<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Lakukan Riset untuk Ciptakan Bahan Bakar Jet dari CO2</title><description>Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) melakukan riset guna menghadirkan bahan bakar jet yang terbuat dari  atau CO2.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/01/56/2773449/as-lakukan-riset-untuk-ciptakan-bahan-bakar-jet-dari-co2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/01/56/2773449/as-lakukan-riset-untuk-ciptakan-bahan-bakar-jet-dari-co2"/><item><title>AS Lakukan Riset untuk Ciptakan Bahan Bakar Jet dari CO2</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/01/56/2773449/as-lakukan-riset-untuk-ciptakan-bahan-bakar-jet-dari-co2</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/03/01/56/2773449/as-lakukan-riset-untuk-ciptakan-bahan-bakar-jet-dari-co2</guid><pubDate>Rabu 01 Maret 2023 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/01/56/2773449/as-lakukan-riset-untuk-ciptakan-bahan-bakar-jet-dari-co2-NVk01M9nIl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AS Lakukan Riset untuk Ciptakan Bahan Bakar Jet dari CO2</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/01/56/2773449/as-lakukan-riset-untuk-ciptakan-bahan-bakar-jet-dari-co2-NVk01M9nIl.jpg</image><title>AS Lakukan Riset untuk Ciptakan Bahan Bakar Jet dari CO2</title></images><description>Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) bersama dengan perusahaan rintisan bernama Air Company telah sepakat untuk melakukan riset guna menghadirkan bahan bakar jet yang terbuat dari karbon dioksida atau CO2. Kedua belah pihak telah menandatangani kontrak kerja sama senilai $65 juta atau setara hampir Rp 1 triliun.
Melansir dari TechSpot, nantinya CO2 berlebih yang berbahaya bagi ekosistem Bumi akan disedot dan diubah menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF). Dilaporkan proyek skala kecil ini sudah dilaksanakan dan tinggal menunggu proyek nyata dilangsungkan, yang mana nantinya akan mengurangi emisi karbon global.
Air Company mengklaim mereka sudah menghilangkan satu tahapan dalam prodes konversi Fischer-Tropsch yang berusia hampir 100 tahun. Ini melibatkan pembuatan, pemanenan, dan penyimpanan CO2 dari industri fermentasi jagung. Kemudian menggunakan elektrolisis air untuk menghasilkan gas hidrogen (H2) dan oksigen (O2).
BACA JUGA:NASA Pergunakan AI untuk Merancang Berbagai Suku Cadang
BACA JUGA:NASA Tunjuk Blue Origin Sebagai Penyedia Roket untuk Misi ke Planet Mars
Dikatakan bahwa O2 dilepaskan ke atmosfer, dan H2 dimasukkan ke dalam reaktor bersama dengan CO2 yang ditangkap dan katalis. Nantinya reaksi kimia tersebut akan menghasilkan etanol, metanol, air, dan parafin. Distilasi memisahkan komponen ini untuk digunakan dalam produk lain, termasuk vodka, parfum, pembersih tangan, dan SAF.
Perusahaan belum dapat berproduksi pada skala yang dibutuhkan untuk mengurangi tingkat CO2 global. Namun, menurut sang CEO, Gregory Constantine, Air Company dan lainnya dapat membangun sesuai skala dan semua industri yang bergantung pada bahan bakar beralih ke SAF, hal itu dapat mengurangi lebih dari 10 persen emisi karbon.
&quot;Kontrak ini memungkinkan [kami] untuk fokus pada pertumbuhan teknologi dan perkembangan teknologi. Inti dari teknologi kami benar-benar berpusat pada pemanfaatan karbon,&quot; kata Gregory Constantine.
Sayangnya, penelitian ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut dan diprediksi akan memakan waktu yang cukup lama. Air Company masih perlu menyempurnakan prosesnya dan membangun pabrik produksi skala besar, dibutuhkan lebih dari satu perusahaan untuk memproduksi SAF yang cukup untuk seluruh industri penerbangan.
&quot;Dengan peraturan saat ini, ada batasan campuran yang harus kita patuhi. Bahan bakar yang kami buat memiliki komponen yang tidak boleh dicampur. Kami berharap dalam beberapa tahun ke depan, batas campuran tersebut akan meningkat dan peraturan pada akhirnya akan mengizinkan penggunaan SAF 100 persen,&quot; lanjut Gregory Constantine.
Saat ini campuran avtur hanya bisa mengandung kurang dari 50 persen SAF. Namun, Air Company bermitra dengan Angkatan Udara untuk menguji terbang SAF 100 persen, yang terbukti sukses. Maskapai penerbangan Belanda KLM juga menguji SAF murni dengan pabrikan mesinnya, menyimpulkan bahwa SAF.
