<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Efisiensi BBM di Indonesia, Analis: Produsen Otomotif Perlu Dilibatkan</title><description>Anlysis (IEEFA) Putra Adhiguna menilai, produsen otomotif perlu dilibatkan dalam upaya pemanfaatan BBM di Indonesia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/28/52/2788396/efisiensi-bbm-di-indonesia-analis-produsen-otomotif-perlu-dilibatkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/28/52/2788396/efisiensi-bbm-di-indonesia-analis-produsen-otomotif-perlu-dilibatkan"/><item><title>Efisiensi BBM di Indonesia, Analis: Produsen Otomotif Perlu Dilibatkan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/28/52/2788396/efisiensi-bbm-di-indonesia-analis-produsen-otomotif-perlu-dilibatkan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/28/52/2788396/efisiensi-bbm-di-indonesia-analis-produsen-otomotif-perlu-dilibatkan</guid><pubDate>Selasa 28 Maret 2023 00:15 WIB</pubDate><dc:creator>Citra Dara Vresti Trisna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/28/52/2788396/efisiensi-bbm-di-indonesia-analis-produsen-otomotif-perlu-dilibatkan-PVVb96vHt4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/28/52/2788396/efisiensi-bbm-di-indonesia-analis-produsen-otomotif-perlu-dilibatkan-PVVb96vHt4.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Efisiensi bahan bakar minyak (BBM) masih terus dilakukan di Indonesia. Analis Institute for Energy Economics and Financial Anlysis (IEEFA) Putra Adhiguna menilai, produsen otomotif perlu dilibatkan dalam upaya pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Putra menilai, selama ini produsen otomotif hanya berdiri di samping dalam upaya efisiensi konsumsi BBM. Hal itu disampaikan dalam diskusi virtual Indef di Jakarta pada Senin (27/3/2023).
Ia menambahkan, semua pihak harus dilibatkan dalam hal efisiensi BBM. Menurutnya, keterlibatan produsen otomotif dilakukan dalam hal standar fuel economy seperti yang telah diterapkan di banyak negara.

BACA JUGA:
Ini Pentingnya Mengganti Oli Mobil Sebelum Mudik Lebaran

Dikutip dari Antara, Fuel economy merupakan standar pengukuran bahan bakar. Fuel economy berperan dalam menetapkan standar bagi produsen otomotif guna memenuhi penggunaan BBM yang efisien pada produk kendaraan mereka.
Ia mencontohkan, produsen otomotif perlu memenuhi tingkat liter atau kilometer tertentu pada tiap kendaraan hasil produksi mereka. Standar inilah yang kemudian perlu ditingkatkan seiring waktu.
Menurutnya, tiadanya standar fuel economy membuat kendaraan ringan lebih boros dalam hal penggunaan BBM. Jika dibandingkan dengan India, Indonesia lebih boros BBM sekitar 30-40%.

BACA JUGA:
McEasy Perkenalkan TMS ke Pelaku Logistik, Efisiensi Proses Bisnis Hingga 60%

Meski demikian, Putra mengakui implementasi standar tersebut bukan hal yang mudah diterapkan. Namun, dia menilai efisiensi BBM di Indonesia juga harus memikirkan perkembangan pasar otomotif di Indonesia dalam jangka panjang. Putra berharap, keterlibatan produsen otomotif dalam hal efisiensi BBM dapat dipertimbangkan oleh pemerintah.
&amp;ldquo;Kalau produsen otomotif kita coba dorong supaya membuat kendaraan mereka secara penggunaan BBM lebih efisien, harapannya [efisiensi BBM] Indonesia bisa bergeser,&amp;rdquo; ujar Putra, dikutip dari Antara, Senin (27/3/2023).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Efisiensi bahan bakar minyak (BBM) masih terus dilakukan di Indonesia. Analis Institute for Energy Economics and Financial Anlysis (IEEFA) Putra Adhiguna menilai, produsen otomotif perlu dilibatkan dalam upaya pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Putra menilai, selama ini produsen otomotif hanya berdiri di samping dalam upaya efisiensi konsumsi BBM. Hal itu disampaikan dalam diskusi virtual Indef di Jakarta pada Senin (27/3/2023).
Ia menambahkan, semua pihak harus dilibatkan dalam hal efisiensi BBM. Menurutnya, keterlibatan produsen otomotif dilakukan dalam hal standar fuel economy seperti yang telah diterapkan di banyak negara.

BACA JUGA:
Ini Pentingnya Mengganti Oli Mobil Sebelum Mudik Lebaran

Dikutip dari Antara, Fuel economy merupakan standar pengukuran bahan bakar. Fuel economy berperan dalam menetapkan standar bagi produsen otomotif guna memenuhi penggunaan BBM yang efisien pada produk kendaraan mereka.
Ia mencontohkan, produsen otomotif perlu memenuhi tingkat liter atau kilometer tertentu pada tiap kendaraan hasil produksi mereka. Standar inilah yang kemudian perlu ditingkatkan seiring waktu.
Menurutnya, tiadanya standar fuel economy membuat kendaraan ringan lebih boros dalam hal penggunaan BBM. Jika dibandingkan dengan India, Indonesia lebih boros BBM sekitar 30-40%.

BACA JUGA:
McEasy Perkenalkan TMS ke Pelaku Logistik, Efisiensi Proses Bisnis Hingga 60%

Meski demikian, Putra mengakui implementasi standar tersebut bukan hal yang mudah diterapkan. Namun, dia menilai efisiensi BBM di Indonesia juga harus memikirkan perkembangan pasar otomotif di Indonesia dalam jangka panjang. Putra berharap, keterlibatan produsen otomotif dalam hal efisiensi BBM dapat dipertimbangkan oleh pemerintah.
&amp;ldquo;Kalau produsen otomotif kita coba dorong supaya membuat kendaraan mereka secara penggunaan BBM lebih efisien, harapannya [efisiensi BBM] Indonesia bisa bergeser,&amp;rdquo; ujar Putra, dikutip dari Antara, Senin (27/3/2023).</content:encoded></item></channel></rss>
