<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Prediksi Gerhana Matahari Hibrid 2023, Cek Waktu Terjadinya</title><description>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan satu fenomena alam akan terjadi pada</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/08/56/2777813/bmkg-prediksi-gerhana-matahari-hibrid-2023-cek-waktu-terjadinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/08/56/2777813/bmkg-prediksi-gerhana-matahari-hibrid-2023-cek-waktu-terjadinya"/><item><title>BMKG Prediksi Gerhana Matahari Hibrid 2023, Cek Waktu Terjadinya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/08/56/2777813/bmkg-prediksi-gerhana-matahari-hibrid-2023-cek-waktu-terjadinya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/08/56/2777813/bmkg-prediksi-gerhana-matahari-hibrid-2023-cek-waktu-terjadinya</guid><pubDate>Rabu 08 Maret 2023 21:49 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/08/56/2777813/bmkg-prediksi-gerhana-matahari-hibrid-2023-cek-waktu-terjadinya-14Y7K36Grw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Gerhana Matahari Hibrid (Foto: Timesofindia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/08/56/2777813/bmkg-prediksi-gerhana-matahari-hibrid-2023-cek-waktu-terjadinya-14Y7K36Grw.jpg</image><title>Ilustrasi Gerhana Matahari Hibrid (Foto: Timesofindia)</title></images><description>BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan satu fenomena alam akan terjadi pada 20 April 2023. Fenomena alam tersebut adalah Gerhana Matahari Hibrid, dan dapat diamati dari Indonesia.
&quot;Gerhana matahari hibrid diprediksi terjadi pada 20 April 2023 yang dapat diamati dari Indonesia,&quot; ujar Deputi Bidang Geofisika, BMKG Suko Prayitno Adi di Jakarta yang dikutip Okezone dari Antaranews, Rabu (8/3/2023).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bagaimana terjadinya gerhana matahari hibrid. Gerhana ini terjadi ketika matahari, bulan dan bumi tepat segaris sehingga di suatu tempat tertentu terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari, dan tempat tertentu lainnya terjadi peristiwa piringan bulan yang teramatti dari bumi sama dengan piringan matahari.
&quot;Akibatnya saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya. Sedangkan di tempat tertentu lainnya, matahari seakan-akan tertutupi bulan,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Deretan Fenomena Astronomis 2023, Ada Dua Gerhana Bulan dan Dua Gerhana Matahari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, Suko Prayitno mengungkapkan, pada tahun 2023 diprediksi terjadi empat kali gerhana. Pertama GMH pada 20 April 2023 yang dapat diamati dari Indonesia, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) pada 5-6 Mei 2023 yang juga dapat diamati dari Indonesia.

BACA JUGA:
Efek Gerhana Matahari Cincin serta Mitos-Mitos yang Beredar

Selanjutnya ada Gerhana Matahari Cincin pada 14 Oktober 2023, tetapi tak dapat diamati dari Indonesia. Terakhir, Gerhana Bulan Sebagian pada 29 Oktober 2023 yang dapat diamati dari Indonesia.</description><content:encoded>BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan satu fenomena alam akan terjadi pada 20 April 2023. Fenomena alam tersebut adalah Gerhana Matahari Hibrid, dan dapat diamati dari Indonesia.
&quot;Gerhana matahari hibrid diprediksi terjadi pada 20 April 2023 yang dapat diamati dari Indonesia,&quot; ujar Deputi Bidang Geofisika, BMKG Suko Prayitno Adi di Jakarta yang dikutip Okezone dari Antaranews, Rabu (8/3/2023).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bagaimana terjadinya gerhana matahari hibrid. Gerhana ini terjadi ketika matahari, bulan dan bumi tepat segaris sehingga di suatu tempat tertentu terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari, dan tempat tertentu lainnya terjadi peristiwa piringan bulan yang teramatti dari bumi sama dengan piringan matahari.
&quot;Akibatnya saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya. Sedangkan di tempat tertentu lainnya, matahari seakan-akan tertutupi bulan,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Deretan Fenomena Astronomis 2023, Ada Dua Gerhana Bulan dan Dua Gerhana Matahari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, Suko Prayitno mengungkapkan, pada tahun 2023 diprediksi terjadi empat kali gerhana. Pertama GMH pada 20 April 2023 yang dapat diamati dari Indonesia, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) pada 5-6 Mei 2023 yang juga dapat diamati dari Indonesia.

BACA JUGA:
Efek Gerhana Matahari Cincin serta Mitos-Mitos yang Beredar

Selanjutnya ada Gerhana Matahari Cincin pada 14 Oktober 2023, tetapi tak dapat diamati dari Indonesia. Terakhir, Gerhana Bulan Sebagian pada 29 Oktober 2023 yang dapat diamati dari Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