Air Company telah dikontrak untuk memasok tiga maskapai penerbangan dengan SAF yaitu Boom, JetBlue, dan Virgin Atlantic. Boom setuju untuk membeli lima juta galon per tahun untuk jangka waktu kontrak yang tidak ditentukan untuk bahan bakar jet Overture supersoniknya.
JetBlue menandatangani kontrak lima tahun untuk membeli 25 juta galon, dan Virgin berjanji untuk mengambil 100 juta galon selama 10 tahun.
(DRA)</description><content:encoded>Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) bersama dengan perusahaan rintisan bernama Air Company telah sepakat untuk melakukan riset guna menghadirkan bahan bakar jet yang terbuat dari karbon dioksida atau CO2. Kedua belah pihak telah menandatangani kontrak kerja sama senilai $65 juta atau setara hampir Rp 1 triliun.
Melansir dari TechSpot, nantinya CO2 berlebih yang berbahaya bagi ekosistem Bumi akan disedot dan diubah menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF). Dilaporkan proyek skala kecil ini sudah dilaksanakan dan tinggal menunggu proyek nyata dilangsungkan, yang mana nantinya akan mengurangi emisi karbon global.
Air Company mengklaim mereka sudah menghilangkan satu tahapan dalam prodes konversi Fischer-Tropsch yang berusia hampir 100 tahun. Ini melibatkan pembuatan, pemanenan, dan penyimpanan CO2 dari industri fermentasi jagung. Kemudian menggunakan elektrolisis air untuk menghasilkan gas hidrogen (H2) dan oksigen (O2).
BACA JUGA:NASA Pergunakan AI untuk Merancang Berbagai Suku Cadang
BACA JUGA:NASA Tunjuk Blue Origin Sebagai Penyedia Roket untuk Misi ke Planet Mars
Dikatakan bahwa O2 dilepaskan ke atmosfer, dan H2 dimasukkan ke dalam reaktor bersama dengan CO2 yang ditangkap dan katalis. Nantinya reaksi kimia tersebut akan menghasilkan etanol, metanol, air, dan parafin. Distilasi memisahkan komponen ini untuk digunakan dalam produk lain, termasuk vodka, parfum, pembersih tangan, dan SAF.
Perusahaan belum dapat berproduksi pada skala yang dibutuhkan untuk mengurangi tingkat CO2 global. Namun, menurut sang CEO, Gregory Constantine, Air Company dan lainnya dapat membangun sesuai skala dan semua industri yang bergantung pada bahan bakar beralih ke SAF, hal itu dapat mengurangi lebih dari 10 persen emisi karbon.
&quot;Kontrak ini memungkinkan [kami] untuk fokus pada pertumbuhan teknologi dan perkembangan teknologi. Inti dari teknologi kami benar-benar berpusat pada pemanfaatan karbon,&quot; kata Gregory Constantine.
Sayangnya, penelitian ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut dan diprediksi akan memakan waktu yang cukup lama. Air Company masih perlu menyempurnakan prosesnya dan membangun pabrik produksi skala besar, dibutuhkan lebih dari satu perusahaan untuk memproduksi SAF yang cukup untuk seluruh industri penerbangan.
&quot;Dengan peraturan saat ini, ada batasan campuran yang harus kita patuhi. Bahan bakar yang kami buat memiliki komponen yang tidak boleh dicampur. Kami berharap dalam beberapa tahun ke depan, batas campuran tersebut akan meningkat dan peraturan pada akhirnya akan mengizinkan penggunaan SAF 100 persen,&quot; lanjut Gregory Constantine.
Saat ini campuran avtur hanya bisa mengandung kurang dari 50 persen SAF. Namun, Air Company bermitra dengan Angkatan Udara untuk menguji terbang SAF 100 persen, yang terbukti sukses. Maskapai penerbangan Belanda KLM juga menguji SAF murni dengan pabrikan mesinnya, menyimpulkan bahwa SAF.
Air Company telah dikontrak untuk memasok tiga maskapai penerbangan dengan SAF yaitu Boom, JetBlue, dan Virgin Atlantic. Boom setuju untuk membeli lima juta galon per tahun untuk jangka waktu kontrak yang tidak ditentukan untuk bahan bakar jet Overture supersoniknya.
JetBlue menandatangani kontrak lima tahun untuk membeli 25 juta galon, dan Virgin berjanji untuk mengambil 100 juta galon selama 10 tahun.
(DRA)</content:encoded></item></channel></rss>
