<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Ungkap Reservoir Baru di Bulan, Mampu Tampung Air dalam Jumlah Besar</title><description>Para peneliti mengungkapkan bahwa Bulan ternyata menyimpan cukup banyak air di dalamnya, disebabkan adanya reservoir.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/28/57/2788837/peneliti-ungkap-reservoir-baru-di-bulan-mampu-tampung-air-dalam-jumlah-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/28/57/2788837/peneliti-ungkap-reservoir-baru-di-bulan-mampu-tampung-air-dalam-jumlah-besar"/><item><title>Peneliti Ungkap Reservoir Baru di Bulan, Mampu Tampung Air dalam Jumlah Besar</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/28/57/2788837/peneliti-ungkap-reservoir-baru-di-bulan-mampu-tampung-air-dalam-jumlah-besar</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/28/57/2788837/peneliti-ungkap-reservoir-baru-di-bulan-mampu-tampung-air-dalam-jumlah-besar</guid><pubDate>Selasa 28 Maret 2023 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Anjasman Situmorang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/28/57/2788837/peneliti-ungkap-reservoir-baru-di-bulan-mampu-tampung-air-dalam-jumlah-besar-iPTxUup88Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peneliti Ungkap Reservoir Baru di Bulan, Mampu Tampung Air dalam Jumlah Besar</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/28/57/2788837/peneliti-ungkap-reservoir-baru-di-bulan-mampu-tampung-air-dalam-jumlah-besar-iPTxUup88Q.jpg</image><title>Peneliti Ungkap Reservoir Baru di Bulan, Mampu Tampung Air dalam Jumlah Besar</title></images><description>Para peneliti mengungkapkan bahwa Bulan ternyata menyimpan cukup banyak air di dalamnya. Mereka meyakini air itu terkumpul disebabkan adanya reservoir yang mereka sebut sebagai &quot;manik-manik kaca&quot;.
Namun kaca yang mereka maksud bukanlah seperti kaca pada umumnya. Kaca tersebut merupakan hasil tumbukan meteorit. Keyakinan ini diperoleh setelah menganalisis bukti pendukung yang dibawa misi Chang&amp;rsquo;e 5.

BACA JUGA:
Begini Cara Astronot Muslim Tentukan Bulan Ramadhan di Luar Angkasa

Misi luar angkasa ini sebelumnya bertujuan untuk membawa sampel dari Bulan ke Bumi. Misi tersebut berhasil mengambil 1,7 kilogram material Bulan termasuk beberapa yang dikumpulkan dari kedalaman 1 meter di bawah tanah.
Analisis sampel-sampel ini telah mengungkapkan bagaimana kandungan air manik-manik kaca itu. Struktur kecil ini ditemukan tersebar di regolith bulan (tanah Bulan).
Mereka bertindak seperti spons yang menyerap air. Penelitian tersebut memperkirakan bahwa kaca benturan meteorit tersebut terdiri dari 0,2% air.

BACA JUGA:
Apa Sih yang Dimaksud dengan Planet Pengembara? Cek Faktanya!

&amp;ldquo;Temuan ini menunjukkan bahwa kaca tumbukan di permukaan Bulan dan benda tak berudara lainnya di tata surya mampu menyimpan air yang berasal dari angin matahari dan melepaskannya ke luar angkasa,&amp;rdquo; kata penulis senior Profesor Hu Sen, dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, dikutip IFL Science.
Manik-manik kaca bisa menampung antara 300 miliar hingga 270 triliun kilogram air. Hasil analisis air dalam sampel ini menunjukkan asal air tersebut dari angin Matahari .
Aliran partikel dari Matahari menghantam permukaan bulan saat Bulan terpapar. Sebagian besar dari angin tersebut terbuat dari proton dengan atom hidrogen tanpa elektron.
Ketika mereka menabrak regolith bulan, maka terjadi interaksi dengan material pembentuk air yang dapat tetap terperangkap di dalam tanah berkat manik-manik kaca tersebut.
Air yang terperangkap dalam manik-manik kaca dapat bermanfaat selama eksplorasi di masa mendatang karena mudah diekstraksi. Ada kemungkinan benda tak berudara lainnya di tata surya juga memiliki manik-manik kaca seperti itu yang kaya akan air.
(DRA)</description><content:encoded>Para peneliti mengungkapkan bahwa Bulan ternyata menyimpan cukup banyak air di dalamnya. Mereka meyakini air itu terkumpul disebabkan adanya reservoir yang mereka sebut sebagai &quot;manik-manik kaca&quot;.
Namun kaca yang mereka maksud bukanlah seperti kaca pada umumnya. Kaca tersebut merupakan hasil tumbukan meteorit. Keyakinan ini diperoleh setelah menganalisis bukti pendukung yang dibawa misi Chang&amp;rsquo;e 5.

BACA JUGA:
Begini Cara Astronot Muslim Tentukan Bulan Ramadhan di Luar Angkasa

Misi luar angkasa ini sebelumnya bertujuan untuk membawa sampel dari Bulan ke Bumi. Misi tersebut berhasil mengambil 1,7 kilogram material Bulan termasuk beberapa yang dikumpulkan dari kedalaman 1 meter di bawah tanah.
Analisis sampel-sampel ini telah mengungkapkan bagaimana kandungan air manik-manik kaca itu. Struktur kecil ini ditemukan tersebar di regolith bulan (tanah Bulan).
Mereka bertindak seperti spons yang menyerap air. Penelitian tersebut memperkirakan bahwa kaca benturan meteorit tersebut terdiri dari 0,2% air.

BACA JUGA:
Apa Sih yang Dimaksud dengan Planet Pengembara? Cek Faktanya!

&amp;ldquo;Temuan ini menunjukkan bahwa kaca tumbukan di permukaan Bulan dan benda tak berudara lainnya di tata surya mampu menyimpan air yang berasal dari angin matahari dan melepaskannya ke luar angkasa,&amp;rdquo; kata penulis senior Profesor Hu Sen, dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, dikutip IFL Science.
Manik-manik kaca bisa menampung antara 300 miliar hingga 270 triliun kilogram air. Hasil analisis air dalam sampel ini menunjukkan asal air tersebut dari angin Matahari .
Aliran partikel dari Matahari menghantam permukaan bulan saat Bulan terpapar. Sebagian besar dari angin tersebut terbuat dari proton dengan atom hidrogen tanpa elektron.
Ketika mereka menabrak regolith bulan, maka terjadi interaksi dengan material pembentuk air yang dapat tetap terperangkap di dalam tanah berkat manik-manik kaca tersebut.
Air yang terperangkap dalam manik-manik kaca dapat bermanfaat selama eksplorasi di masa mendatang karena mudah diekstraksi. Ada kemungkinan benda tak berudara lainnya di tata surya juga memiliki manik-manik kaca seperti itu yang kaya akan air.
(DRA)</content:encoded></item></channel></rss>
