<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tencent Batalkan Proyek Pengembangan Headset VR</title><description>Tencent tampaknya berencana untuk membatalkan salah satu proyek terbarunya, yaitu headset VR (Virtual Reality).</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/20/57/2768276/tencent-batalkan-proyek-pengembangan-headset-vr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/20/57/2768276/tencent-batalkan-proyek-pengembangan-headset-vr"/><item><title>Tencent Batalkan Proyek Pengembangan Headset VR</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/20/57/2768276/tencent-batalkan-proyek-pengembangan-headset-vr</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/20/57/2768276/tencent-batalkan-proyek-pengembangan-headset-vr</guid><pubDate>Senin 20 Februari 2023 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Andera Wiyakintra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/20/57/2768276/tencent-batalkan-proyek-pengembangan-headset-vr-mER9N9iKMk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tencent Batalkan Proyek Pengembangan Headset VR</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/20/57/2768276/tencent-batalkan-proyek-pengembangan-headset-vr-mER9N9iKMk.jpg</image><title>Tencent Batalkan Proyek Pengembangan Headset VR</title></images><description>Tencent tampaknya berencana untuk membatalkan salah satu proyek terbarunya. Perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini dikabarkan akan segera menghentikan proyek perangkat keras VR (Virtual Reality).
Dengan diluncurkannya Metaverse, berbagai merek bergegas meluncurkan produk VR mereka sendiri yang memungkinkan pengguna untuk memasuki ranah baru jejaring sosial. Namun, tampaknya itu bukanlah pasar yang mudah.
Raksasa teknologi asal Tiongkok ini awalnya berencana untuk membuat produk VR yang berbasi dari unit XR tahun lalu. Namun, sekarang tampaknya mereka meminta stafnya untuk &quot;mencari peluang lain&quot; setelah hype Metaverse mulai semakin meredup.
BACA JUGA:Moonton Menangkan Gugatan Pencemaran Nama Baik, Tencent Didenda Rp470 Juta
BACA JUGA:Headset AR/VR Milik Apple Debut di WWDC 2023? Cek Faktanya!

Sesuai laporan baru yang dilansir dari Gizmochina, perusahaan menghadapi &quot;Kesulitan dalam mencapai profitabilitas yang cepat&quot;. Dalam istilah yang lebih sederhana, jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk bersaing dengan merek saingan lainnya dalam kategori yang sama tidak akan menghasilkan keuntungan.
Selain itu, keputusan ini juga dibuat setelah kurangnya game dan aplikasi non-game yang menarik, padahal ini merupakan alasan awal yang membuat perusahaan ini mengalihkan fokus kepada teknologi virtual reality.
Tencent sudah mengembangkan proyek VR selama beberapa waktu, tetapi tampaknya mereka menyadari bahwa untuk saat ini tidak lagi ada gunanya untuk memasuki pasar VR dengan perangkat keras terbaru.</description><content:encoded>Tencent tampaknya berencana untuk membatalkan salah satu proyek terbarunya. Perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini dikabarkan akan segera menghentikan proyek perangkat keras VR (Virtual Reality).
Dengan diluncurkannya Metaverse, berbagai merek bergegas meluncurkan produk VR mereka sendiri yang memungkinkan pengguna untuk memasuki ranah baru jejaring sosial. Namun, tampaknya itu bukanlah pasar yang mudah.
Raksasa teknologi asal Tiongkok ini awalnya berencana untuk membuat produk VR yang berbasi dari unit XR tahun lalu. Namun, sekarang tampaknya mereka meminta stafnya untuk &quot;mencari peluang lain&quot; setelah hype Metaverse mulai semakin meredup.
BACA JUGA:Moonton Menangkan Gugatan Pencemaran Nama Baik, Tencent Didenda Rp470 Juta
BACA JUGA:Headset AR/VR Milik Apple Debut di WWDC 2023? Cek Faktanya!

Sesuai laporan baru yang dilansir dari Gizmochina, perusahaan menghadapi &quot;Kesulitan dalam mencapai profitabilitas yang cepat&quot;. Dalam istilah yang lebih sederhana, jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk bersaing dengan merek saingan lainnya dalam kategori yang sama tidak akan menghasilkan keuntungan.
Selain itu, keputusan ini juga dibuat setelah kurangnya game dan aplikasi non-game yang menarik, padahal ini merupakan alasan awal yang membuat perusahaan ini mengalihkan fokus kepada teknologi virtual reality.
Tencent sudah mengembangkan proyek VR selama beberapa waktu, tetapi tampaknya mereka menyadari bahwa untuk saat ini tidak lagi ada gunanya untuk memasuki pasar VR dengan perangkat keras terbaru.</content:encoded></item></channel></rss>
