<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukan NASA, Siswa Amerika Ini yang Akan Daratkan Robot Penjelajah Pertama ke Bulan</title><description>Robot penjelajah NASA yakni 'Viper', dijadwalkan baru meluncur tahun depan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/21/56/2802223/bukan-nasa-siswa-amerika-ini-yang-akan-daratkan-robot-penjelajah-pertama-ke-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/21/56/2802223/bukan-nasa-siswa-amerika-ini-yang-akan-daratkan-robot-penjelajah-pertama-ke-bulan"/><item><title>Bukan NASA, Siswa Amerika Ini yang Akan Daratkan Robot Penjelajah Pertama ke Bulan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/21/56/2802223/bukan-nasa-siswa-amerika-ini-yang-akan-daratkan-robot-penjelajah-pertama-ke-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/04/21/56/2802223/bukan-nasa-siswa-amerika-ini-yang-akan-daratkan-robot-penjelajah-pertama-ke-bulan</guid><pubDate>Jum'at 21 April 2023 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Raden Yusuf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/21/56/2802223/bukan-nasa-siswa-amerika-ini-yang-akan-daratkan-robot-penjelajah-pertama-ke-bulan-HdBnO5MA5t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Robot Penjelajah Bulan. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/21/56/2802223/bukan-nasa-siswa-amerika-ini-yang-akan-daratkan-robot-penjelajah-pertama-ke-bulan-HdBnO5MA5t.jpg</image><title>Robot Penjelajah Bulan. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEIRING berkembangnya teknologi, kemampuan untuk membuat robot tidak lagi dimiliki ekslusif oleh perusahaan atau badan saja. Kini, semua orang bisa mendapatkan akses untuk membuat robot.

Bahkan, baru-baru ini tim mahasiswa Universitas Carnegie Mellondi Pennsylvania, Amerika Serikat, dikabarkan ingin mendaratkan robot penjelajah pertama di bulan. Robot penjelajah tersebut bernama Iris.

Menurut space.com, misi tersebut kemungkinan akan diluncurkan pada musim semi ini. Apabila misi tersebut berhasil, maka akan mencetak pencapaian robot penjelajah bulan pertama Amerika, bahkan sebelum NASA berhasil mendaratkan robot penjelajah.

BACA JUGA:
NASA Temukan Asteroid yang Bisa Menembakkan Batu


Tentu saja ini merupakan penjelajah pertama yang dikembangkan oleh Mahasiswa. Mengapa robot tersebut robot bisa menjadi robot penjelajah Bulan pertama Amerika? Pasalnya, robot penjelajah NASA yakni 'Viper', dijadwalkan baru meluncur tahun depan.

Dengan bobot sekitar 2 kilogram, penjelajah Iris memiliki sasis dan roda serat karbon yang berkurang sebesar tutup botol. Adapun misisnya selama 60 jam akan menjadi misi visual utama, yakni mengambil gambar permukaan Bulan untuk studi geografis.

BACA JUGA:
Imbas Perubahan Iklim, NASA Ungkap Permukaan Laut Terus Mengalami Kenaikan dalam 30 Tahun Terakhir


Selain itu, robot penjelajah itu juga akan menguji teknik lokalisasi baru ketika mengirimkan data tentang posisinya kembali ke Bumi. Sementara itu, NASA bertujuan untuk membangun lebih dari satu pangkalan Bulan, untuk misi bulan Artemis, dengan tujuan untuk memaksimalkan sains dan eksplorasi.

Adapun tujuan NASA untuk membawa astronot ke Bulan pada tahun 2025, sudah lama menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk membangun pangkalan yang berkelanjutan di permukaan bulan.Administrator rekanan NASA untuk pengembangan sistem eksplorasi, Jim  Free, mengatakan bahwa program Artemis itu pada akhirnya bisa membangun  beberapa pangkalan di sekitar bulan, alih-alih satu pangkalan Artemis di  kutub selatan bulan seperti yang diluncurkan pada tahun 2020.

