<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tengok Jalur Ekstrem DAMRI Jurusan Tulungagung-Ponorogo</title><description>Bus DAMRI jurusan Tulungagung-Ponorogo punya jalur ekstrem yang melintasi pegunungan.&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/02/52/2774007/tengok-jalur-ekstrem-damri-jurusan-tulungagung-ponorogo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/02/52/2774007/tengok-jalur-ekstrem-damri-jurusan-tulungagung-ponorogo"/><item><title>Tengok Jalur Ekstrem DAMRI Jurusan Tulungagung-Ponorogo</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/02/52/2774007/tengok-jalur-ekstrem-damri-jurusan-tulungagung-ponorogo</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/02/52/2774007/tengok-jalur-ekstrem-damri-jurusan-tulungagung-ponorogo</guid><pubDate>Kamis 02 Maret 2023 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/02/52/2774007/tengok-jalur-ekstrem-damri-jurusan-tulungagung-ponorogo-JIbnYLzbto.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bus DAMRI jurusan Tulungagung-Ponorogo. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Andriawan Pratikno)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/02/52/2774007/tengok-jalur-ekstrem-damri-jurusan-tulungagung-ponorogo-JIbnYLzbto.jpeg</image><title>Bus DAMRI jurusan Tulungagung-Ponorogo. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Andriawan Pratikno)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bus DAMRI sebagai angkutan&amp;nbsp;berpelat&amp;nbsp;merah selalu menerjunkan armada mereka hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia. Ini sebagai layanan dari pemerintah agar seluruh masyarakat dapat bepergian dengan mudah,&amp;nbsp;salah&amp;nbsp;satunya jurusan Tulungagung-Ponorogo.
Namun, jalur yang harus dilalui sangat ekstrem dengan melewati pengunungan di lereng gunung Wilis yang terletak di Jawa Timur. DAMRI melayani perjalanan tersebut dengan menggunakan bus kecil yang dapat mengangkut hingga 20 penumpang.
Tarif yang dikenakan DAMRI untuk perjalanan dari Ponorogo menuju Tulungagung juga cukup murah, yakni Rp15 ribu. Sementara tiket termurah dengan perjalanan pendek dikenakan tarif Rp2.000.
BACA JUGA:7 PO Bus Paling Populer di Malaysia

Momen mengerikan naik bus DAMRI dengan jurusan Tulungagung-Ponorogo yang melewati jalur ekstrem dibagikan oleh Adriawan Pratikto. Dia membagikan video di&amp;nbsp;YouTube&amp;nbsp;di mana bus kecil itu harus melewati jalur pedesaan.
Meski menggunakan bus kecil, tapi jalan yang dilalui cukup sempit dan hanya pas untuk satu kendaraan tersebut. Selain itu, jalurnya juga menanjak dan menurun, berkelok-kelok, serta memiki tikungan tajam menanjak.
Tak jarang, pengemudi harus mengalah dan mundur sedikit agar bisa melalui tikungan tersebut dengan lancar. Di tambah ada aktivitas pasar, dengan pedagang dan pembeli di pinggir jalan yang membuat jalanan semakin sempit.
BACA JUGA:PO Bus Paling Rajin Update Armada, Setiap Tahun Borong Bus Baru

