa kantuk yang berlebihan saat mengemudi, Sony mengimbau pengemudi harus mempersiapkan diri 3 hari sebelum keberangkatan. Kemudian satu hari sebelum perjalan digunakan untuk istrirahat sepenuhnya.
Apabila menerapkan pola seperti itu, Sony meyakini fisik dan konsentrasi pengemudi dalam kondisi terbaik. Ini akan membuat perjalanan lebih aman dan nyaman karena respon pengemudi akan jauh lebih baik.&amp;ldquo;Mempersiapkan kondisi fisik 3 hari sebelum keberangkatan, pastikan kondisi prima dan sehat. Kemudian, sebelum perjalanan harus tidur yang cukup. Setidaknya tidur 6 sampai 7 jam,&amp;rdquo; ucapnya.
Sony juga menyarankan untuk tidak memaksakan diri untuk tiba di tempat tujuan pada waktu tertentu. Ini akan memperbesar risiko kecelakaan karena alam bawah sadar pengemudi ingin memacu kendaraan secepat mungkin agar tiba di tujuan sesuai waktu yang ditentukan.</content:encoded></item></channel></rss>
