<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Content Creator Tiktok Bisa Bikin Kaya Gak Sih?</title><description>Contoh saja konten mandi lumpur dan nenek gayung yang sempat membuat heboh dalam beberapa waktu terakhir ini.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/24/54/2770903/jadi-content-creator-tiktok-bisa-bikin-kaya-gak-sih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/24/54/2770903/jadi-content-creator-tiktok-bisa-bikin-kaya-gak-sih"/><item><title>Jadi Content Creator Tiktok Bisa Bikin Kaya Gak Sih?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/24/54/2770903/jadi-content-creator-tiktok-bisa-bikin-kaya-gak-sih</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/24/54/2770903/jadi-content-creator-tiktok-bisa-bikin-kaya-gak-sih</guid><pubDate>Jum'at 24 Februari 2023 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amanah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/24/54/2770903/jadi-content-creator-tiktok-bisa-bikin-kaya-gak-sih-i2kFLbCyPQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi TikTok. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/24/54/2770903/jadi-content-creator-tiktok-bisa-bikin-kaya-gak-sih-i2kFLbCyPQ.jpg</image><title>Ilustrasi TikTok. (Foto: Freepik)</title></images><description>TIKTOK memang menjadi media sosial yang tengah digemari saat ini. Bukan hanya untuk berbagi keseruan, TikTok pun sekarang sudah bisa digunakan para konten kreatornya untuk mencari uang.

Contoh saja konten mandi lumpur dan nenek gayung yang sempat membuat heboh dalam beberapa waktu terakhir ini. Hal itu membuktikan bahwa ceruk uang dari aplikasi TikTok memang masih terbuka lebar.

Berdasarkan data SensorTower bulan April 2020, TikTok sudah diunduh sebanyak 2 miliar kali diseluruh dunia dan sukses menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh.

Lalu, bagaimana para content creator khususnya pada platform TikTok memandangnya dari sudut pandang sebagai sebuah profesi untuk menghidupi mereka, kira-kira seberapa menjanjikan profesi ini? Simak penjelasan dari para content creator berikut ini :

Natasya Surya

Content creator ini menjadikan Tiktok sebagai platform untuk dirinya melakukan review produk, khususnya peralatan rumah tangga serta membagikan tips soal pemecahan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan di rumah.

Lalu, bagaimana pemilik akun tiktok @natasya.surya ini memandang content creator sebagai sebuah profesi, seberapa menjanjikan baginya?

Natasya mencoba membedahnya dari sisi pengembangan pengalaman bagi seorang individu. Jika dilihat dari sisi itu, jelas menjadi content creator terlihat jauh lebih pesat dan lebih menjanjikan karena menyasar perkembangan kualitas individunya.

&quot;Kalau menjanjikan sih tergantung bagaimana kita memanfaatkan situasi dan potensi, jujur kalo dari pengalaman aku sendiri,  dulu aku kerja di kantor terus aku keluar dan ngonten jadinya, ya memang secara experience nambahnya jauh lebih pesat untung pengembangan diri sendiri, kalo misalnya dibilang secara finansial ya oke lah,&quot;ungkap Natasya saat dijumpai beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Natasya menjelaskan dan membedah perbandingannya, jika bekerja di suatu perusahaan, yang akan terlihat berkembang, kualitasnya meningkat, itu ya perusahaannya sendiri, bukan karyawan sebagai seorang individunya. Dengan kata lain, perkembangan diri sendiri tak terlihat secara langsung dan tak terlalu signifikan

&quot;Kalau kita karier profesional atau kantoran kan itu perkembangan kantor secara keseluruhan, tapi kalau di media digital jadi  konten kreator kita mengembangkan diri kita sendiri jadi keliatan gitu loh 'signifikan nih, oh ini berkembang, kita bisa jadi ini bisa jadi itu'. Intinya bisa langsung keliatan gitu,&quot;jelasnya.Bondol JPG
t6
Bondol JPG adalah content creator yang telah melahirkan sejumlah tren  viral di TikTok seperti posealay, pengkor style, dan jargon TBL (Takut  Banget Loooh!&amp;rsquo;). Bahkan, tren viral itupun seringkali diikuti oleh  sejumlah selebriti kenamaan tanah air, seperti Syifa Hadju, Mahalini,  hingga Putri Marino.

Bondol pun merasa bahagia lantaran jargon ciptaannya itu begitu  melekat di kehidupan banyak orang dan seringkali diikuti di berbagai  kesempatan.

