<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah PO Putera Mulya, Pionir Double Decker di Trans Jawa yang Lesu Dihantam Pandemi</title><description>Mengenal PO Putera Mulya yang memulai kiprahnya sejak tahun 1985.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/24/52/2770795/sejarah-po-putera-mulya-pionir-double-decker-di-trans-jawa-yang-lesu-dihantam-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/24/52/2770795/sejarah-po-putera-mulya-pionir-double-decker-di-trans-jawa-yang-lesu-dihantam-pandemi"/><item><title>Sejarah PO Putera Mulya, Pionir Double Decker di Trans Jawa yang Lesu Dihantam Pandemi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/24/52/2770795/sejarah-po-putera-mulya-pionir-double-decker-di-trans-jawa-yang-lesu-dihantam-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/24/52/2770795/sejarah-po-putera-mulya-pionir-double-decker-di-trans-jawa-yang-lesu-dihantam-pandemi</guid><pubDate>Jum'at 24 Februari 2023 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Claudia Noventa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/24/52/2770795/sejarah-po-putera-mulya-pionir-double-decker-di-trans-jawa-yang-lesu-dihantam-pandemi-dbdLcLh4QU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejarah PO Putera Mulya. (Foto: Instagram/@agoes_se)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/24/52/2770795/sejarah-po-putera-mulya-pionir-double-decker-di-trans-jawa-yang-lesu-dihantam-pandemi-dbdLcLh4QU.jpg</image><title>Sejarah PO Putera Mulya. (Foto: Instagram/@agoes_se)</title></images><description>JAKARTA - Sejarah PO Putera Mulya dimulai PH. Seogiyono di Wonogiri, Jawa Tengah, pada 1985. Kala itu, dia fokus di pasar antarkota dalam provinsi (AKDP) dengan menjajal rute Ngadirojo-Jatipuro-Wonogiri-Jatisrono.
Dari yang awalnya hanya mengandalkan dua unit microbus, PO Putera Mulya mulai bermain di antarkota antarprovinsi (AKAP), pada 2000. Kala itu, ada dua rute utama yang dijajaki PO bus ini, Ponorogo-Jakarta dan Ponorogo-Lampung.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xOC84LzE2MjkyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:Sejarah PO Bus Coyo: Pernah Ubah Truk Perang Jadi Bus

PO Putera Mulya kemudian bermitra dengan perusahaan pengiriman barang milik Glen Adiprana Widodo, PT Timur Terang Transindo. PO bus ini kemudian bertransformasi menjadi PO Putera Mulya Sejahtera, pada 2011.
Dengan &amp;lsquo;wajah baru&amp;rsquo; tersebut, PO bus itu beroperasi dengan mengandalkan enam unit Mercedes-Benz O500R dan empat unit Hino R-260. Pada 2016, mereka semakin gesit berekspansi dengan mendatangkan dua unit Jetbus 2+ Super Double Decker.

Sejarah PO Putera Mulya. (Foto: Instagram/@scaniajowo)
BACA JUGA:Sejarah PO Rapi: Mulai Usaha Bus dengan 2 Armada

Bus rancangan Adiputro itu mengandalkan sasis Scania dan digunakan untuk melayani rute Jakarta-Wonogiri. Hal ini membuat PO Putera Mulya menjadi PO bus pertama yang menggunakan double decker di Tol Trans Jawa.


Ekspansi Putera Mulya semakin agresif dengan mendatangkan 12 armada  baru, pada 2017. Namun kondisi itu berubah ketika PO bus ini harus  kehilangan Kurnia Lesani Adnan yang memutuskan mundur dari kursi  komisaris Putera Mulya pada 2019.

Kondisi manajemen PO bus itu memburuk ketika Glen Adiprana Widodo  meninggal dunia pada 2021. Imbasnya, Timur Terang Transindo cabut dari  kolaborasinya dengan Putera Mulya.
PO Putera Mulya sempat menjajal rute Jakarta-Malang di era pandemi  COVID-19, namun tak cukup kuat untuk bertahan. Dengan alasan efisiensi,  mereka menjual beberapa armada, termasuk empat bus double decker.*</description><content:encoded>JAKARTA - Sejarah PO Putera Mulya dimulai PH. Seogiyono di Wonogiri, Jawa Tengah, pada 1985. Kala itu, dia fokus di pasar antarkota dalam provinsi (AKDP) dengan menjajal rute Ngadirojo-Jatipuro-Wonogiri-Jatisrono.
Dari yang awalnya hanya mengandalkan dua unit microbus, PO Putera Mulya mulai bermain di antarkota antarprovinsi (AKAP), pada 2000. Kala itu, ada dua rute utama yang dijajaki PO bus ini, Ponorogo-Jakarta dan Ponorogo-Lampung.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xOC84LzE2MjkyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:Sejarah PO Bus Coyo: Pernah Ubah Truk Perang Jadi Bus

PO Putera Mulya kemudian bermitra dengan perusahaan pengiriman barang milik Glen Adiprana Widodo, PT Timur Terang Transindo. PO bus ini kemudian bertransformasi menjadi PO Putera Mulya Sejahtera, pada 2011.
Dengan &amp;lsquo;wajah baru&amp;rsquo; tersebut, PO bus itu beroperasi dengan mengandalkan enam unit Mercedes-Benz O500R dan empat unit Hino R-260. Pada 2016, mereka semakin gesit berekspansi dengan mendatangkan dua unit Jetbus 2+ Super Double Decker.

Sejarah PO Putera Mulya. (Foto: Instagram/@scaniajowo)
BACA JUGA:Sejarah PO Rapi: Mulai Usaha Bus dengan 2 Armada

Bus rancangan Adiputro itu mengandalkan sasis Scania dan digunakan untuk melayani rute Jakarta-Wonogiri. Hal ini membuat PO Putera Mulya menjadi PO bus pertama yang menggunakan double decker di Tol Trans Jawa.


Ekspansi Putera Mulya semakin agresif dengan mendatangkan 12 armada  baru, pada 2017. Namun kondisi itu berubah ketika PO bus ini harus  kehilangan Kurnia Lesani Adnan yang memutuskan mundur dari kursi  komisaris Putera Mulya pada 2019.

Kondisi manajemen PO bus itu memburuk ketika Glen Adiprana Widodo  meninggal dunia pada 2021. Imbasnya, Timur Terang Transindo cabut dari  kolaborasinya dengan Putera Mulya.
PO Putera Mulya sempat menjajal rute Jakarta-Malang di era pandemi  COVID-19, namun tak cukup kuat untuk bertahan. Dengan alasan efisiensi,  mereka menjual beberapa armada, termasuk empat bus double decker.*</content:encoded></item></channel></rss>
