<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Informasi Melalui Motion Graphic dan Isu Relevan Jadi Market Anak Muda</title><description>CEO Widya Media, Muhammad Ahwy Karuniyado mengatakan, bahwa anak muda tak melulu menyukai konten-konten</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/14/54/2781154/informasi-melalui-motion-graphic-dan-isu-relevan-jadi-market-anak-muda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/14/54/2781154/informasi-melalui-motion-graphic-dan-isu-relevan-jadi-market-anak-muda"/><item><title>Informasi Melalui Motion Graphic dan Isu Relevan Jadi Market Anak Muda</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/14/54/2781154/informasi-melalui-motion-graphic-dan-isu-relevan-jadi-market-anak-muda</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/14/54/2781154/informasi-melalui-motion-graphic-dan-isu-relevan-jadi-market-anak-muda</guid><pubDate>Selasa 14 Maret 2023 20:38 WIB</pubDate><dc:creator>Novie Fauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/14/54/2781154/informasi-melalui-motion-graphic-dan-isu-relevan-jadi-market-anak-muda-NjBdXIGGNN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Podcast Aksi Nyata Perindo (Foto: YouTube Partai Perindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/14/54/2781154/informasi-melalui-motion-graphic-dan-isu-relevan-jadi-market-anak-muda-NjBdXIGGNN.jpg</image><title>Podcast Aksi Nyata Perindo (Foto: YouTube Partai Perindo)</title></images><description>CEO Widya Media, Muhammad Ahwy Karuniyado mengatakan, bahwa anak muda tak melulu menyukai konten-konten ringan. Akan tetapi tergantung dengan tema dan cara penyampaiannya sehingga bisa lebih diterima, dan juga dipahami oleh semua kalangan termasuk anak-anak muda.
Saat menjadi bintang tamu di Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntuklndonesia bertajuk 'Mengingatkan Gaya Hidup, dan Kesehatan, Mendidik Lewat Motion Graphic', Selasa (14/03/2023) ia mengatakan, topik yang dibahas juga harus relate dan cara penyampaiannya pun perlu diperhatikan.

&quot;Awalnya kita berasumsi, bahwa anak-anak muda ini lebih suka yang ringan. Tapi saat kita mulai masuk ke pembahasan yang lebih berat, seperti burnout, depresi yang lebih scientist ternyata mereka lebih suka,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Kreativitas Netizen Indonesia Ciptakan Konten Masih Belum Maksimal

Ado bilang, bahwa pembahasan tentang kesehatan, khususnya kesehatan mental cukup banyak diminati oleh masyarakat, terlebih anak-anak muda. Terlebih media yang digunakan menggunakan motion graphic, sehingga akan muda ditangkap pesannya.

BACA JUGA:
Edukasi Kesehatan dengan Motion Graphic Bisa Lebih Mudah Diterima

Ia menegaskan, melalui motion graphic, yakni menggunakan animasi serta permainan warna, dirasa akan mudah diterima oleh masyarakat. Itu karena penampilan secara visualnya menjadi lebih menarik, serta kekinian. Khususnya saat membahas tentang kesehatan.
&quot;Kalau kita lihat dari katanya saja sudah memberatkan. Kalau kita menggunakan figur seperti manusia, realita akan lebih susah untuk ditangkap dan susah juga menjaga fokus orang dalam memonitor,&quot; ujarnya.
Ado menambahkan, cara penyampaian melalui digital seperti motion graphic akan terasa dampaknya. Terlebih topik yang dibahas relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini..
&quot;Dampak-dampaknya perlu dikaji dan relevan dengan kehidupan kita,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>CEO Widya Media, Muhammad Ahwy Karuniyado mengatakan, bahwa anak muda tak melulu menyukai konten-konten ringan. Akan tetapi tergantung dengan tema dan cara penyampaiannya sehingga bisa lebih diterima, dan juga dipahami oleh semua kalangan termasuk anak-anak muda.
Saat menjadi bintang tamu di Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntuklndonesia bertajuk 'Mengingatkan Gaya Hidup, dan Kesehatan, Mendidik Lewat Motion Graphic', Selasa (14/03/2023) ia mengatakan, topik yang dibahas juga harus relate dan cara penyampaiannya pun perlu diperhatikan.

&quot;Awalnya kita berasumsi, bahwa anak-anak muda ini lebih suka yang ringan. Tapi saat kita mulai masuk ke pembahasan yang lebih berat, seperti burnout, depresi yang lebih scientist ternyata mereka lebih suka,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Kreativitas Netizen Indonesia Ciptakan Konten Masih Belum Maksimal

Ado bilang, bahwa pembahasan tentang kesehatan, khususnya kesehatan mental cukup banyak diminati oleh masyarakat, terlebih anak-anak muda. Terlebih media yang digunakan menggunakan motion graphic, sehingga akan muda ditangkap pesannya.

BACA JUGA:
Edukasi Kesehatan dengan Motion Graphic Bisa Lebih Mudah Diterima

Ia menegaskan, melalui motion graphic, yakni menggunakan animasi serta permainan warna, dirasa akan mudah diterima oleh masyarakat. Itu karena penampilan secara visualnya menjadi lebih menarik, serta kekinian. Khususnya saat membahas tentang kesehatan.
&quot;Kalau kita lihat dari katanya saja sudah memberatkan. Kalau kita menggunakan figur seperti manusia, realita akan lebih susah untuk ditangkap dan susah juga menjaga fokus orang dalam memonitor,&quot; ujarnya.
Ado menambahkan, cara penyampaian melalui digital seperti motion graphic akan terasa dampaknya. Terlebih topik yang dibahas relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini..
&quot;Dampak-dampaknya perlu dikaji dan relevan dengan kehidupan kita,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