TBL yang fenomenal itu juga dijadikan oleh Bondol JPG sebagai bukti  bahwa dirinya sebagai seorang content creator yang bukan asal viral,  tapi juga berkarakter dan terus diingat, seperti yang diinginkan. Itulah  yang dapat membuat tiktok menjadi sesuatu yang 'menjanjikan' dimana  bisa menyebarluaskan ciri khas dan karakter seseorang.

&quot;Seneng apalagi kalau lihat jargon TBL itu dibawa ke keseharian  karena buat seru-seruan, enggak nyangka bakal senempel itu di  masyarakat,&quot; katanya.</description><content:encoded>TIKTOK memang menjadi media sosial yang tengah digemari saat ini. Bukan hanya untuk berbagi keseruan, TikTok pun sekarang sudah bisa digunakan para konten kreatornya untuk mencari uang.

Contoh saja konten mandi lumpur dan nenek gayung yang sempat membuat heboh dalam beberapa waktu terakhir ini. Hal itu membuktikan bahwa ceruk uang dari aplikasi TikTok memang masih terbuka lebar.

Berdasarkan data SensorTower bulan April 2020, TikTok sudah diunduh sebanyak 2 miliar kali diseluruh dunia dan sukses menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh.

Lalu, bagaimana para content creator khususnya pada platform TikTok memandangnya dari sudut pandang sebagai sebuah profesi untuk menghidupi mereka, kira-kira seberapa menjanjikan profesi ini? Simak penjelasan dari para content creator berikut ini :

Natasya Surya

Content creator ini menjadikan Tiktok sebagai platform untuk dirinya melakukan review produk, khususnya peralatan rumah tangga serta membagikan tips soal pemecahan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan di rumah.

Lalu, bagaimana pemilik akun tiktok @natasya.surya ini memandang content creator sebagai sebuah profesi, seberapa menjanjikan baginya?

Natasya mencoba membedahnya dari sisi pengembangan pengalaman bagi seorang individu. Jika dilihat dari sisi itu, jelas menjadi content creator terlihat jauh lebih pesat dan lebih menjanjikan karena menyasar perkembangan kualitas individunya.

&quot;Kalau menjanjikan sih tergantung bagaimana kita memanfaatkan situasi dan potensi, jujur kalo dari pengalaman aku sendiri,  dulu aku kerja di kantor terus aku keluar dan ngonten jadinya, ya memang secara experience nambahnya jauh lebih pesat untung pengembangan diri sendiri, kalo misalnya dibilang secara finansial ya oke lah,&quot;ungkap Natasya saat dijumpai beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Natasya menjelaskan dan membedah perbandingannya, jika bekerja di suatu perusahaan, yang akan terlihat berkembang, kualitasnya meningkat, itu ya perusahaannya sendiri, bukan karyawan sebagai seorang individunya. Dengan kata lain, perkembangan diri sendiri tak terlihat secara langsung dan tak terlalu signifikan

&quot;Kalau kita karier profesional atau kantoran kan itu perkembangan kantor secara keseluruhan, tapi kalau di media digital jadi  konten kreator kita mengembangkan diri kita sendiri jadi keliatan gitu loh 'signifikan nih, oh ini berkembang, kita bisa jadi ini bisa jadi itu'. Intinya bisa langsung keliatan gitu,&quot;jelasnya.Bondol JPG
t6
Bondol JPG adalah content creator yang telah melahirkan sejumlah tren  viral di TikTok seperti posealay, pengkor style, dan jargon TBL (Takut  Banget Loooh!&amp;rsquo;). Bahkan, tren viral itupun seringkali diikuti oleh  sejumlah selebriti kenamaan tanah air, seperti Syifa Hadju, Mahalini,  hingga Putri Marino.

Bondol pun merasa bahagia lantaran jargon ciptaannya itu begitu  melekat di kehidupan banyak orang dan seringkali diikuti di berbagai  kesempatan.

TBL yang fenomenal itu juga dijadikan oleh Bondol JPG sebagai bukti  bahwa dirinya sebagai seorang content creator yang bukan asal viral,  tapi juga berkarakter dan terus diingat, seperti yang diinginkan. Itulah  yang dapat membuat tiktok menjadi sesuatu yang 'menjanjikan' dimana  bisa menyebarluaskan ciri khas dan karakter seseorang.

&quot;Seneng apalagi kalau lihat jargon TBL itu dibawa ke keseharian  karena buat seru-seruan, enggak nyangka bakal senempel itu di  masyarakat,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
