<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Total Capai Rp851 Triliun, Belanja Online Grosir Makin Digemari</title><description>Warga RI paling banyak menghabiskan duit untuk belanja barang elektronik, yakni USD13,37 miliar dalam setahun.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/06/54/2776401/transaksi-total-capai-rp851-triliun-belanja-online-grosir-makin-digemari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/06/54/2776401/transaksi-total-capai-rp851-triliun-belanja-online-grosir-makin-digemari"/><item><title>Transaksi Total Capai Rp851 Triliun, Belanja Online Grosir Makin Digemari</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/06/54/2776401/transaksi-total-capai-rp851-triliun-belanja-online-grosir-makin-digemari</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/06/54/2776401/transaksi-total-capai-rp851-triliun-belanja-online-grosir-makin-digemari</guid><pubDate>Senin 06 Maret 2023 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/06/54/2776401/transaksi-total-capai-rp851-triliun-belanja-online-grosir-makin-digemari-b5u22u3oYL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Belanja Online. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/06/54/2776401/transaksi-total-capai-rp851-triliun-belanja-online-grosir-makin-digemari-b5u22u3oYL.jpg</image><title>Ilustrasi Belanja Online. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>LAPORAN firma riset We Are Social mencatat ada 178,9 juta masayarakat Indonesia berbelanja online sepanjang 2022 hingga awal 2023. Angka itu naik 12,8% secara tahun-ke-tahun (YoY).

Adapun estimasi nilai belanja online warga RI sepanjang tahun lalu sebesar USD55,97 miliar atau Rp851 triliun. Dari nilai total tersebut, warga RI paling banyak menghabiskan duit untuk belanja barang elektronik, yakni USD13,37 miliar dalam setahun.

Selanjutnya, secara berurutan belanja online paling besar di kategori mainan/hobi (USD10,45 miliar), fesyen (USD8,74 miliar), furnitur (USD8,48 miliar), kebutuhan rumah tangga (USD6,59 miliar), makanan (USD5,40 miliar), media fisik (USD1,92 miliar), serta minuman (USD1,03 miliar).


BACA JUGA:
Tren Belanja Online Bakal Naik hingga 67% saat Ramadan


Peningkatan belanja online tertinggi ada di sektor makanan dengan pertumbuhan 16,6% YoY. Tidak hanya belanja secara satuan, banyak juga mereka yang melakukan belanja online seara grosis.

Aplikasi belanja online grosir bagi para pelaku usaha ritel, CrediMart mencatat transaksi bayar nanti melalu fitur Bayar Tempo menyentuh angka Rp700 miliar. Tercatat, transaksi aplikasi tersebut meroket hingga 40% sejak setahun peluncurannya.

&quot;Transaksi Bayar Tempo CrediMart berhasil meningkat 40 persen. Saat ini 60% pengguna CrediMart telah menggunakan fitur Bayar Tempo,&quot; kata CEO &amp;amp; Co-Founder CrediBook Gabriel Frans seperti dilansir dari keterangan tertulisnya.Gabriel menjelaskan bahwa 50% pengguna fitur Bayar Tempo datang dari  peritel di kota tier 2 dan 3. Fitur Bayar Tempo sendiri, merupakan salah  satu kredit produktif bagi peritel. Lewat fitur Bayar Tempo, peritel  bisa berbelanja grosir aneka barang dengan tenor pembayaran hingga tujuh  hari.

Di tahun ini, lanjut Gabriel, CrediBook akan terus meningkatkan  kerapatan titik di area operasional CrediMart untuk memastikan efisiensi  dalam proses distribusi. Selain itu, CrediMart juga akan menambah  kategori produk lainnya sebab kami tidak hanya ingin fokus pada  produk-produk FMCG saja.

Sekadar informasi, CrediBook telah tersertifikasi ISO 27001 untuk  manajemen keamanan informasi. CrediBook juga melanjutkan kemitraan  strategis dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan Komunitas UMKM untuk  menyediakan pelatihan literasi digital.

Selama tahun 2022, CrediBook menyelenggarakan 80 pelatihan UMKM telah  dilaksanakan di lebih dari 30 provinsi dari Aceh hingga Papua, serta  menyasar lebih dari 4.000 pelaku UMKM.</description><content:encoded>LAPORAN firma riset We Are Social mencatat ada 178,9 juta masayarakat Indonesia berbelanja online sepanjang 2022 hingga awal 2023. Angka itu naik 12,8% secara tahun-ke-tahun (YoY).

Adapun estimasi nilai belanja online warga RI sepanjang tahun lalu sebesar USD55,97 miliar atau Rp851 triliun. Dari nilai total tersebut, warga RI paling banyak menghabiskan duit untuk belanja barang elektronik, yakni USD13,37 miliar dalam setahun.

Selanjutnya, secara berurutan belanja online paling besar di kategori mainan/hobi (USD10,45 miliar), fesyen (USD8,74 miliar), furnitur (USD8,48 miliar), kebutuhan rumah tangga (USD6,59 miliar), makanan (USD5,40 miliar), media fisik (USD1,92 miliar), serta minuman (USD1,03 miliar).


BACA JUGA:
Tren Belanja Online Bakal Naik hingga 67% saat Ramadan


Peningkatan belanja online tertinggi ada di sektor makanan dengan pertumbuhan 16,6% YoY. Tidak hanya belanja secara satuan, banyak juga mereka yang melakukan belanja online seara grosis.

Aplikasi belanja online grosir bagi para pelaku usaha ritel, CrediMart mencatat transaksi bayar nanti melalu fitur Bayar Tempo menyentuh angka Rp700 miliar. Tercatat, transaksi aplikasi tersebut meroket hingga 40% sejak setahun peluncurannya.

&quot;Transaksi Bayar Tempo CrediMart berhasil meningkat 40 persen. Saat ini 60% pengguna CrediMart telah menggunakan fitur Bayar Tempo,&quot; kata CEO &amp;amp; Co-Founder CrediBook Gabriel Frans seperti dilansir dari keterangan tertulisnya.Gabriel menjelaskan bahwa 50% pengguna fitur Bayar Tempo datang dari  peritel di kota tier 2 dan 3. Fitur Bayar Tempo sendiri, merupakan salah  satu kredit produktif bagi peritel. Lewat fitur Bayar Tempo, peritel  bisa berbelanja grosir aneka barang dengan tenor pembayaran hingga tujuh  hari.

Di tahun ini, lanjut Gabriel, CrediBook akan terus meningkatkan  kerapatan titik di area operasional CrediMart untuk memastikan efisiensi  dalam proses distribusi. Selain itu, CrediMart juga akan menambah  kategori produk lainnya sebab kami tidak hanya ingin fokus pada  produk-produk FMCG saja.

Sekadar informasi, CrediBook telah tersertifikasi ISO 27001 untuk  manajemen keamanan informasi. CrediBook juga melanjutkan kemitraan  strategis dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan Komunitas UMKM untuk  menyediakan pelatihan literasi digital.

Selama tahun 2022, CrediBook menyelenggarakan 80 pelatihan UMKM telah  dilaksanakan di lebih dari 30 provinsi dari Aceh hingga Papua, serta  menyasar lebih dari 4.000 pelaku UMKM.</content:encoded></item></channel></rss>