Beruntung, jalan yang dilalui cukup mulus dengan permukaan aspal yang bagus, tanpa adanya lubang yang dapat mengganggu akselerasi bus. Kendati begitu, jalur ini sangat rawan longsor, terutama saat kondisi hujan.
Satu hal yang membuat jalur ini sangat ekstrem adalah tidak adanya pembatas jalan yang dapat menahan kendaraan apabila terperosok. Jika tergelincir, maka bisa dipastikan langsung masuk ke jurang atau terguling ke jalur yang ada di bawahnya.
Untuk itu, dibutuhkan sopir yang piawai dan terbiasa melalui jalur ekstrem jurusan Tulungagung-Ponorogo itu agar bisa melewatinya dengan mulus. Mengingat risikonya sangat besar, terlebih sangat jarang ditemui rumah warga ketika mencapai puncak jalur gunugn Wilis.Kendati begitu, penumpang akan disuguhkan dengan pemandangan yang dapat menyejukkan mata. Pasalnya, bus DAMRI benar-benar berada di atas gunung yang dapat membuar penumpang dapat melihat perkebunan, sawah, dan pegunungan di Jawa Timur.
Saat turun, pengemudi bus DAMRI yang membawa penumpang dengan jurusan Tulungagung-Ponorogo juga harus pandai dalam melakukan pengereman. Jika salah, maka risikonya rem bus blong, karena jalur yang terus menurun.
Untuk menikmati perjalanan menggunakan bus perintis DAMRI jurusan Tulungagung-Ponorogo, penumpang harus bersiap di Terminat Gayatri pukul 06.30 WIB, dan bus akan tiba di Terminal Seloaji, Ponorogo, pada pukul 10.00 WIB.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bus DAMRI sebagai angkutan&amp;nbsp;berpelat&amp;nbsp;merah selalu menerjunkan armada mereka hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia. Ini sebagai layanan dari pemerintah agar seluruh masyarakat dapat bepergian dengan mudah,&amp;nbsp;salah&amp;nbsp;satunya jurusan Tulungagung-Ponorogo.
Namun, jalur yang harus dilalui sangat ekstrem dengan melewati pengunungan di lereng gunung Wilis yang terletak di Jawa Timur. DAMRI melayani perjalanan tersebut dengan menggunakan bus kecil yang dapat mengangkut hingga 20 penumpang.
Tarif yang dikenakan DAMRI untuk perjalanan dari Ponorogo menuju Tulungagung juga cukup murah, yakni Rp15 ribu. Sementara tiket termurah dengan perjalanan pendek dikenakan tarif Rp2.000.
BACA JUGA:7 PO Bus Paling Populer di Malaysia

Momen mengerikan naik bus DAMRI dengan jurusan Tulungagung-Ponorogo yang melewati jalur ekstrem dibagikan oleh Adriawan Pratikto. Dia membagikan video di&amp;nbsp;YouTube&amp;nbsp;di mana bus kecil itu harus melewati jalur pedesaan.
Meski menggunakan bus kecil, tapi jalan yang dilalui cukup sempit dan hanya pas untuk satu kendaraan tersebut. Selain itu, jalurnya juga menanjak dan menurun, berkelok-kelok, serta memiki tikungan tajam menanjak.
Tak jarang, pengemudi harus mengalah dan mundur sedikit agar bisa melalui tikungan tersebut dengan lancar. Di tambah ada aktivitas pasar, dengan pedagang dan pembeli di pinggir jalan yang membuat jalanan semakin sempit.
BACA JUGA:PO Bus Paling Rajin Update Armada, Setiap Tahun Borong Bus Baru

Beruntung, jalan yang dilalui cukup mulus dengan permukaan aspal yang bagus, tanpa adanya lubang yang dapat mengganggu akselerasi bus. Kendati begitu, jalur ini sangat rawan longsor, terutama saat kondisi hujan.
Satu hal yang membuat jalur ini sangat ekstrem adalah tidak adanya pembatas jalan yang dapat menahan kendaraan apabila terperosok. Jika tergelincir, maka bisa dipastikan langsung masuk ke jurang atau terguling ke jalur yang ada di bawahnya.
Untuk itu, dibutuhkan sopir yang piawai dan terbiasa melalui jalur ekstrem jurusan Tulungagung-Ponorogo itu agar bisa melewatinya dengan mulus. Mengingat risikonya sangat besar, terlebih sangat jarang ditemui rumah warga ketika mencapai puncak jalur gunugn Wilis.Kendati begitu, penumpang akan disuguhkan dengan pemandangan yang dapat menyejukkan mata. Pasalnya, bus DAMRI benar-benar berada di atas gunung yang dapat membuar penumpang dapat melihat perkebunan, sawah, dan pegunungan di Jawa Timur.
Saat turun, pengemudi bus DAMRI yang membawa penumpang dengan jurusan Tulungagung-Ponorogo juga harus pandai dalam melakukan pengereman. Jika salah, maka risikonya rem bus blong, karena jalur yang terus menurun.
Untuk menikmati perjalanan menggunakan bus perintis DAMRI jurusan Tulungagung-Ponorogo, penumpang harus bersiap di Terminat Gayatri pukul 06.30 WIB, dan bus akan tiba di Terminal Seloaji, Ponorogo, pada pukul 10.00 WIB.</content:encoded></item></channel></rss>