&quot;Kami akan memiliki satu basecamp, Karena, jika kita melewatkan  jendela peluncuran, kita mungkin harus menunggu sebulan untuk kembali ke  tempat itu&quot; kata Free seperti yang dikutip dari gadgetsnow.

Untuk membangun serangkaian kamp Bulan di permukaan bulan, NASA bisa  bekerjasama dengan mitra internasionalnya, seperti Badan Antariksa  Eropa, Kanada atau Jepang, yang semuanya sudah mendaftar sebagai mitra  program Artemis.

&quot;Jadi kita mungkin dapat memiliki dua atau tiga situs untuk  dikunjungi yang membantu keragaman sains kita, karena alasan pertama  kita melakukan Artemis adalah untuk sains,&quot; tambah Free.
</description><content:encoded>SEIRING berkembangnya teknologi, kemampuan untuk membuat robot tidak lagi dimiliki ekslusif oleh perusahaan atau badan saja. Kini, semua orang bisa mendapatkan akses untuk membuat robot.

Bahkan, baru-baru ini tim mahasiswa Universitas Carnegie Mellondi Pennsylvania, Amerika Serikat, dikabarkan ingin mendaratkan robot penjelajah pertama di bulan. Robot penjelajah tersebut bernama Iris.

Menurut space.com, misi tersebut kemungkinan akan diluncurkan pada musim semi ini. Apabila misi tersebut berhasil, maka akan mencetak pencapaian robot penjelajah bulan pertama Amerika, bahkan sebelum NASA berhasil mendaratkan robot penjelajah.

BACA JUGA:
NASA Temukan Asteroid yang Bisa Menembakkan Batu


Tentu saja ini merupakan penjelajah pertama yang dikembangkan oleh Mahasiswa. Mengapa robot tersebut robot bisa menjadi robot penjelajah Bulan pertama Amerika? Pasalnya, robot penjelajah NASA yakni 'Viper', dijadwalkan baru meluncur tahun depan.

Dengan bobot sekitar 2 kilogram, penjelajah Iris memiliki sasis dan roda serat karbon yang berkurang sebesar tutup botol. Adapun misisnya selama 60 jam akan menjadi misi visual utama, yakni mengambil gambar permukaan Bulan untuk studi geografis.

BACA JUGA:
Imbas Perubahan Iklim, NASA Ungkap Permukaan Laut Terus Mengalami Kenaikan dalam 30 Tahun Terakhir


Selain itu, robot penjelajah itu juga akan menguji teknik lokalisasi baru ketika mengirimkan data tentang posisinya kembali ke Bumi. Sementara itu, NASA bertujuan untuk membangun lebih dari satu pangkalan Bulan, untuk misi bulan Artemis, dengan tujuan untuk memaksimalkan sains dan eksplorasi.

Adapun tujuan NASA untuk membawa astronot ke Bulan pada tahun 2025, sudah lama menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk membangun pangkalan yang berkelanjutan di permukaan bulan.Administrator rekanan NASA untuk pengembangan sistem eksplorasi, Jim  Free, mengatakan bahwa program Artemis itu pada akhirnya bisa membangun  beberapa pangkalan di sekitar bulan, alih-alih satu pangkalan Artemis di  kutub selatan bulan seperti yang diluncurkan pada tahun 2020.

&quot;Kami akan memiliki satu basecamp, Karena, jika kita melewatkan  jendela peluncuran, kita mungkin harus menunggu sebulan untuk kembali ke  tempat itu&quot; kata Free seperti yang dikutip dari gadgetsnow.

Untuk membangun serangkaian kamp Bulan di permukaan bulan, NASA bisa  bekerjasama dengan mitra internasionalnya, seperti Badan Antariksa  Eropa, Kanada atau Jepang, yang semuanya sudah mendaftar sebagai mitra  program Artemis.

&quot;Jadi kita mungkin dapat memiliki dua atau tiga situs untuk  dikunjungi yang membantu keragaman sains kita, karena alasan pertama  kita melakukan Artemis adalah untuk sains,&quot; tambah Free.
</content:encoded></item></channel></rss>
